Tampilkan postingan dengan label Asam Urat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asam Urat. Tampilkan semua postingan

Buah Merah, Si Multi Khasiat

Suatu malam di bulan Desember lalu, Rini de Fretes didatangai seorang wanita pengidap kanker payudara, yang sudah dalam tahap perdarahan. Setelah bertukar pengalaman, Rini memberi tamunya itu dua botol ekstrak buah merah berukuran 150 cc. Sehari setelah minum ramuan itu, wanitaitu melaporkan perdarahannya berhenti total.

Rini yang berprofesi sebagai seorang pengusaha rotan dan sering mondar-mandir Jakarta-Jayapura, merasa beruntung bertemu Drs. I Made Budi, MS, penemu khasiat buah merah bagi kesehatan. Lewat kontak yang itensif, Rini mendapat informasi perihal khasiat buah merah bagi kesehatan.

Awalnya ekstrak buah merah dibawanya sebatas untuk oleh-oleh. Namun, kini selain berdagang rotan, ia juga menjual ekstrak buah merah.Melalui buku yang ditulis I Made dan Ir, fendy R. Paimin tentang buah ini, Rini mampu menerangkan khasiat dan penggunaan buah merah bagi pengobatan aneka penyakit.

"Pembeli ekstrak buah merah terbanyak adalah pengidap kanker rahim, berikutnya kanker paru-paru dan lever. Urutan selanjutnya adalah penderita diabetes, prostat, asam urat, kanker tulang, keloid, stroke, dan wasir. Dari bulan November hingga januari saja sudah 200-an penderit yang membeli estrak buah merah ini," tutur Rini.

Menurut Rini, bulan Januari silam ia mendapat 12 pasien mengidap HIV positif. Beberapa di antaranya bahkan ada yang mengidap Acquired Immune Deficiency Syndromee (AIDS). Setelah mengonsumsi esktrak buah merah, beberapa di antara mereka yang mengidap HIV positif mengalami tanda-tanda perbaikan kondisi kesehatan.

Misalnya Virgo (bukan nama sebenarnya) yang mengalami penurunan berat badan dari 65 kg menjadi 30 kg. Namun, setelah sebulan mengonsumsi ekstrak buah merah dan sari daging, beratnya naik hingga 12 kg. Luka di sekujur tubuh akibat virus HIV juga mulai mengering.
Ibu Yop, tetangga Rini, mengalami pendarahan terus-menerus akibat kanker rahim stadium 3. Namun, setelah mengonsumsi esktrak buah ini selama sebulan, ia tak lagi mengalami perdarahan. Benjolannya pun mulai mengempis.

Ada juga penderita diabetes melitus yang dua ruas jari kakinya sudah diamputasi. Setelah munum 4 otol ekstrak buah merah, gula darahnya turun menjadi 300 dari semula 550. Luka bekas amputasi pun sudah mengering.

Kondisi pasien yang mengalami kanker otak dan sering pingsan pun berangsur-angsur membaik. Ia jarang pingsan lagi, bahkan tubuhnya yang mulai padat berisi.

Jenis pandanBuah merah termasuk jenis tanaman pandan-pandanan (pandanus). Ada sekitar 600 jenis tanaman yang tergolong pandanus, salah satunya buah merah ini. Buah ini termasuk dalam divisi spermatophyte, kelas angiospermae, subelas monocotyldonae, ordo pandanales, famili pandanceace, genus pandanus, dan spesies pandanus conoideus lam.

Tanaman ini termasuk terna berbentuk semak, perdu, atau pohon. Daunnya tunggal berbentuk lanset sungsang, berwarna hijau tua dan letaknya berseling. Batangnya bercabang banyak, tegak, bergetah dan berwarna coklat bercak putih.

Tinggi tanaman ini mencapai 16 m. Buahnya panjang dan memiliki bentuk silindris, ujung tumpul, dan pangkal menjantung. Panjang buahnya antara 96-102 cm dengan diameter 15-20 cm, bobot buahnya mencapai 7-8 kg. Warna buahnya merah bata saat muda dan merah terang saat matang.

Menurut I made dan Fendy, buah merah termasuk tanaman endemik dan habitatnya secara umum di hutan-hutan sekunder. Tanaman ini banyak ditemukan tumbuh liar di wilayah Papua. Beberapa tempat penyebaran di Papua yang paling dominan antar alain di Puncak Jaya, Timika, Tolikara, Sarmi, Manokwari, Jayawijaya, Jayapura, Nabire, Sorong, dan Yahukimo.

Secara tradisional buah merah dikonsumsi masyarakat Paua secara turun temurun sebagai sesajen di upacara-upacara adat sebagai persembahan keapda Sang Pencipta. Bagi masyarakat Papua, buah ono dikenal juga sebagai obat cacing, penyakit kulit, menghambat kebutaan, serta untuk meningkatkan stamina.

Kaya AntioksidanSenyawa aktif yang terkandung di dalam buah merah telah diteliti oleh I Made, pria yang menjadikan buah merah sebagai objek penelitian S-2. Menurut I Made, buah ini mengandung komposisi gizi lengkap yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan tersebut di antaranya betakaroten, tokoferol, dan asam lemak, seperti asam oleat, linoleat, linolenat dan dekanot.

Buah merah juga mengandung vitamin dan mineral esensial lengkap, yakni kalsium, fosfor, besi, vitamin B1, vitamin C dan nialin. Total nilai karoten pada sari buah merah yang berwarna merah sebesar 12.000 ppm, betakaroten 700 ppm, dan tokoferolnya 11.000 ppm, sedangkan kandungan asam oleat 58 persen, asam linoleat 8,8 persen, dekanoat 2,0 persen.

