Tampilkan postingan dengan label Hepatitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hepatitis. Tampilkan semua postingan

Tinggi, Kasus Hepatitis C Akibat Narkoba Suntik


Data terbaru Departemen Kesehatan (Depkes) menunjukkan kasus hepatitis C di Indonesia paling banyak ditemukan di kalangan pengguna jarum suntik narkoba.

Berdasarkan hasil Evaluasi Pengumpulan Data Hepatitis C Tahap I yang dilakukan Depkes terungkap bahwa hampir 40  persen pasien hepatitis C yang terdata mengaku menggunakan jarum suntik narkoba. Sedangkan kasus yang disebabkan perilaku seks tidak aman, tato, transfusi darah, penularan dari keluarga yang positif dan lain-lain persentasenya relatif lebih kecil.


Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PP & PL) Depkes, DR. Dr. Tjandra Yoga Aditama, menyatakan tinggi kasus yang disebabkan penggunaan jarum suntik ini menjadi catatan penting yang harus ditindaklanjuti.

Dari total sebanyak 5.870 kasus hepatitis di Indonesia berdasarkan hasil pendataan tahap pertama yang dilakukan  Oktober 2007 hingga 9 September 2008, 40 persen di antaranya berasal dari pengguna jarum suntik.

"Dari kasus yang dilaporkan berdasarkan pengakuan pasien, 40 persen kasus hepatitis C berasal dari pengguna jarum suntik. Ini adalah masalah besar untuk penularan penyakit,  bukan hanya HIV AIDS tetapi juga hepatitis  " ujar Tjanda di sela-sela  Peluncuran Program Pendataan Penyakit Hepatitis C Tahap II di Jakarta, Kamis (11/10).

Pada tahap I, program pendataan hepatitis C telah dilaksanakan di 11 provinsi dengan 49 unit pelapor terdiri dari 13 rumah sakit, 24 laboratorium dan 12 unit transfusi darah.  Provinsi tersebut adalah DKI, Sumut, Sumsel, Jabar, Jateng, Jatim, Sulses, Sulut, Bali, Kalbar dan Papua.  Pada tahap ini, tingkat partisipasi unit yang terlibat mencapai 96 persen melampaui target yang ditentukan.

Program pendataan penyakit Hepatitis C  merupakan kerjasama antara Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen P2PL) dan PT Roche Indonesia. Program tahap II akan berlangsung dari tanggal 1 Oktober sampai 31 Maret di 10 provinsi dengan 135 unit pelapor yang tersebar. (kompas, 11 September 2008)

Bangle Atasi Rematik, Masuk Angin, dan Lemak Tubuh

Kompresan bangle sembuhkan rematik Maria. Rimpang tanaman ini punya banyak khasiat. Seorang ibu turun brat badannya dari 74 kg menjadi 64 kg setelah minum air rebusan bangle selama 6 bulan.
Maria (64), ibu rumah tangga, telah 5 tahun mengalami rematik. Berbagai obat antinyeri telah ia coba, namun kekambuhan terus menghantuinya. Setiap kali obatnya habis, pergelangan kedua kakinya membengkak. Ini membuat jalannya tertatih-tatih. Seabrek pantangan harus dijalani, seperti tidak makan emping, jeroan, bayam dan buncis.
Lima bulan lalu, ia mencoba resep dari seorang sinse di Jembatan Lima, Jakarta Barat, berupa kompresan bangle. Tanpa dinyana, gangguan rematik tak lagi mengganggunya.

Yosep (35), bulan lalu diketahui mengidap penyakit hepatitis A. Oleh Sinse David Sungahanda, dari Klinik Lotus, Jakarta, ia dianjurkan mengonsumsi ramuan bangle dicampur temulawak, air gula, dan madu. Hasilnya, Yosep terbebas dari penyakit hepatitis A.

Ade (39), ibu rumah tangga, turun berat badannya, dari 74 kg menjadi 64 kg, setelah minum air rebusan bangle sehari sekali selama 6 bulan. Menurut Sinse David, yang merawat Ade, bangle mengandung asam organik yang berkhasiat mengurangi lemak tubuh. Selain itu, air rebusan bangle bersifat hangat dan melapisi dinding usus.

Di lingkungan keluarga, Sinse David telah memanfaatkan bangle untuk kerokan ketika bayinya susah tidur dan rewel. Caranya, parutan rimpang bangle dibalurkan ke punggung bayi sambil diusap-usap dan ditekan. Ia juga meresepkan bangle untuk gangguan sakit saat buang air kecil.
Air rendaman bangle juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut karena sifatnya hangat bak jahe. Setelah istrinya melahirkan, David memborehkan parutan bangle di perutnya.
Bangle mempunyai nama Latin Zingiber cassumunar Roxb. Oleh masyarakat Indonesia biasa dipakai sebagai penangkal energi jahat untuk bayi yang baru lahir. Umbi yang wangi ini juga mampu melangsingkan, meredakan demam, migrain, sakit kuning, cacingan, bahkan nyeri sendi.
Pedas dan Pahit
Bangle tumbuh di Asia Selatan, dari India hingga Indonesia. Di Jawa, tanaman yang disebut unin makei ini ditanam di pekarangan yang cukup mendapat sinar matahari. Pada tanah yang becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpangnya cepat busuk.

Herba ini tingginya 1-1,5 meter, membentuk rumpun yang padat. Helaian daun berbentuk lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm. Rimpang bangle menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebalnya 2-5 mm. Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kecoklatan. Rasanya pedas dan pahit.

Dijelaskan oleh Hieronymus Budi Santoso, penulis buku pertanian dan tenologi tepat guna dari Yogyakarta, rimpang bangle mengandung zat-zat kimia berupa sineol, pinen dan seskuitterpen seskuitterpen. Rimpang tanaman ini juga mengandung mineral, albuminoid, lemak, getah yang pahit, dan asam-asam organik.

Efek farmakologis rimpang ini adalah penurun panas (antipiretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorani), pembersih darah, pencahar (laksan), dan obat cacing (vermifuge). Khasiat rimpang bangle menurut Hieronymus, untuk obat asma dan rematik.

Menurut Dr. Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta, rematik tidak hanya menyerang persendian, tapi juga otot atau tendon. Penyebabnya bisa karena infeksi, seperti halnya penyakit kencing nanah, yang jika tidak diobati akan menimbulkan rematik. Karena itulah, bangle mampu meredam sakit rematik.

