Tampilkan postingan dengan label Artikel kegemukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel kegemukan. Tampilkan semua postingan

Jumlah dan Penderitaan Kegemukan di Indonesia Terkini 2014



Angka atau jumlah orang dewasa yang mengalami kegemukan di Indonesia terus meningkat.

Untuk tingkat obesitas pada laki-laki dewasa usia lebih dari 18 tahun, pada tahun 2007 prevalensi obesitas sebanyak 13,9 persen dan pada tahun 2010 terjadi penurunan angka obesitas yaitu 7,8 persen. Akan tetapi pada tahun 2013 terjadi peningkatan kembali sebesar 19,7 persen.

Obesitas pada perempuan usia lebih dari 18 tahun naik setiap tahunnya. Pada tahun 2007 prevalensi obesitas sebesar 13,9 persen, pada tahun 2010 sebesar 15,5 persen dan pada tahun 2013 mencapai 32,9 persen.

Untuk orang dewasa kegemukan bisa dihitung dengan membagi berat badan dalam (kg) dengan tinggi badan (dalam cm kuadrat). Batasan IMT yang digunakan untuk menilai status gizi orang dewasa adalah IMT kurang dari 18,5 (kurus), lebih besar sama dengan 18,5 sampai 24,9 (normal), lebih besar sama dengan 25 sampai 27,0 (berat badan lebih) dan IMT lebih dari 27 (obesitas).

Penyebab terjadinya obesitas di Indonesia selain dari faktor genetik adalah sangat minimnya aktifitas, banyaknya mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan kurang konsumsi sayur serta buah. 

Simak video tentang "penderitaan" bila Anda mengalami kegemukan :


Tidur Makin Kurang, Badan Makin Melar

Kurang tidur tidak hanya dapat menurunkan kekebalan tubuh seseorang, tetapi juga berkontribusi membuat tubuh jadi gemuk alias obesitas. Penelitian para ahli dari Mayo Clinic in Rochester, Minnesota Amerika Serikat menemukan, mereka yang tidak cukup tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori sehingga cenderung lebih mudah menjadi gemuk.

Ini merupakan hasil kajian terhadap 17 pria dan wanita muda sehat yang diteliti selama delapan malam. Setengah dari peserta diketahui masuk dalam kelompok yang mendapatkan waktu tidur normal (kelompok kontrol) sementara separuh lainnya hanya mendapat dua pertiga dari jumlah waktu tidur mereka (kelompok kurang tidur).

Selama pemantauan, semua peserta diizinkan untuk makan sebanyak-banyaknya yang mereka inginkan. Hasil penelitian memperlihatkan, peserta yang masuk dalam kategori kelompok kurang tidur - di mana setiap malamnya mereka mengalami kekurangan waktu tidur sekitar satu jam dan 20 menit - mengonsumsi rata-rata 549 kalori tambahan per hari.
Selain itu, pada kelompok yang kurang tidur juga lebih sedikit membakar kalori saat melakukan aktivitas ketimbang peserta yang cukup tidur.

Para peneliti mengindikasikan, kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan kadar leptin dan penurunan kadar ghrelin, yang keduanya dapat memengaruhi nafsu makan. Perubahan ini lebih mungkin diakibatkan dari makan yang berlebihan ketimbang penyebab makan secara berlebihan, kata para ahli yang mempublikasikan risetnya dalam jurnal American Heart Association (AHA).

"Kurang tidur merupakan masalah yang tengah berkembang, dengan 28 persen orang dewasa sekarang melaporkan bahwa mereka mendapatkan enam jam atau lebih sedikit waktu tidur per malam," kata Dr Andrew Calvin, seorang kardiolog dan asisten profesor kedokteran dari Mayo Clinic.

Peneliti mencatat, meskipun studi ini menunjukkan kurang tidur dapat menjadi penyebab penting dari obesitas, tetapi ini hanyalah penelitian kecil dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. "Diperlukan penelitian yang lebih besar di mana melibatkan orang di lingkungan rumah mereka yang akan membantu mengkonfirmasi temuan kami," kata Calvin. (Sumber : healthdaynews, Kompas)



Daftar Artikel Seputar Kegemukan





4.           15 Jenis Makanan yang Bikin Gemuk
5.           30 Hari Melahap McDonald’s ...
7.           Anak Gemuk
15.        Apakah Gen Gemuk Itu Ada?
25.        Cara Aman Kuruskan Badan
28.        Cara Ukur Lingkar Pinggang
38.        Gemuk Karena FRUSTRASI..!
40.        Gemuk Mengundang Penyakit
42.        Gemuk rawan penyakit GERD
43.        Gemuk tapi Sehat
44.        Gemuk, Hamil Lebih Berisiko
46.        Hati-hati, MSG Bikin Gemuk!
48.        Hiperlipidemia pada Anak
53.        Jadi Langsing Tanpa Pusing!
55.        Jangan Gemuk, Dong, Yang..
56.        Jangan Remehkan Kolesterol
60.        Kegemukan Berisiko Rematik
62.        Kegemukan dan Risiko Kanker
68.        Kegemukan, Seks Terganggu
70.        Konsumsi Obat Pelangsing..!
73.        Langsing Sehat Berkat Puasa
83.        Obesitas Berisiko Kanker
86.        Obesitas Memperburuk Asma