Senyawa-senyawa aktif dalam buah merah berkhasiat sebagai obat. Misalnya betakaroten dan tokoferol dikenal sebagai senyawa antioksidan yang ampuh menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Tingginya kadar antioksidan menjadikan buah merah memilkiki efek antikanker yang kuat. Di dalam tubuh, antioksidan mampu menangkal dan memutus rantai radikal bebas, senyawa karsinogen penyebab kanker dan tumor. Betakaroten juga berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh, sedang tokoferol, selain menghasilkan sistem kekebalan tubuh, sedang tokoferal, selain menghasilkan sistem kekebalan tubuh, juga mampu menurunkan kolesterol LDL (jahat) dan meningkatkan HDL (baik).

Buah merah juga mengandung omega-0 dan omega-3 dalam dosis tinggi. Sebagai lemak tak jenuh, buah ini mudah dicerna dan diserap, sehingga melancarkan proses metabolisme dan membantu proses penyembuhan suatu penyakit. Asam lemak yang terkandung di buah ini merupakan antibiotik dan antivirus.

Menurut I Made, pengamatan epidemiologi di masyarakat Papua yang telah mengonsumsi buah ini dalam jangka panjang, jarang ditemui kejadian penyakit kulit, buta, gondok, kanker, stroke, jantung, dan darah tinggi. Kini lebih dari 1.000 pengidap kanker, tumor, ksita, gangguan lever, sorosis, diabetes, asam urat, darah tinggi, stroke, prostat, osteoporosis dan HIV/AIDS yang telah merasakan khasiat buah merah.

Hasil uji laboratorium darah terhadap penderita HIV/AIDS yang mengkonsumsi buah ini menunjukkan adanya kenaikan nilai CD4 (limfosit total). Nilai CD4 yang semula 100 meningkat menjadi 400 setelah enam bulan mengonsumsi sari buah ini. Hampir mendekati CD4 orang sehat yang di atas 450.

Penggunaan Estrak Buah Merah

1. Bagi mereka yang kelelahan, cukup mengonsumsi 1 sendok makan sehari, pagi atau sore.
2. Penderita asam urat, kolesterol, darah tinggi, stroke, dan badan linu, konsumsi dua kali sehari masing-masing 1 sendok makan. Badan terasa enak sehari sampai dua hari setelah minum.
3. Penderita kanker stadium 2-4 dianjurkan mengonsumsi 1 sendok makan 3 kali sehari sesudah makan.
4. Untuk penderita HIV/AIDS konsumsi 3 kali sehari 1 sendok makan dengan pedampingan konsumsi protein hewani.
5. Khusus untuk anak beurmur 2-5 tahum cukup 1 sendok teh sehari. Sebaiknya campur dengan madu.
6. Untuk penderita hepatitis dan sirosis hati 1 sendok teh 2 kali sehari, pagi dan malam, sesudah makan.
7. Untuk penderita diabetes, jantung, dan kanker paru-paru, 1 sendok makan sesudah makan pagi dan malam.

Jangan salah konsumsi
Menurut I Made, buah merah dapat diminum siapa saja, sebagai suplemen bagi tubuh. Anak-anak, orang dewasa, sakit, atau sehat bisa meminumnya karena buah ini kaya senyawa aktif yang diperlukan tubuh. Sari buah ini berfungsi sebagai pencegah penyakit untuk orang sehat dan penyembuh bagi yang sakit.

Untuk mereka yang sehat, I Made menyarankan konsumsi sari buah merah 1 kali sehari sebanyak satu sendok makan, sedangkan anak-anak cukup satu sendok teh. Penderita penyakit seperti kolesterol, hepatitis, darah tinggi, dan stroke dianjurkan minum satu sendok makan, 2 kali sehari, sedangkan pengidap kanker dan tumor satu sendok makan, 3 kali sehari.

Caranya, minum air terlebih dahulu, kemudian esktrak buah merah, setelah itu minum air kembali. Bagi yang merasa mual atau ingin muntah (bukan karena efek samping, tetapi ada orang-orang yang tidak biasa memakan sejenis minyak) setelah mengasup ekstrak buah merah sebaiknya tidak segera minum air. Cukup konsumsi makanan yang tidak menimbulkan rasa mual, misalnya kue, bubur, dan sejenisnya.

Kata I Made, buah merah tidak memiliki efek samping, jika diolah dengan cara benar. Jika salam dalam proses pengolahan, dampaknya sangat fatal. Dapat menggangu ginjal dengan ciri-ciri kaki bengkak, timbul keluhan diare, atau jantung berdebar-debar. Konsumen harus berhati-hati memilih produk yang benar demi menjaga keselamatan diri sendiri. Buah merah yang direkomendasikan untuk dikonsumsi berasal dari pegunungan.

Estrak buah merah murni, tanpa penambahan bahan lain, sangat sensitif terhadap panas. I Made menyarankan untuk menyimpannya di tempat yang sejuk, seperti kulkas. Menurut Rini, esktrak buah ini tidak akan basi meski disimpan di luar kulkas hingga tiga bulan. Bila diletakkan di kulkas, bahkan mampu bertahan hingga setahun.

sumber : senior

Cengkeh (Syzygium aromaticum) 'Obat Bius' yang Menyehatkan Jantung

"Kalau badan terasa kurang sehat, makanlah sup panas. Niscaya tubuh akan terasa bugar kembali." Ditilik dari kandungan bumbu sup, saran itu ada benarmya. Sup, masakan asal Eropa tersebut, mengandung beragam rempah yang menyehatkan tubuh,. Salah satunya adalah cengkeh alias Syzygium aromaticum atau disebut juga Eugenia aromatica L.

Cengkeh merupakan tumbuhan asli Maluku. Tanaman daerah tropis ini memiliki pohon bercabang yang bisa tumbuh sampai setinggi 10 meter dengan daun yang lebat. Yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur adalah bagian tunas bunga yang sudah dikeringkan.
Tanaman yang juga dsebut clove tree (Inggris) dan ting hsiang (Tiongkok) ini memiliki sifat hangat. Dengan rasa dan aromatik yang tajam cengkeh dapat menghangatkan badan dan melancarkan sirkulasi darah.