Khasiat lainnya, daunnya berguna untuk perangsang nafsu makan. Selain itu untuk obat sakit perut karena berkhasiat membersihkan darah dan sebagai peluruh kentut.

Dari demam Hingga Cacingan
Menurut Sinse David Sungahanda dari Klinik Lotus, Jakarta dan H. Sarah Kriswanti, Herbalis dari Bandung, untuk pemakaian dalam, rebus 3 jari tangan rimpang bangle. Untuk pemakaian luar, 5 jari tangan rimpang bangle dicuci bersih, lalu diparut. Dipakai sebagaii tapal atau boreh saat sakit kepala, pegal linu, dan mengecilkan perut sehabis melahirkan.

Berikut contoh pemakaian bangle untuk mengatasi:
1. Demam Masuk Angin
Ambil 15 g rimpang bangle segar cuci lalu parut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas dan 2 sendok makan madu. Aduk merata lalu peras dan saring. Minum 2 kali sehari.

2. Perut Mulas
Ambil setengah jari tangan rimpang bangle, rimpang jahe, kencur dan lempuyang wangi, cuci bersih, lalu iris tipis-tipis. Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas. Saring, minum ketika dingin.

3. Sakit Kepala
Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai sebagai pilus pada dahi.

4. Sakit kuning
Setengah jari rimpang bangle dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan madu masing-masing 1 sendok makan. Peras dan saring, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.
5. Nyeri Sendi (Rematik)Rimpang segar secukupnya dicuci lalu diparut, tambahkan arak sampai menjadi adonan seperti bubur encer. Borehkan ke bagian sendi yang sakit.

6. Cacingan
Tiga jari rimpang bangle, 2 jari temu hitam, 5 biji ketumbar, dan 5 lembar tangkai daun sirih dicuci lalu diiris tipis-tipis kemudian ditumbuk halus. Tambahkan 1/2 cangkir air masak, aduk merata. Setelah diperas dan disaring, ramuan bisa diminum.
Selain itu, bangle juga bisa digunakan untuk:
- Mengecilkan perut setelah melahirkan
Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu diparut, borehkan pada perut.

- Mengurangi lemak tubuh.
a.Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi 2, minum tiap pagi dan sore hari.
b. Setengah jari rimpang bangle, 1/2 jari rimpang temu giring, 3/4 jari rimpang lempuyang wangi, 1/4 genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, dibagi 3, minum tiap pagi, siang, dan malam.

c. Rimpang bangle dan rimpang temu hitam masing-masing 1/2 jari tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas-remas. Peras dan saring, minum. Lakukan 2-3 kali sehari.
Sumber: Senior

Bunga Tasbih Singkirkan Keputihan dan Batuk Darah

Rebusan daun siring diyakini dapat mengobati keputihan dan mengurangi lendir di vagina. Padahal ada banyak tanaman obat lain yang punya khasiat serupa, sebut saja tasbeh. Tanaman ini juga mampu mengatasu hepatitis, batuk darah, dan wasir.

Sundari (34), karyawati perusahaan tekstil di Cibinong, Bogor, kerap mengalami keputihan. Gangguan itu menimbulkan bau tak sedap. Akibatnya, suaminya jarang "mengunjungi" kala aroma tak sedap itu datang. Beberapa terapi telah dijalani, tetapi belum jua membuahkan hasil. Lewat informasi yang dimuat di surat kabat terbitan Solo, Sundari mencoba resep antikeputihan berbahan baku tanaman tasbeh. Alhasil, ramuan rimpang tasbeh, beras ketan, dan daging ayam, mampu menghilangkan gangguan yang dialaminya.

Efal (40), karyawan perusahaan telekomunikasi, Jakarta, memberikan rebusan bunga tasbeh kepada neneknya yang mengalami batuk darah. Setelah tiga hari mengonsumsi 1 gelas ramuan tasbeh, neneknya terbebas dari gangguan itu.

Tanaman tasbeh tergolong tumbuhan liar,tumbuhan bernama latin Canna indica ini hidup liar di hutan dan pegunungan. Meski begitu Anda juga bisa menjumpainya sebagai tanaman hias di pekarangan dan taman kota.

Tanaman yang sering disebut bunga kana dan di Makasar disebut tasabe ini berasal dari daerah tropis di benua Amerika. Tumbuhan ini mampu hidup di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut.

Tasbeh tumbuh besar, tegak, dengan tinggi mencapai dua meter. Di dalam tanah, tanaman ini mempunyai rimpang tebal mirip ubi. Daunnya besar dan lebar, menyirip jelas. Warnanya hijau atau merah tengguli. Bunganya besar dengan arna-warna cerah, seperti merah dan kuning yang tersusun dalam bentuk tandan.

Tanaman yang buahnya berupa uah kotak, bentuk bola, dindingnya kasar ini ditanan orang Australia sebagai penghasil tepung. Dikenal sebagai Arowroot of Queensland.

Menurut Yellia Mangan, herbalis di Jakarta, rimpang tanaman ini rasanya manis, sifatnya sejuk. Umbinya berkhasiat penyejuk, pereda demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretik), penenang (tranquilizer) dan menurunkan tekanan darah (hipotensif). Bunganya berkhasiat hemostatis.

Dijelaskan Dr, Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI jakarta, rimpang tasbeh mengandung substansi fenol, 2 terpene, 4 koumarin, pati, glukosa, lemak, alkaloid, dan getah. Daunnya mengandung tanin dan sulfur, Rimpangnya baik digunakan untuk gangguan demam, tekanan darah tinggi, disentri kronis, wasir, keputihan, dan radang hati akut disertai kuning. Yellia menambahkan rimpang tasbeh lebih baik ketimbang daun sirih bila digunakan untuk mengobati keputihan.

Dr, Setiawan menguraikan cara pemakaian yang tepat untuk pengobatan. Rebus rimpang kering 15-30 gr atau yang segar (30-60 gr), lalu minum. Jika menggunakan bunga, rebus bunga kerung (10-15 gr), lalu minum. Untuk pemakaian luar, cuci rimpang segar, lalu tumbuk sampau halus. Tempelkan ke tempat yang sakit, seperti luka berdarah, radang kulit bernanah, jerawat dan bagian yang memar.