Manfaatnya, bukan hanya mengusir meriang, penyakit-penyakit gangguan peredaran darah, seperti sakit kepala, stroke bahkan jantung pun dapat teratasi.

Jurnal Protaglandins, Leukotrienes and Essential Fatty Acids yang diterbitkan Harcourt Publishers Ltd mengungkapkan cengkeh memiliki kemampuan antikoagulan (pencegah penggumpalan darah). Daya kerjanya sama hebat dengan aspirin. Informasi ini diperkuat dengan temuan seorang ilmuwan dari University of Wisconsin Amerika Utara yang mengungkapkan cengkeh mengandung suatu senyawa antibeku darah. Zat ini dapat melonggarkan pembuluh darah jantung yang tersumbat. Pendek kata, uraian jurnal dan riset ilmuwan Amerika ini mengisyaratkan pesan, rajin mengonsumsi makanan mengandung cengkeh dapat melindungi manusia ancaman stroke dan serangan jantung.

Debat Impotensi
Cengkeh juga dipercaya dapat mengatasi masalah lemah syahwat atau impotensi. Benarkah? Dalam hal mengobati impotensi, khasiat cengkeh masih diperdebatkan. Para pakar herbal mayakini cengkeh mampu mengatasi problem khas pria itu lantaran cengkeh dapat melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh, termasuk aliran darah menuju penis.

Toh alasan ini dapat diterima karena penyebab terbesar impotensi adalah terganggunya sirkulasi darah di organ vital pira. Masalahnya, sejauh ini masih belum banyak ilmuwan yang melakukan uji klinis terhadap penggunaan cengkeh dalam mengobati impotensi. Khasiat cengkeh mengatasi impotensi bukan tidak diakui, tetapi belum terbukti secara ilmiah.

Terlepas dari kebenaran khasiatnya mengatasi impotensi, yang jelas peran cengkeh untuk kesehatan tidak terbantahkan. Cengkeh juga berkhasiat sebagai antibakteri alami. Melalui serangkaian penelitian di laboratorium, Dalijit Arora, seorang ahli mikrobilogi dari India membuktikan cengkeh dapat membunuh hampir semua bakteri penyebab penyakit yang ditelitinya, termasuk bakteri-bakteri 'bandel' yang sudah kebal dengan racun obat-obat antibiotika. Berdasarkan penelitian ini dapat dimengerti mengapa para herbalist menempatkan cengkeh sebagai tumbuhan pengobat radang. Sebab radang bisa dipicu oleh infeksi bakteri.
Analgesik LokalSelain berkhasiat menghilangkan batuk dan rasa tak nyaman di perut, ternyata cengkeh juga berfungsi sebagai obat bius. Kandungan kimiawinya memungkinkan cengkeh menjadi obat anestesi lokal. Karenanya dalam dunia farmasi serbuk dauncengkeh sering digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit. Salah satu khasiat cengkeh yang terkenal adalah menghilangkan nyeri dan ngilu akibat sakit gigi.

Uraian di atas baru mengungkapkan sebagian dari keunggulan cengkeh. Tanaman ini masih menyisakan segudang manfaat yang belum terungkao secara klinis. Jika orang Barat yang tak punya ladang cengkeh mau memetik khasiatnya, mengapa kita tidak. Jadi, mari manfaatkan khasiat cengkeh untuk kesehatan diri dan keluarga.

Aneka khasiat cengkeh

Cengkeh dapat mengobati bermacam keluhan kesehatanDiantaranya:
* Sakit kepala
* Sakit perut, mual, muntah, masuk angin dan perut kembung
* Terlambat haid dan rasa sakit sewaktu haid.
* Keputihan
* Radang lambung (gastritis)
* Cegukan (hiccups)
* Asam urat tinggi
* Sakit gigi dan bau mulut yang tak sedap
* Sinusitis, rematik, dan campak
* Batuk, suara serak, dan TBC
* Meningkatkan nafsu makan
* Lemah syagwat

Beberapa resep obat cengkeh yang dapat diramu di rumah

Masuk angin
Ambil 10 butir cengkeh, seduh dengan air panas, lalu minum sebagai teh.
Mual, MuntahAmbil 10 butir cengkeh, 20 gram asam jawa, dan gula aren secukupnya. Rebus bahan dengan 400 cc air sampai bersisa 200 cc. Saring air rebusan. Minum selagi hangat 2 kali sehari, masing-masing 100 cc.

Sakit kepala
Sediakan 5 butir cengkeh, 5 gram kayu manis, 5 gram biji pala, dan 5 butir merica. Haluskan hingga menjadi bubuk. Seduh dengan 100 cc air panas, kemudian minum.
Sakit perut haidSediakan 5 butir cengkeh, 7 butir ketumbar, 10 gram kunyit, dan 5 gram biji pala. Setelah dicuci, rebus bahan dengan 400 cc air hangat tersisa 200 cc. Saring, lalu minum air rebusan selagi hangat.

Rematik dan Asam urat tinggi
Sediakan 5 butir cengkeh, 200 gram ubi jalar merah, 5 butir kapulaga, 5 gram biji pala, 1 gram kayu manis, 15 gram jahe merah, dan 10 butir merica. Rebus bahan dengan 1.500 cc air hingga tersisa 500 cc. Minum air rebusan dan ubi jalarnya dimakan.

Sinusitis
Ambil cengkeh secukupnya. Keringkan, lalu giling sampai jadi bubuk. Tiupkan ke hidung dengan menggunakan sedotan dengan takaran secukupnya.

Sakit gigi
Sangrai 10 butir cengkeh sampai hangus. Giling sampai halus, masukkan kelubang gigi secukupnya, lalu tutup dengan kapas. Lakukan 2 kali sehari. Cara lain: sumbat gigi yang berlubang dengan kapas yang telah ditetesi minyak cengkeh.

Gigi rusak
Ambil 20 helai daun cengkeh yang belum tua, rebus dengan 600 cc air. Setelah air rebusan dingin, gunakan untuk berkumur-kumur berulang kali. Jemur daun sirih tadi lalu kunyah.

Bau mulut tak sedap
Sediakan 10 butir cengkeh. Setelah dicuci, seduh dengan 200 cc air panas. Diamkan selama 5 menit. Saring airnya dan gunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan setiap hari secara rutin.
Sumber: human health

Daun Salam

Berbagai literatur menyebutkan bahwa daun salam mempunyai banyak khasiat pengobatan. Berikut ini resep yang disampaikan sinshe Johanes, ahli pengobatan Cina maupun R. Broto Sudibyo dari Pengembang Kesehatan Masyarakat RS Bethesda Yogyakarta dan Kabid Centra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional Yogyakarta.

Uraian

Pohon salam tumbuh liar di hutan, di daerah pegunungan maupun ditanam di halaman rumah sebagai tanaman bumbu. Tumbuhan berbatang besar dan tinggi ini, tingginya bisa mencapai 25 m. Daunnya yang rimbun, berbentuk lonjong, berujung runcing. Bila diremas mengeluarkan bau harum. Bunganya putih dan harum. Buahnya keciI-kecil sebesar buni dan rasanya sedikit sepat. Ketika masih muda buahnya berwarna hijau, kemudian kalau sudah tua berwarna merah kehitaman.

Kandungan & Manfaat:

Daun salam mengandung zat-zat bahan warna, zat samak dan minyak atsiri yang bersifat antibakteri. Zat tanin yang terkandung bersifat menciutkan (astringent).

Cara Pemakaian Lainnya :

Diare :Daun 15 lembar dicuci lalu direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Dan tambahkan dengan sedikit garam. Setelah dingin disaring, diminum sekaligus.

Sakit Maag :Daun 15-20 lembar dicuci berish, rebus dengan 1/2 liter air sampai mendidih. Tambahkan gula merah secukupnya. Diminum sebagai teh, sampai rasa penuh dan perih di lambung menghilang.

Bau Mulut akibat alkohol :

1 genggam buah salam yang sudah masak dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Peras dan saring lalu diminum.

Kudis atau gatal :

Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus sampai menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ke tempat yang sakit.

Kolesterol dan Asam Urat:

7-10 Lembar direbus dalam 1 1/2 gelas menjadi 1 gelas. Diminum 3 x sehari.Masing-masing merebusnya menggunakan pot tanah atau panci teflon. Jangan gunakan panci alumunium karena bisa menimbulkan kontaminasi.

Sumber: Senior

Labu Siam Redam Hipertensi

Air perasan labu siam ternyata bermanfaat. Tekanan darah Trisno dan Endang yang semula melonjak bisa kembali keangka normal. Padahal, hanya lima hari, setiap pagi dan sore, mereka minum air perasan labu itu.
Trisno (49 tahun) dan Endang (43) sama-sama pengidap hipertensi. Tanpa obat, tekanan darah Trisno mencapai 240/130 mmHg, sedangkan Endang 205/120.

Dengan obat antihipertensi generik, tensi prig kelahiran Wonosobo dan wanita asal Purwokerto, Jawa Tengah ini, turun ke angka 160/100 mmHg saja. Meski pengusaha mebel itu sudah berobat ke mana-mana dan berbagai tanaman obat telah dicoba, hasilnya tetap sama.

Di awal Januari lalu, seorang pelanggan mereka menganjurkan untuk minum perasan air labu siam. Resepnya, satu air labu siam. Resepnya, satu buah labu siam segar diparut lalu diperas, dan air perasannya diminum setiap pagi dan sore.

Setelah lima hari, tekanan darah mereka turun menjadi 140/80 mmHg. Hingga kini, keluhan gangguan hipertensi seperti sakit di belakang leher, sering pusing, dan merasa lemas tak pernah lagi mereka alami. "Dokter hanya memberi 2 x 1/2 tablet captopril 25 mg per hari untuk menjaga agar tensi kami tidak naik lagi," kata Trisno.

Siapa tak kenal labu siam? Dalam kehidupan sehari-hari, labu siam dikenal sebagai sayuran buah yang menyehatkan. Buahnya bisa dimasak sayur lodeh, oseng-oseng, atau sayur asam. Pucuk batang dan daun mudanya biasa dibuat lalap, sebagai teman makan nasi.

Di Meksiko, umbi yang berumur setahun dijadikan makanan lezat setelah direbus. Tak heran, tanaman yang di Jawa Tengah dikenal sebagai labu jipang, manisah (Jawa Timur), waluh siam (Jawa Barat), dan di dunia internasional biasa disebut chayote ini dijadikan cadangan pangan bagi penduduk Meksiko.

Tumbuhan ini ditanam orang di ladang atau di halaman rumah. Tumbuhan bernama Latin Sechium edule reinw ini batangnya menjalar dan melilit, sehingga perlu ditanam berdekatan dengan pohon lain atau disediakan punjung-punjung agar batangnya dapat melilit. Tanaman ini asli Amerika Selatan, daunnya berbentuk lekuk tangan, sedangkan buahnya berbentuk genta.
Efek DiuretikMenurut Sudarman Mardisiswojo dalam buku Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang, tanaman yang di Manado bernama ketimun Jepang ini, buahnya mengandung vitamin A, B, C, niasin, dan sedikit albuminoid. Karena bersifat dingin, jika dimakan terasa sejuk dan dingin di perut.