Juga mampu atasi gangguan wasir

Berikut beberapa pemakaian tanaman tasbeh untuk kesehatan yang ditawarkan Dr. Setiawan dalimartha.

1. Hepatitis Ikterik Akut

Bahan: 60-120 mg rimpang tasbeh, air.Cara: Cuci 60-120 gr rmpang tasbeh, lalu potong tipis-tipis. rebus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya. Dinginkan dan saring, lalu minum sehari dua kali. Sekali minum tigaperempat gelas. Lakukan secara teratur selama 20 hari, maksimal selama 47 hari. Dosis maksimal sehari 250 gr. Khasiat akan tampak setelah satu minggu. Bagian putih bola mataa dan kulit yang menguning akan cepat emudar jika rebusan tanaman ini diminum secara teratur.

2. Darah haid banyak, batuk darah
Bahan: 10-15 gr bunga tasbeh kering, airCara: Rebus 10-15 gr bunga tasbeh kering dengan dua gelas air hingga tersisas satu gelas. Setelah dingin saring dan minum sekaligus./ Lakukan 2-3 kali sehari.

3. Keputihan
Bahan: Rimpang tasbeh kering, ketan, dan daging aaayam, masing-masing 30 gr.Cara: Bersihkan rimpang tasbeh dan daging ayam, lalu iris tipis-tipis. Masukkan semua bahan ke dalam mangkuk email, tambahkan air sampai semua bahan terendam dan permukaan air kira-kira 2 cn di atasnya, lalu tim. Setelah masak, semua bahan bisa dimakan sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

4, Wasir
Bahan: 60 gr rimpang tasbeh, airCara: Cuci 60 gr rimpang tasbeh, llau potong tipis-tipis. rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masing-masing setengah gelas.
Sumber: Senior

Daun Sendok

Daun sendok merupakan gulma di perkebunan teh dan karet, atau tumbuh liar di hutan, ladang, dan halaman berumput yang agak lembab, kadang ditanam dalam pot sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan ini berasal dari daratan Asia dan Eropa, dapat ditemukan dari daratan rendah sampai 3.300 dpl. Tumbuhan obat ini tersebar luas di dunia dan telah dikenal sejak dahulu kala serta merupakan salah satu dari 9 tumbuhan obat yang dianggap sakral di Anglo Saxon.

Tena menahun, tumbuh tegak, tinggi 15 - 20 cm, Daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar. Bentuk daun bundar telur sampai lanset melebar, tepi rata atau bergerigi kasar tidak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, pertualangan melengkung, panjang 5 - 10 cm, Lebar 4-9 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuktersusun dalam bulir yang panjangnya sekitar 30 cm, kecil-kecil, warna putih. Buah lonjong atau bulat telur, berisi 2-4 biji berwarna hitam dan keriput. Daun muda bisa dimasal sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji.

Sifat dan Khasiat
Herba ini bersifat manis dan dingin. Berkhasiat sebagai antiradang, antiseptik, peredam demam (antiperik), peluruh kencing (diuretik), peluruh dahak (ekspektoran), obat batuk (antitusif), penghentian pendarahan (hemostatis), astrigen, menerangkan penglihatan dengan menormalkan aktivitas organ hati yang berlebihan, dan menghilangkan haus.

Biji bersifat manis, dingin, masuk meridian ginjal, hati, usushalus dan paru. Berkhasiat sebagai diuretik, afrodisiak, menyehatkan paru, ekspektoran, pencahar (laksans), meredakan panas hati dan menerangkan penglihatan. Rebusan biji meningkatkan pengeluaran urea, asam urat, dan sodium chloride.

Kandungan KimiaHerba ini mengandung plantagin, aukubin, asam ursolik, b -sitosterol, n-hentriakontan, dan plantagluside yang terdiri dari methyl D-galaktosa, L-arabinosa dan rhammosa. Juga mengandung tanin, kalium dan vitamin (B1, C, A). kalium bersifat peluruh kencing dan melarutkan endapan garam kalsium yang tersapt dalam ginjal dan kandung kencing. Zat aktif aukubin selain berkhasiat melindungi hati terhadap pengaruh zat beracun yang dapat merusak sel-sel hati (hepatoprotektor), juga berkhasiat antiseptik.

Biji (che qian zi) daun sendok mengandung asam planteroklik, plantasan (dengan komposisi xylose, arabinose, asam galacturonat dan rhamnose), protein, musilago, aucubin, asam suksinat, adenin. Cholin, katalpol, syringin, asam lemak (palmitat, stearat, arakidat, oleat, linolenat dan linoleat), serta flavanone glycoside. Sedangkan bagian akar mengandung naphazolin.
Bagian yang DigunakanHerba, biji, akar. Biji dikumpulkan setelah masak lalu digongseng dengan air asin.

Indikasi
Herba berkhasiat mengatasi

* Gangguan pada saluran kencing seperti infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak karena penyaki ginjal, (nefotik edema), kencing sedikit karena panas dalam, * Batu empedu, batu ginjal,
* Radang prostat (prostatitis)
* Influenza, demam, batuk rejan, (pertusis), radang saluran napas (bronkitis),
* Diare, disentri, nyeri lambung,
* Radang mata merah (konjungtivitas), menerangkan penglihatan yang kabur,
* Kencing manis (DM)
* Hepatitis akut disertai kuning (hepatitis ikterik akut),
* Cacingan, gigitan serangga, dan
* Pendarahan seperti mimisan, batuk darah.

Akar berkhasiat mengatasi

* Keputihan (leukore) dan nyeri otot
Biji berkhasiat mengatasi
* Gangguan pencernaan pada anak,
* Perangsangan birahi (afridisoak), beser mani (spermatorea),
* Kencing sakit (disuria), sukar kencing, rasa penuh di perut bagian bawah,
* Diare, disentri
* Cacingan
* Penglihatan kabur
* Mata merah, bengkak dan terasa sakit akibat panas ada organ hati
* Batuk disertai banyak dahak
* Biri-beri, darah tinggi (hipertensi)
* Sakit kuning (juandince), dan
* Rematik gout.