Dr. Setiawan Dalimartha, Ketua II PDPKT (Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur), menyebut daging buahnya terdiri dari 90 persen air, 7,5 persen karbohidrat, 1 persen protein, 0,6 persen serat, 0,2 persen abu dan 0,1 persen lemak. Juga mengandung sekitar 20 mg kalsium, 25 mg fosfor, 100 mg kalium, 0,3 mg zat besi, 2 mg natrium, serta beberapa zat kimia yang berkhasiat obat.

"Buahnya mengandung zat saponin, alkaloid, dan tannin. Daunnya mengandung saponin, flafonoid, dan polifenol," kata Dr Setiawan.

Dalam buku Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang, Sudarman hanya menjelaskan bahwa buah tanaman ini baik untuk menyembuhkan gangguan sariawan, panas dalam, serta menurunkan demam pada anak-anak karena mengandung banyak air. Maksudnya tidak ada penjelasan kandungan mana yang bisa meredakan darah tinggi.

Dr Setiawan menduga, selain bersifat diuretik (peluruh air seni), kandungan alkoloidnya bisa membuka pembuluh darah yang tersumbat. Oleh sebab itulah, labu siam bisa menurunkan darah tinggi.

Seperti diketahui, melalui air seni yang banyak terbuang akibat sifat diuretik dari labu siam, kandungan garam di dalam darah pun ikut berkurang. Berkurangnya kadar garam yang bersifaat menyerap atau menahan air ini akan meringankan kerja jantung dalam memompa darah, sehingga tekanan darah akan menurun.

Sementara itu R. Broto Sudibyo, Ketua SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) Yogyakarta, menyarankan pasien dengan gangguan asam urat di Klinik Obat Tradisional RS Bethesda, Yogryakarta, mengonsumsi labu siam. Katanya, air labu siam memiliki efek diuretik yang baik, sehingga melancarkan buang air kecil. Dengan begitu, kelebihan asam urat bisa segera dikeluarkan dari dalam tubuh.

Selain penderita asam urat, R. Broto menjelaskan, penderita kencing manis juga cocok mengonsumsi labu siam yang telah dikukus. Kandunganpatinya mengenyangkan, sehingga penderita diabetes melitus tak lagi mengonsumsi makanan pokok secara berlebihan.
Namun, R. Broto mengingatkan, ramuan labu siam tak cocok diberikan kepada penderita rematik lantaran sifat dinginnya malah memicu munculnya gejala sakit.

Sumber: Senior

Ramuan Pengusir Asam Urat

Setahun lalu, Tuti Husna (61), warga Pasar Rebo, Jakarta Timur, ketahuan menderita asam urat. Awalnya ia merasa selurh persendiannya sakit dan kaku. Saking parahnya, ia merasa seperti robot, karena hanya bisa mengedipkan mata.
Dokter bilang, Tuti mengalami gangguan asam urat. Itu berkaitan dengan kebiasaan Tuti mengonsumsi emping melinjo dan jeroan, makanan favoritnya, dalam jumlah berlebihan.

Hati perempuan pengajar sekaligus pemilik sebuah Taman Pendidikan Alquran (TPA) itu sedih saat dokter melarangnya mengonsumsi makanan penyebab asam urat. Kesedihannya makin bertambah mengetahui bahwa asam urat bisa menimbulkan kelumpuhan dan kecacatan.

Meski sudah minum obat, Tuti tetap sering merasa badannya kaki. Lewat informasi teman, Tuti kemudian mencoba pengobatan herbal. Dari sebuah klinik di daerah Pondok Cabe, ia mendapat resep herbal berupa campuran sambiloto, brotowali, gandarusa, dan pegagan yang harus diminum 3 kali sehari sebelum makan.

Karena keinginan sembuh yang besar, ia menaati semua pantangan dan rajin mengonsumsi ramuan tersebut selama sebulan. Hasilnya, badannya tak lagi kaku-kaku. Frekuensi kekambuhannya pun semakin jarang.

The King of Diseases
Asam urat adalah istilah untuk menyebut salah satu jenis penyakit rematik artikuler. Menurut Dr. Prapti Utami, dokter yang berpraktik di Klinik Karyasari, Pondok Cabe, Jakarta Selatan, asam urat mempunyai banyak sebutan, yang paling terkenal adalah raja segala penyakit (the king of diseases) atau penyakit para raja (the diseaseof kings). Banyak bangsawan dan peshor terkenal yang mengidap gangguan ini, misalnya Leonardo da Vinci, Benjamin Franklin, dan Ratu Anne.

Sejak diketahui pada abad V SM, hingga kini belum ditemukan obat yang efektif untuk menyembuhkan gangguan asam urat. Jumlah penderitanya dari tahun ke tahun pun terus meningkat. Data dari RSCM Jakarta menunjukkan kenaikan jumlah penderitanya, dari 9 persen di tahun 1993 hingga 1994, menjadi sekitar 19 orang dari 1994 sampai 1995. Dari data, penderita gangguan ini umumnya laki-laki.

Penyakit asam urat disebabkan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Normalnya kadar asam urat dalah darah pada pria 7 mg/100 ml darah dan wanitaa 6,3 mg/100 ml darah. Asam urat sebagai hasil samping dari pemecahan sel terdapat dalam darah karena tubuh secara berkesinambungan memecah dan membentuk sel yang baru.

Kadar asam urat meningkat atau abnormal ketika ginjal tidak sanggup mengeluarkannya melalui air kemih. Gejala asam urat yang berat dapat menyebabkan perubahan bentuk di bagian tubuh tertentu, seperti daun telinga, bagian samping mangkuk sendi lutut, dan bagian punggung lengan atau tendon belakang pergelangan kaki.

Penyakit asam urat ditakuti karena bisa mengakibatkan cacat tulang. "Biasanya berupa tonjolan atau benjolan di daerah telinga, siku dan punggung kaki, di samping rasa nyeri yang dapat mengganggu aktivitas," tutur Dr Prapti. Tonjolan itu kadang-kadang membuat penampilan seseorang menjadi kurang sempurna.