Cara Pemakaian
Herba kering sebanyak sebanyak 10 - 15 g atau yang segar sebanyak 15 - 30 g direbus, lalu diminum airnya. Bisa juga herba segar ditumbuk lalu lalu diperas dan disaring untuk diminum.
Untuk pemakaian bijinya, siapkan 10 - 15 g biji daun sendok, lalu direbus dan diminum airnya. Untuk pemakaian luar, herba segar dipipis lalu dibubuhkan pada luka berdarah, tersiram air atau bisul lalu dibalut. Pemakaianjuga bisa dengan cara direbus, lalu airnya untuk kumur-kumur pada radang gusi dan sakit tenggorok. Bisa juga digunakan dengan cara digiling halus, lalu dibuat salep untuk mengatasi bisul, bisul, dan koreng.

Contoh Pemakaian

Melancarkan Kencing
Herba daun segar sebanyak 6 ons dicuci, tambahkan gula batu secukupnya. Bahan tersebut direbus dengan 3 liter air rebusannya tersisa separo. Minum seperti air the, habiskan dalam sehari. Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Peras dan saring sampai airnya terkumpul ½ geals. Tambahkan madu 1 sendok makan, lalu diminum sekaligus.

Kencing Berdarah
Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Peras dan saring sampai airya terkumpul 1 gelas. Minum sebelum makan

Disentri Panas
Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk halus. Peras dan saring sampai terkumpul 1 gelas. Tambahkan madu 2 sendok makan sambil diaduk merata. Air perasan tersebut lalu ditim sebentar. Minum sekaligus selagi hangat.

Disentri basiler, diare
Herba daun sendok segar sebanyak 30 g setelah dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air sampai air rebusannya tinggal 1 gelas. Setelah dingin disaring , airnya diminum sehari 2 kali, masing-masing ½ gelas.

Mimisan
Daun sendok segar sebanyak 15 g dicuci lalu dipipis, seduh dengan secangkir air panas. Setelah dingin diperas dan disaring, lalu diminum sekaligus.

Batuk berdahak, batuk darah
Herba daun sendok segar sebanyak 60 g dicuci lalu tambahkan air bersih sampai terendam dan 30 g gula batu. Ditim sampai mendidih selama 15 menit. Minum selagi hangat.

Bronkitis
Herba daun sendok segar sebanyak 30 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring minum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas . Lakukan selama 1 - 2 minggu

Kencing manis
Herba daun sendok segar 1 tanaman seutuhnya dan daun salam 7 lemabr direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin airnya disaring lalu diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Kencing batu
Herba daun sendok segar sebanyak 30 g dan 7 lembar daun avokad dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin airnya disaring lalu diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Hepatitis akut disertai ikterik (kuning)
Seluruh bagian tumbuhan daun sendok segar sebanyak 60g dicuci. Setelah bersih masukkan ke dalam panci email, lalu tambahkan 30 g gula batu serta 3 gelas air. Rebus sampai airnya tersisa 1,5 gelas. Setelah dingin disaring, masing-masing 3/4 gelas. Nafsu makan biasanya timbul dalam 5 - 7 hari, sedangkan warna kuning menghilang dalam 14 hari.

Luka berdarah
Herba daun sendok segar secukupnya dicuci lalu ditumbuk. setelah halus lalu diperas. Air yang terkumpul untuk mengompres lukanya.

Bisul
Herba daun sendok segar sebanyak 1 tanaman dicuci lalu ditumbuk halus. Tambahkan air kapur sirih secukupnya sambil diaduk rata hingga menjadi seperti bubur. Turapkan pada bisul, lalu dibalut. Sehari diganti 2 kali. Biji daun sendok karing digiling halus sampai menjadi bubuk. Tambahkan vaselin secukupnya, lalu oleskan pada bisul. Ramuan ini akan mengurangi peradangan kulit dan pebentukan nanah pada bisul maupun abses

Perangsang nafsu seks
Biji daun sendok kering digiling halus sampai menjadi bubuk. Seduh dengan 100cc air panas. Selagi hangat tambahkan madu sebanyak 3 sendok makan sambil diaduk rata, lalu minum sekaligus.

Gangguan pencernaan pada anak
Biji disangrai, lalu digiling halus menjadi bubuk. Bubuk ini diseduh dengan 1/2 cangkir air panas, minum selagi hangat. Dosis: umur 4 - 12 bulan 0,5 g/kali., 1 - 2 tahun: 1 g/kali; sehari 3 - 4 kali

Keputihan
Akar daun sendok sebanyak 10 g dicuci lalu ditumbuk sampai halus. Tambahkan air cucian beras ketan secukupnya sambil diaduk merata. Peras dan saring, hasilnya diminum sekaligus.

Catatan
Supaya tidak lengket ke panci atau dengan simplisia yang lain, biji daun sendok harus dimasukkan ke dalam kantong plastik bila ingin direbus.
Sumber: PdPersi

Inggu untuk hepatitis

Tanaman ini bisa dibilang langka karena hanya dapat dijumpai di dataran tinggi. Meski begitu, getah batangnya mudah ditemui di toko jamu. Getah inggu yang diseduh dengan air bisa menyembuhkan sakit lever, sedangkan daunnya untuk mengobati histeris.

Sesuai dengan jenisnya yang merupakan tanaman perdu, inggu atau dalam bahasa Latin disebut Ruta angustafiola L, Pers, tidak tumbuh terlalu tinggi. Tumbuh di daerah sejuk, tinggi pohon inggu hanya berkisar 30 hingga 150 cm.

Getah Batang
Efek farmakologis didapat dari penggunaan daun serta batang dan getahnya yang sering dipakai sebagai jamu. Getah batang inggu banyak dijual oleh pedagang jamu di pasar.

Selain bentuk tanamannya yang sedang dan daunnya yang kecil, inggu bisa dikenali dari baunya yang menyengat. Terlebih lagi jika daunnya diremas. Rasanya pahit dan pedas.

Meskipun begitu, inggu punya banyak khasiat. Getah inggu yang dicampur dengan kunyit yang bisa digunakan untuk mengatasi gatal. Karena itu, inggu sering digunakan untuk membunuh tungau dan menstimulasi kulit.

Ramuan inggu juga bisa digunakan untuk mengobati orang yang mengalami histeria. Caranya dengan menempelkan ramuan daun inggu pada pergelangan tangan dan pelipis penderita.
Hal yang sama juga dapat dilakukan bagi penderita demam. Terlebih lagi demam yang bisa mengakibatkan kejang pada anak. Sebab, inggu dikenal memiliki sifat antikejang.

Khasiat lain inggu adalah sebagai penawar bisa, pembius, anti peradangan, pereda nyeri dan panas, diuretik dan merangsang nafsu makan. Diyakini pula inggu bersifat antiafrodisiak dan dapat memperlambat denyut jantung.

Literatur lain menyebutkan, di Malaysia, getah inggu digunakan sebagai obat tetes telinga. Bagi masyarakat Jawa, daun inggu dipakai sebagai bahan campuran obat batuk.

Namun secara tradisonal, inggu kerap digunakan sebagai rempah-rempah. Meski begitu, bila dipakai berlebihan inggu akan sangat berbahaya. Sebab, potensial menimbulkan toksik atau racun.

Misalnya saja, penggunaan ramuan inggu secara internal dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan perdarahan dan keguguran pada wanita hamil. Karena itu, perempuan hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi ramuan ini. Sebab, efek meluruhkan tersebut bisa menimbulkan terjadinya keguguran.

Penggunaan secara berlebihan juga dapat mengakibatkan kejadian muntah, sakit maag, pembengkakan di lidah, kedinginan, bahkan kematian. Namun, sejauh ini belum pernah dilaporkan terjadinya kematian akibat minum ramuan inggu.

Beberapa contoh ramuan
Beberapa contoh ramuan yang dibuat oleh Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Taman Sringanis, Bogor, bisa dicoba untuk penyakit-penyakit berikut ini:
Hepatitis
Getah batang inggu yang sudah kering sebesar biji kedelai dimasukkan ke dalam segelas air panas. Tunggu hingga larut. Setelah itu siap diminum.

Stuip/kejang pada anak
Daun Inggu segenggam ditumbuk bersama dengan parutan 1-2 butir bawang merah. Setelah tertumbuk rata, tempelkan di ubun-ubun anak. Untuk anak yang pingsan, ciumkan daun inggu di hidungnya.

Demam pada anak
Daun inggu 3-5 helai, diremas bersama dengan bunga seruni satu buah dan air hangat secukupnya. Usapkan pada tubuh anak menggunakan handuk kecil.

Penawar bisa kalajengking atau lipan
Segenggam daun inggu direbus dengan satu gelas air hingga tersisa setengahnya. Airnya diminum dan ampasnya ditempelkan pada bagian yang digigit.

Demam kuning
Daun inggu segenggam, temulawak segar sebesar telur ayam, dan tiga pohon kecil meniran direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum, selagi hangat.

Ketombe dan kurap
Daun inggu segar 3-5 helai dan rimpang kunyit satu ruas jari tangan dipipis hingga berbentuk pasta dengan tambahan sedikit air.

* Untuk ketombe, rambut dibasahi, kemudian lumuri dengan ramuan inggu. Garuk dengan bantuan ujung tangan atau sisir. Jika sudah terkelupas, keramas dengan menggunakan sampo biasa. Ulangi selama empat hari.
* Untuk kurap, ramuan dibalurkan pada bagian yang terkena kurap setiap tiga jam.

Gangguan lever

* Daun inggu 25 gram direbus bersama brotowali 15 gram dan kunyit 10 gram dengan tambahan air secukupnya. Rebus hingga air tersisa separuhnya. Diminum secara rutin tiga kali sehari.
* Sepertiga genggam daun inggu direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa 1,5 gelas. Tambahkan gula batu. Minum dua kali sehari, masing-masing setengah gelas.

Sumber: Senior

Ki Urat

Tumbuhan yang nama latinnya Plantago major (L.) ini berbatang basa dan merupakan gulma di perkebunan karet dan teh. Juga biasa tumbuh liar di hutan, ladang atau halaman berumput lembab. Di Inggris dan sekitarnya tanaman ini merupakan 9 dari tanaman obat yang dianggap sakral.

Tingggi tanaman ini bisa mencapai 15-20 sentimeter. Daunnya berbentuk bulat telur dan bunganya berwarna cokalt kemerahan atau kuning keabu-abuan. Dengan tepi daun rata atau bergerigi kasar tidak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, daun tanaman ini memiliki panjang 5-10 cm, lebar 4-9 cm dan berwarna hijau. Buah tanaman ini berbentuk lonjong atau bulat telur, berisi 2-4 biji yang warnanya hitam keriput. Daun muda tanaman ini bisa dimasak untuk sayur.

Berikut ini beberapa ramuan yang diperoleh dari beberapa sumber salah satunya daru Kebun Tanaman Obat "Karya Sari".

Batu Ginjal

Cara I

Bahan:7 gram herba daun sendok segar7 gram akar alang-alang2 gram daun keji beling segar6 gram herba kumis kucing segar2 gram herba meniran segar130 ml air
Cara mengolah:Semua bahan dipipis atau digilas halus atau diblender kemudian disaring.
Cara pemakaian:Diminum 1 kali sekaligus dan dilakukan selama 14 hari.

Cara II(Bisa dipakai juga untuk penyakit Cacingan)

Bahan:20 gram daun kiurat2 gelas air
Cara mengolah:Daun kiuraat direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tinggal setengah. Minum ramuan dua kali sehari.

Hepatitis, Radang Usus

Bahan:1 genggam herba daun sendok segar7 keping rimpang temu lawak segarAir secukupnya
Cara mengolah:Rimpang temu lawak segar disangrai, kemudian dipipis bersama herba daun sendok.
Cara pemakaianDiminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan:Diulang selama 7 hari sampai 14 hari. Pada minggu kedua 2 hari sekali, pada minggu ketiga 3 hari sekali.

Wasir

Bahan:1 genggam herba daun sendok segar7 helai daun wungu segar100 ml Air
Cara mengolah:Dibuat infus atau diseduh
Cara Pemakaian:Diminum 1 kali sehari 100 ml, diulang selama 14 hari.

Rematik

Bahan:Herba daun sendok segar secukupnyaAir secukupnya
Cara mengolah:Dipipis hingga berbentuk pasta
Cara pemakaian:Dioleskan pada bagian yang sakit dan diperbarui setiap 3 jam.