Komplikasi bisa pula terjadi, terutama pada ginjal, seperti nefropati asam urat dan nefropati urat. Komplikasi lain yang menyertai gangguan ini adalah kolesterol tinggi, gangguan jantung, tenggorokan, dan penglihatan, hipertensi, diabetes melitus, stroke, osteoporosis.
Dr. Prapti menjelaskan, tidak semua orang dengan penningkatan asam urat akan menderita penyakit ini. Meski demikian, ada beberapa kondisi seseorang yang dapat memicu terjadinya penyakit asam urat. Sebut saja seseorang dengan obesitas, peminum alkohol, mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit asam urat, kurang minum air putih, memiliki gangguan ginjal dan hipertensi, kebiasaan mengonsumsi makanan mengandung purin tinggi, menggunakan obat dalam jangka waktu lama, dan penderita diabetes melitus.

Penderita asam urat cukup sering memanfaatkan pengobatan tradisional. Menurut Ning Hermanto, herbalis dan praktisi pengobatan di Jakarta, obat tradisional untuk asam urat adalah sidaguri atau Sida rhombifolia L.

Obat tradisional dari sidaguri ini memang bisa digunakan secara sendiri, satu jenis atau dicampur bahan lainnya, paling baik mahkota dewa. Khasiat sidaguri ini didapatkan dari kandungan kimiawi di dalamnya, yaitu alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, minyak terbang, dan zat philegmatic.

Batang sidaguri mengandung tanin dan kalsium oksalat. Pada akarnya pun terdapat kaloid, steroid, dan efedrine. Yang digunakan adalah seluruh bagian tumbuhan dengan kondisi segar atau dikeringkan.

7 Resep PraktisRamuan tradisional untuk mengobati asam urat banyak jenisnya. Ramuan tersebut secara empiris terbukti menyembuhkan gangguan asam urat.

Berikut contoh ramuan untuk mengatasi asam urat yang ditawarkan Dr. Prapti berdasarkan penyakit yang menyertainya.

1. Tanpa penyakit penyerta
Bahan : 10 gram sambiloto kering, 10 gram rimpang temulawak kering, 5-10 gram komfrey, 1 gram buah lada. Cara pemakaian: semua bahan dicuci, lalu direbus dalam 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Minum 3 kali 1 gelas setiap hari, 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

2. Tanpa penyakit penyerta
Bahan: 30-50 gram akar sidaguri.Cara pemakaian: akar sidaguri dipotong-potong, lalu dicuci bersih. Setelah itu direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Akar dan air rebusan disimpan dalam gelas tertutup selama satu malam, minum pada pagi harinya. Akar direbus kembali, airnya diminum pada sore hari.

3. Dengan keluhan kolesterol tinggi
Bahan: 30-50 gram akar sidaguri, 5-7 iris buah mahkota dewa, 9 lembar daun sambung nyawa.Cara pemakaian: akar sidaguri direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Akar dan air rebusannya disimpan dalam gelas tertutup selama satu malam, lalu diminum pagi harinya. Akar direbus kembali, airnya diminum pada sore hari. Irisan mahkota dewa diseduh dalam 200 cc air panas. Seduhannya diminum seperti halnya teh, 1 kali sehari pada malam hari. Daun sambung nyawa dicuci bersih lalu direndam dengan air panas selama 1-2 menit. Daunnya dimakan sebagai lalap 3 kali 3 lembar setiap hari.

4. Dengan gangguan hepatitis
Bahan: 30-50 gram akar sidaguri kering, 1 ons rimpang temulawak segar, 20 gram daun tapak liman kering, 20 gram daun sendok kering, 10 gram daun pegagan kering.Cara pemakaian: akar sidaguri direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Akar dan airnya disimpan dalam gelas tertutup selama satu malam, lalu diminum pada pagi hari. Akar direbus kembali, airnya diminum pada sore harinya. Temulawak, tapak liman, daun sendok dan pegagan direbus dalam 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Minum 3 kali 1 gelas setiap hari, 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

5. Dengan gangguan obesitas
Bahan: 30-50 gram akar sidaguri, 10 gram daun jati belanda, 5 gram kemuning kering, 2,5 gram kunci pepet kering.Cara pemakaian: akar sidaguri direbus dengan 2 gelas air, didihkan dan biarkan hingga tersisa 1 gelas, disimpan dalam gelas terutup selama satu malam, lalu diminum pada pagi hari. Akar direbus kembali, airnya diminum pada sore harinya.Jati belanda, kemuning, dan kunci pepet direbus dalam 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Air diminum 3 kali 1 gelas setiap hari, 1 jam sebelum makan.

7. Dengan gangguan psoriasis
Bahan: 30-50 gram akar sidaguri, 21 lembar daun mamba, 19 gram pegagan kering.Cara pemakaian: akar sidaguri direbus dengan 2 gelas air, didihkan dan biarkan hingga tersisa 1 gelas, lalu disimpan dalam gelas tertutup selama satu malam. Minum pada pagi haari. Akar direbus kembali, airnya diminum sore harinya. Daun mimba dan pegagan direbus dalam 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas, arinya diminum 3 kali 1 gelas setiap hari. Atau rebus daun mimba dalam 1 liter air, air rebusannya digunakan untuk membilas tubuh ketika mandi.