Diabetes

Bahan:15 gram daun sendok brotowali seukuran jari telunjuk sedikit daun kumis kucing1 sendok teh adas1 sendok teh pulosari3 gelas air
Cara mengolah:Semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal 2 gelas. Saring, lalu minum 1 gelas setiap habis makan.

Keputihan

Bahan:10 akar pohon daun kiuraat segar sedikit air cucian beras ketan
Cara mengolah:Akar dilumatkan dengan air cucian beras ketan. Saring lalu minum ramuan sekaligus. Lakukan sekali sehari.

Bisul

Bahan:3 helai daun urat2 gelas air
Cara mengolah:Daun urat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengahnya. Minum ramuan ini dua kali sehari.

Nyeri Urat/Otot

Cara I
Bahan:5 lembar daun sendok
Cara mengolah:Daun sendok dilumatkan, lalu digosokkan pada bagian yang sakit.

Cara II
Bahan:Akar daun sendok secukupnyaMinyak kelapa secukupnya
Cara mengolah:Akar daun sendok dimasak dengan minyak kelapa. Minyak yang dihasilkan dipakai untuk mengolesi bagian yang sakit.

Digigit Serangga

Bahan:Beberapa helai daun sendok
Cara mengolah:Daun sendok ditumbuk halus, lalu tempelkan pada luka.

Kudis

Bahan:5 helai daun sendok7 helai daun sambiloto2 gelas air
Cara mengolah:Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini dua kali sehari.

Sumber: Senior

Krokot

Tumbuhan melata di tanah atau bebatuan dengan daun berwarna hijau selebar biji kwaci, dan batangnya merah. Tanaman ini dikenal juga dengan nama daerah gelang, resereyan, dan jalu-jalu kiki.

Sifat khas:Rasanya asam, krokot diyakini dapat menurunkan panas, menghilangkan rasa sakit, peluruh kencing, antitoksin, penenang, menurunkan gula darah, anti skorbut (karena kekurangan vitamin c), menguatkan jantung, menghilangkan bengkak, dan melancarkan aliran darah.

Bagian yang digunakan:Seluruh bagian krokot, mulai dari batang, akar dan daun. Baik yang masih segar atau yang telah dikeringkan. Cara pengeringannya mulai dari dicuci bersih, diuapkan, lalu dijemur kemudian digiling menjadi bubuk untuk disimpan. Bisa juga langsung disimpan dalam bentuk tablet atau kapsul, bila memang sudah memiliki alat pengemasannya.

Khasiat :

1. Bisul
Untuk bisul minum teh krokot setiap hari sebanyak sepertiga cangkir teh, hingga bisul dirasakan mengempis dan kering atau hilang sama sekali.

2. Kencing darah
Krokot yang sudah dalam bentuk herba sebanyak 100 gram digodok bersama herba daun sendok sebanyak 25 gram. Saring airnya dari ampas herba, hangatkan dan minum. Lakukan hingga kencing darah berhenti.

3. Jantung berdebar
4 batang krokot dicuci lalu digiling, tambah setengah cangkir air putih matang, dan satusendok makan madu. Kemudian diperas dan disaring airnya lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari hingga gejala jantung berdebar berkurang atau berhenti sama sekali.

4. Gugup dan gelisah
Herba krokot segar sebanyak 25 gram dikukus sebentar lalu digiling halus dan diperas. Minum air perasannya setelah tidak panas. Lakukan hingga gejala gugup dan gelisah mereda.

5. Demam
2 batang krokot dicuci dan direbus, tetapi tidak perlu sampai matang, makan. Lakukan hingga demam menurun.

6. Sakit kuning
(juga untuk radang gusi)Herba krokot sebanyak 200 gram digodok, dinginkan airnya lalu minum. Lakukan hingga sakit mereda.

7. Disentri
Herba krokot yang masih segar sebanyak 50 gram diuapkan selama 3-5 menit, lalu ditumbuk halus dan diperas hingga terkumpul air perasannya kurang lebih 150 cc. Minum sebanyak 50 cc, sehari tiga kali hingga sembuh.

8. Borok, radang kulit
Herba krokot segar segenggam dicuci bersih, ditumbuk halus, tambahkan sedikit garam. Oleskan pada bagian yang sakit.

9. Radang akut usus buntu
Ada dua cara pengolahan untuk menangani radang usus buntu yang sudah akut.

* Ambil herba segara krokot segenggam, dicuci bersih lalu ditumbuk dan diperas sampai terkumpul lebih kurang 30 mililiter (ml). Tambahkan gula putih secukupnya dan air matang yang sudah dingin sampai menjadi 100 ml, minum, lakukan tiga kali sehari.
* Herba krokot dan jombang masing-masing 60 gram, digodok dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Dibagi untuk tiga kali minum pagi, siang, sore.
Lakukan kedua cara itu hingga radang dirasakan mereda, atau hilang sama sekali.
(berbagai sumber)-Sumber: CBN

Sangitan (Sambucus javanica Reinw.)

Sangitan merupakan tanaman asli Indonesia, menyukai tempat-tempat basah dan banyak ditemukan tumbuh liar di tepi-tepi rawa, padang rumput, jalan setapak sekitar sawah atau ditanam penduduk sebagai tanaman hias pekarangan, kadang-kadang sebagai tanaman pagar. Umumnya tanaman ini menyukai tempat-tempat yang tidak terlalu kering atau terlalu lembab di dataran rendah sampai ketinggian 1.000 mdpl.

Perdu, tahunan, tegak, tinggi 1-4m. Batang bulat, berkayu, dengan percabangan yang banyak. Daun sangitan termasuk daun majemuk menyirip gasal ganda dua tidak sempurna, memiliki 5-11 anak daun yang letaknya meyirip. Helaian anak daun bertangkai, berbentuk elips memanjang sampai lanset, panjang 4-8cm, lebar 1,5-3cm, ujung runcing, tepi gerigi, gundul tidak berambut, warna permukaan atas hijau tua. permukaan bawah hijau muda. Ukuran bunga kecil-kecil, berwana putih, kelopak kecil berlekuk malai rata, keluar dari ujung ranting dan berbau harum. Buahnya buah batu yang menyerupai buni, diameter 3-4mm, buah yang masak berwarna hitam dapat dimakan. Jumlah biji 1-3 buah. Sangitan dapat diperbanyak dengan setek atau biji.
Sifat dan KhasiatRasanya manis, sedikit pahit, sifatnya hangat. Herba ini masu meridian hati (liver) dan berkhasiat sebagai peluruh kencing (diuretik), menghilangkan pembengkakan, menghilangkan nyeri (analgesik) an melancarkan sirkulasi.