Secara khusus Dr. Prapti Utami mengingatkan pada penderita asam urat dengan gangguan tuberkulosis kelenjar dan paru untuk tetap minum obat antituberkolosis (OAT), kecuali bagi mereka yang tak bisa meminum OAT karena ada gangguan lever atau ginjal.
Sumber: Majalah Nirmala

Salam, Mengobati Diabetes, Mengusir Diare

Dapur tak ubahnya sebuah apotek kecil. Di sana tersimpan bermacam bumbu dapur yang siap beralih fungsi menjadi obat tradisional. Contohnya daun salam. Bumbu penyedap masakan sambal goreng kentang, gulai tauco, dan nasi uduk ini adalah obat alternatif untuk penyakit kencing manis (diabetes mellitus).
Pengalaman nenek moyang yang diwariskan secara turun temurun serta diperkuat dengan bukti-bukti riset ilmiah, membuktikan daun salam yang mengandung minyak atistri, tanin dan flavonoid, menularkan efek hipoglikemik. Artinya, kombinasi zat-zat kimia yang terkandung dalam daun salam mampu menurunkan kadar gula darah yang melejit di atas normal. Khasiatnya tidak cuma itu. Daun salam juga terbukti efektif menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah, serta mengobati sakit maag (gastritis), katarak, gatal-gatal (pruritus), kudis (scabies) dan eksim (eczema).

Penelitian yang dilakukan secara terpisah oleh Beni Warman dari FMIPA Universitas Andalas dan Retno Sudewi dari Universitas Gajah Mada, memperkuat bukti kehebatan daun salam. Keduanya menyimpulkan fakta bahwa ekstrak daun salam berkhasiat pula menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri penyebab penyakit, seperti bakteri Escherichia coli, Vivrio Cholera dan Salmonella Sp. Berkat daya antibakteri ini, daun salam dapat mengatasi serangan diare.

Tak cuma daun
Selain daun, tanaman salam memiliki bagian lain yang juga berpotensi sebagai obat alam. Kulit pohon dan buah salam juga bisa diramu menjadi obat antidiare. Buah salam punya kelebihan lain, diantaranya bisa menetralisasi efek mabuk yang disebabkan terlalu banyak meneguk minuman beralkohol.

Resep daun salam
.
Diare
Ambil 15 lembar daun salam segar. Cuci bersih. Rebus dalam 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Masukkan sedikit garam. Setelah dingin, saring, lalu minum air rebusan sekaligus.

Kencing manis (Diabetes mellitus)
Ambil 7-15 lembar daun salam segar, cuci bersih. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Biarkan sampai dingin, lalu saring. Minum airnya sekaligus sebelum makan lakukan 2 kali sehari.

Sakit maag
Ambil 15-20 lembar daun salam segar.Cuci bersih. Rebus dalam setengah liter air sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan gula enau secukupnya. Setelah dingi, minum ramuan sebagai teh. Lakukan setiap hari sampai rasa perih di lambung hilang.

Menurunkan tekanan darah tinggi
Ambil 7-10 lembar daun salam, cuci sampai bersih. Rebus dalam 3 gelas air sampai bersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Minum air rebusan 2 kali sehari, masing-masing setengah gelas.
Menurunkan kadar kolesterol
Sediakan 10-15 lembar daun salam segar. Cuci bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai bersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Minum air rebusan sekaligus di malam hari. Lakukan setiap hari.

Mabuk alkohol
Ambil segenggam buah salam masak. Cuci bersihh, lalu tumbuk sampai halus. Peras dan saring airnya. Minum air yang terkumpul sekaligus.

Asam urat tinggi
Ambil 10 lembar daun salam segar, rebus dengan 4 gelas air hingga bersisa 2 gelas. Kemudian saring. Minum selagi hangat.

Eksim
Ambil 10 lembar daun salam segar dan 25 gram kunyit. Tumbuk sampai halus, lalu tambahkan air sedikit dan garam secukupnya. Oleskan pada bagian kulit yang sakit.
Sumber: human health

Seledri

Seledri berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia, dan merupakan tanaman dataran tinggi, yang ditemukan pada ketinggian di atas 900 m dpl. Di daerah ini seledri yang tumbuh memiliki tangkai daun yang menebal. Untuk pertumbuhannya, seledri memiliki memerlukan cuaca yang lembab. Seledri juga bisa ditanam di dataran rendah. Hanya saja ukuran batangnya menjadi lebih kecil dan digunakan sebagai penyedap masakan. Seledri terdiri dari tiga jenis yaitu seledri daun, seledri potongan dan seledri berumbi. Seledri yang banyak ditanam di Indonesia adalah seledri daun.

Terna, tumbuh tegak, tinggi sekitar 50 cm dengan bau aromatik yang khas. Batang persegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, berwarna hijau pucat. Daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai. Anak daun bertangkai yang panjangnya 1-2,7 cm, helaian daun tipis dan rapuh, pangkal dan ujung runcing, tepi beringgit, panjang 2-7,5 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, berwarna hijau keputih-putihan. Bunga majemuk berbentuk payung, 8-12 buah, kecil-kecil, berwarna putih, mekar secara bertahap. Buahnya buah kotak, berbentuk kerucut, panjang 1-1,5 mm, berwarna hijau kekuningan.

Seledri dipanen setelah berumur 6 minggu sejak ditanam. Tangkai daun yang agak tua dipotong 1 cm di atas pangkal daun. Daun muda dibiarkan tumbuh untuk dipanen kemudian. Tangkai daunnya yang berdaging dan berair dapat dimakan mentah sebagai lalap, sedangkan daunnya digunakan untuk penyedap sup. Jika seledri ditanam di daerah tropik, ukurang batangnya kurang besar sehingga seluruh bagian tanaman digunakan sebagai sayur. Seledri dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat dan Khasiat
Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik), sedangkan buah dan bijinya sebagai pereda kejang (antipasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), afrodisak dan penenang (sedatif).