Akar berkhasiat meredakan kolik (antipasmodik) dan menghilangkan pembengkakan. Buah berkhasiat peluruh kencing, pembersih darah, pencahar dan perangsang muntah.
Kandungan KimiaTumbuhan ini mengandung minyak asiri, cyanogenic glucoside, ursolic acid, â-sitosterol, á-amyrin palmitate, KNO3 dan tanin. Buah mengandung saponin dan flavonoida.
Bagian yang digunakanBagian yang digunakan adalah akar, herba dan bunga yang dijemur sampai kering jika akan simpan.

Indikasi
Akar digunakan untuk pengobatan:
- Bengkak akibat terbentur
- Tulang patah (fraktur)
- Rematik, pegal linu
- sakit kuning

Herba digunakan untuk pengobatan :
- Badan bengkak karena timbunan cairan pada penyakit ginjal
- Beri-beri
- Disentri
- Radang saluran napas kronis (bronkitis kronis)
- Eripelas (infeksi kulit akut yang disebabkan oleh Steptococcus sp)

Seluruh tumbuhan digunakan untuk pengobatan :
- Keram/kejang pada kaki
- Nyeri pada tulang
- Bengkak akibat terkena pukulan
- Bengkak/edema (timbunan cairan dalam jaringan) di kaki

Bunga digunakan untuk pengobatan :
- Kulit terbakar sinar matahari
- Bercak hitam di wajah (freckles)
- Menghaluskan kulit
- Saraf mudah terangsang

Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, minum rebus90-120g herba segar atau 30-60g herba kering, lalu minum air rebusannya. CAra lain, tumbuk herba segar dan air perasannya diminum.

Untuk pemakaian luar, cuci seluruh tanaman sampai bersih lalu rebus. Setelah dingin, gunakan air rebusannya untuk mencuci koreng atau untuk mandi pada penderita penyakit rubela (German measles).
Cara lain, cuci seluruh tanaman sampai bersih, lalu giling halus. Tempelkan ramuan tersebut ke seluruh tubuh yang sakit, seperti bengkak akibat terpukul, gatal-gatal dan eksim.

Efek farmakologis dan hasil pemakaian
Infus daun sangitan dengan konsentrasi 1 mg/ml, 0,1 mg/ml dan 0,01 mg/ml mampu menekan kebocoran enzim GPT ke dalam medium suspensi hepatosit tikus terisolasi yang disebabkan oleh zzat toksik D-galaktosamin HCL 2mM. Hal serupa juga diperoleh pada ekstrak heksan dan fraksi ete hasil hidrolisisnya. Dari hasil pemisahan fraksi eter dapat diisolasi senyawa triterpen yaitu senyawa amirin (Cokorda Istri Kesumawati, FF UNAIR, 1990).

Contoh pemakaian

* Badan bengkak pada penyakit ginjal, beri-beri
Cuci 30-60g herba sangitan berikut akarnya, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Sebaiknya ramuan ini diminum pada pagi hari

* Rematik, sakit pinggang, bengkak akibat terpukul
Rebus 15-30g seluruh tumbuhan sangitan kering dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya dibagi untuk 2 akli minum pagi dan sore hari. Air rebusannya juga dapat dipakai untuk mengkompres bagian tubuh yang sakit.

* Rubela
Seluruh tumbuhan sangitan segar secukupnya dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3-5 liter air samapi mendidih. Hangat-hangat dipakai untuk mandi

* Sakit kuning
Cuci 30-50g akar sangitan kering atau 90g akar sangitan segar, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan daging sapi yang jumlahnya sama banyak, lalu ditim. Setelah dingin, air diminum dan dagingnya dimakan

* Bengkak akibat kena pukulan
Cuci 60g akar sangitan kering, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum. Untuk pemakaian luar, cuci daun segar, giling sampai halus. Bubuhkan ramuan tersebut ke temapt yang sakit, lalu balut dengan kain perban.

* Bengkak akibat kena pukulan dan tulang patah
Cuci 20g akar sangitan kering, lalu potong-potong seperlunya. Tmabhkan 400cc air putih dan 2 seloki arak putih, lalu rebus sampai airnya tersisa separuhnya. Tambahkan 30g gula pasir sambil diaduk rata. Setelah dingin, sarung dan air saringannya diminum untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.

Catatan :Ibu hamil dilarang minum rebusan tumbuhan obat ini karena dapat menyebabkan kematian janin
Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty

Sisik Naga


Sisik naga dapat ditemukan di seluruh daerah Asia Tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain) tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Sisik naga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, di ladang, dan tempat-tempat lainnya pada daerah yang agak lembab mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1000 mdpl.

Terna, tumbuh di batang dan dahan pohon, akar rimpang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, akar melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau membundar, pangkal runcing, tepi rata, permukaan daun tua gundul dan berambut jarang pada permukaan bawah, berwarna hijau sampai kecoklatan.
Daunnya ada yang mandul dan ada yang membawa spora. Daun fertil bertangkai pendek atau duduk, oval memanjang, panjang 1-5 cm, lebar 1-2 cm.

Ukuran daun yang berbentuk bulat sampai jorong hampir sama dengan uang logam picisan sehingga tanaman ini dinamakan picisan. Sisik naga dapat diperbanyak dengan spora dan pemisahan akar.

Sifat dan Khasiat
Rasanya manis, sedikit pahit, dingin. Antiradang, menghilangkan nyeri (analgesik), pembersih darah, penghenti perdarahan (hemostatis), memperkuat paru-paru dan obat batuk (antitusif)

Kandungan Kimia
Sisik naga mengandung minyak asiri, sterol/triterpen, fenol, flavonoid, tanin dan gula.

Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah daun adn seluruh herba segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi
Daun digunakan untuk pengobatan:

  • Gondongan (parotitis)
  • TBC Kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma)
  • Sakit kuning (jaundice)
  • Sukar buang air besar (sembelit), sakit perut
  • Disentri
  • Kencing nanah (gonore)
  • Batuk, abses apru-paru, TB Paru-paru disertai batuk darah
  • Perdarahan seperti luka berdarah, mimisan, berak darah, muntah darah, perdarahan pada perempuan.
  • Rematik
  • Keputihan (leukore)
  • Kanker payudara
Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus 15-69g daun, lalu air rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, gunakan air rebusan herba segar untuk mencuci kudis, koreng atau berkumur bagi penderita sariawan dan radang gusi. Cara lain, giling herba segar sampai halus, lalu bubuhkan ke tempat yang sakit pada penyakit-penyakit kulit, seperti kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku atau luka berdarah.

Efek farmakologis dan hasil pemakaian Ekstrak alkohol daun sisik naga mempunyai aktivitas menghambat pertumbuhan E.Coli, sedangkan ekstrak alkohol dan ekstrak airnya dapat menghambat pertumbuhan streptococcus aerous (L.Nuraini Susilowati, FF UGM, 1988).

Contoh pemakaian
  • Radang Gusi (Gingivitis)
    Cuci daun sisik naga secukupnya sampai bersih, lalu kunyah. Biarkan kunyahan tersebut cukup lama dibagian gusi yang meradang. Selanjutnya buang ampasnya. Lakukan 3-4 kali sehari, sampai sembuh.
  • Rematik jaringan lunak
    Cuci 15-30g daun sisik naga segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali masing-masing 1/2 gelas.
  • Sakit kuning (jaundice)
    Cuci 15-30g daun sisik naga segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali masing-masing 1/2 gelas.
  • Sariawan
    Cuci 1 genggam daun sisik naga sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air samai mendidih (15 menit). Gunakan air saringannya untuk berkumur selagi hangat.
  • Menghentikan perdarahan
    Cuci 30g daun sisik naga segar, lalu giling samapi halus. Selanjutnya peras dan saring, lalu air saringannya diminum. Lakukan 3 kali sehari sampai sembuh.
Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty

Ramuan Temulawak Terbukti Bisa Menyembuhkan

BASKARA, 12, tiba-tiba mengeluh kesakitan. Perutnya terasa mual-mual, badannya tak bertenaga disertai suhu badan tinggi. Selera makannya pun hilang. Wajahnya mulai memucat dan berwarna kekuning-kuningan. Ketika buang air kecil, warna urinenya menyerupai air teh. Tentu saja, orang tua Baskara merasa khawatir melihat kondisi anaknya.

Waktu itu, salah satu kakaknya, Efi Efifah--seorang dokter yang baru lulus--melihat kondisi adiknya, langsung membawanya ke rumah sakit. Untuk memastikan penyakit yang diderita, Baskara melakukan tes laboratorium. Hasilnya sangat mengejutkan keluarganya, karena SGOT:1200 dan SGPT:1200, padahal normalnya hanya 20-30. Jadi, Baskara positif menderita hepatitis.

Tapi salah seorang teman Efi memberi cara pengobatan tradisional dengan tanaman herbal. Kendati dokter, Efi berupaya untuk mencoba mengobati adiknya dengan herbal. Pengobatan yang disarankan adalah temulawak. Karena caranya mudah dan sederhana, Efi membuatnya sendiri.

Temulawak yang didapat ia parut dan diperas airnya. Selanjutnya diminum. Apa yang terjadi? Tubuh Baskara mengalami perubahan tidak terduga. Hanya selang satu minggu, kadar SGOT-nya merosot tajam 150.

Perubahan yang dialami Baskara memberi semangat bagi Efi untuk memberi lagi ramuan temulawak. Satu minggu kemudian, perubahan fantasis dirasakan siswa sekolah dasar itu. Akhirnya Baskara memiliki SGOT 20 dan SGPT 30. Dan ia pun benar-benar sembuh dari hepatitis. Dan kini, dr Efi turut mendalami pengobatan herbal di Klinik Karya Sari.

Pakar naturapatis dr Berti P Tore mengatakan hepatitis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan virus hepatitis. Perkembangbiakan virus itu berada di jaringan hati yang selanjutnya akan menyebabkan terjadinya kerusakan sel-sel hati.

''Untuk mengetahui seseorang terkena hepatitis atau tidak, sekarang bisa dengan alat Iridologi. Dengan melihat selaput pelangi mata melalui sebuah alat bisa dilihat bagaimana kondisi hatinya,'' kata ahli Iridologi dari Klinik Karya Sari.

Sementara itu, herbalis dari Klinik Karya Sari, Ir Edwina Rahmayanti MBA mengatakan banyak tanaman yang bisa dijadikan obat untuk hepatitis A, B, C hingga G. Tanaman yang paling umum adalah temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Tanaman lain yang bisa digunakan adalah tanaman cakar ayam, senggugu, sangitan, daun sendok, tapak liman, kumis kucing.

Temulawak yang merupakan famili Zingiberaceae mengandung minyak atsiri dan kurkuminoid. Kurkuminoid sendiri terdiri dari dua jenis senyawa, kurkumin dan desmetoksikurkumin. Senyawa terakhir mengandung khasiat menetralkan racun, meningkatkan sekresi empedu, mencegah perlemakan hati dan berfungsi sebagai antioksidan.

Menurut Edwina, agar pengobatan dengan temulawak lebih baik biasanya dikombinasikan dengan dua atau tiga jenis tanaman. Temulawak bisa dicampur dengan cakar ayam (Selaginella doerderleinii), sambiloto (Andrographis paniculata), dan meniran (Phyllanthus urinaria). ''Sebenarnya ada 30 bahan tanaman obat untuk hepatitis,'' katanya.

Cara pengobatan dua campuran adalah 25 gram temulawak dan 30 gram sambiloto. Selanjutnya, rebus kedua bahan itu dengan 600 cc air atau 2 gelas air. Setelah mendidih dan airnya tinggal separuhnya, ambil air ramuan temulawak dan sambiloto itu. Minumlah air rebusan itu dua kali sehari selama satu minggu. ''Tetapi meminumnya satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan,'' katanya.

Sedangkan untuk hepatitis akut dan menular, bisa menggunakan akar alang-alang (Imperata cylindrica (L) B) kering yang beratnya 60 gram. Lalu alang-alang itu dicuci dan direbus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Selanjutnya air yang tersisa itu dibagi dua untuk diminum dua kali sehari. Ulangi minum ramuan alang-alang sampai 10 hari

sumber : media-indonesia