Herba berbau aromatik, rasanya manis, sedikit pedas dan sifatnya sejuk. Herba bersifat tonik, memacu enzim pencernaan (stomatik), menurunkan tekanan darah (hipotensif), penghenti pendarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuretik), peluruh haid, peluruh kentut (karminatif), mengeluarkan asam urat darah yang tinggi, pembersih darah dan memperbaiki fungsi hormon yang terganggu.
Kandungan Kimia

Herba seledri mengandung flavonoid, saponin, tanin 1%, minyak asiri 0,033%, flavo-glukosida (apiin), apigenin, kolin, lipase, asparagine, zat pahit, vitamin (A,B dan c). Setiap 100 gr herba seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 gr, lemak 0,1 gr, karbohidrat 4 gr, serat 0,9 gr, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, yodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 IU, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg dan nikotinamid 0,4 mg. Akar mengandung asparagin, manit, zat pati, lendir, minyak asiri, pentosan, glutamin dan tirosin. Biji mengandung apiin, minyak menguap, apigenin dan alkaloid. Apigenin berkhasiat hipotensif.

Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah seluruh herba, akar dan biji dari buah masak.

Indikasi

Herba berkhasiat untuk pengobatan:
- Tekanan darah tinggi
- Tujuh keliling (vertigo) disertai sakit kepala
- Tungkai bengkak karena timbunan cairan
- Masuk angin, mual, kolik
- Diare
- Rematik gout, asam urat, darah tinggi
- Bronkitis, batuk
- Mata kering (xeroftalmia)
- Tidak nafsu makan- psoriasis, alergi
- Kencing berdarah
- Keluhan menopause, gangguan menstruasi
- Penyubur rambut

Akar berkhasiat untuk pengobatan :
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol darah tinggi
- Air seni mengandung lemak
- Kolik

Biji berkhasiat untuk pengobatan :
-Rheumatiusm, rematik gout dan asam urat darah tinggi
- Bronkhitis, asma
- Penyakit pada hati dan limpa
- Kolik
- Sakit perut setelah melahirkan

Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus 30-40 lembar daun, lalu air rebusannya diminum. Cara lain, rebus 1,3-3,9 gr biji dengan api kecil selama 3 jam, lalu rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu turapkan pada bisul dan bagian tubuh yang meradang.

Efek farmakologis dan hasil pemakaian
* Infus daun seledri dengan kadar 10% sebanyak 5 ml/kg bb akan memberikan efek penurunan kadar asam urat darah kera secara nyata, jika dibandingkan dengan pemberian probenecid 20 mg/kg bb pada 3,4,5 dan 6 jam pemberian. Akan tetapi, akan berbeda nyata jika dibandingkan dengan probenecid pada 7,5 dan 9 jam pemberian (Fimelda Winata, FF WIDMAN, 1988)
* Pemberian ekstrak seledri dengan cara peras maupun refluks menunjukkan penurunan tekanan darah kucing (Aaltje Dondokambey, JF FMIPA UNHAS, 1985)
* Alkaloid yang terkandung dalam biji seledri mempunyai efek sedatif dan antikonsulvan pada tikus
* Minyak menguap pada biji seledri dapat menghambat perkembangan jamur, seperti Histoplasma capsulatum dan Candida albicans

Contoh pemakaian
Rematik gout
* Potong 1 genggam daun dan batang seledri kecil-kecil, lalu rebus dalam 2 gelas air samapi tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus
* Iris 1 buah bongol seledri tipis-tipis. Seduh dengan 3 cangkir air panas, lalu minum ramuan ini sebagai teh
* Cuci 30-40 lembar daun seledri, lalu siram dengan air panas. Selanjutnya, makan sebagi lalap saat makan. Lakukan 2 kali sehari
* Rebus 2 sendok makan biji seledri dalam 2 liter air selama 3 jam dengan api kecil. Minum air rebusannya selagi panas sebanyak 1 cangkir sehari 3-4 kali

Mata kering (xeroftalmia)
* Makan daun seledri sebagai lalap segar bersama-sama dengan makan nasi. Lakukan tiap hari
* Cuci daun seledri, daun bayam dan daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) masing-masing 1/3 genggam sampai bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan garam dapur seujung sendok teh dan 3/4 cangkir air masak. Remas campuran ini sampai merata, kemudian peras dan saring. Minum air perasannya sekaligus, lakukan 3 kali sehari.

Tekanan darah tinggi
1. Cuci 100gr seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 cangkir air, lalu peras dan saring. Selanjutnya tim samapi mendidih. Setelah dingin, bagi untuk 2 kali minum, pagi dan siang hari.
2. Cuci 16 batang seledri seutuhnya sampai bersih dan potong-potong secara kasar, lalu masukkan ke dalam panci email. Tambahkan 2 gelas air bersih lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 nya. Setelah dingin, airnya diminum dan seledrinya dimakan. Lakukan 2 kali sehari, masing-masing separuhnya

Bronkitis
Cuci 60gr seledri segar, 10gr kulit jeruk mandarin kering dan 25gr gula aren samapi bersih. Lalu potong-potong seperlunya. Masukkan kedalam panci email, lalu tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus sampai airnya terisisaa separuhnya. Setelah dingin saring dan air saringannya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari, masing-masing 3/4 gelas.

Batuk
Cuci 30gr seledri segar seutuhnya, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu secukupnya. Gunakan ramuan ini untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.

Kolik, sakit perut setelah melahirkan
Sediakan 60 gr seledri segar seutuhnya, 1 ruas jari tangan jahe merah dan sepotong gula aren. Cuci bahan-bahan tersebt dan potong-potong seperlunya, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.
Psoriasis, alergiSediakan 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang dan 1 buah bit ukuran sedang. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu dijus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan 2 kali sehari

Menurunkan kadar kolesterol yang tinggi
Cuci 30 gr akar seledri sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

Penyubur rambut
Cuci 7-10 tangkai daun seledri sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Setelah dikeramas, gosokan tumbukan daun seledri tersebut ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai, bungks rambut dengan handuk selama kurang lebih 1 jam. Selanjutnya, bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

Catatan :Ramuan ini jangan digunakan oleh seseorang yang air seninya mengandung zat putih telur (protein +)Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty