Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan

Obat Alergi Tradisional dan Gatal Kulit

Alergi sejatinya bukan merupakan sebuah penyakit, melainkan reaksi tidak menyenangkan terhadap benda asing atau rangsangan. Gejala alergi sifatnya khas untuk bahan tertentu berbeda dari reaksi normal dan khas untuk individu yang bersangkutan.

Reaksi alergi tidak sebatas pada benda-benda tertentu, namun juga pada beberapa jenis makanan. Benda-benda yang sering menjadi penyebab alergi diantaranya bulu, perhiasan imitasi, selimut dan peralatan tidur yang jarang dibersihkan, dll.

Beberapa jenis makanan untuk bisa memicu alergi, diantaranya udang, telur, susu dan masih banyak lagi. Bagi Anda yang alergi terhadap jenis makanan tertentu harus berhati-hati saat menyantap makanan terutama yang dibeli dari luar karena bisa saja mengandung bahan makanan tersebut.

Obat Alergi Tradisional


Nah, sekarang kita akan membahas tentang cara bagaimana mengobati alergi secara tradisional menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan.

Daun Kelor

Selain memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan, daun kelor juga bisa digunakan untuk mengobati alergi. Caranya, sediakan 30 gram daun kelor, 1 siung bawang merah, 5gram ada, 5gram pulosari, dan 3 gelas air. Semua bahan direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas, kemudian disaring. Minum airnya dua kali sehari tiap pagi dan sore masing-masing satu gelas.

Daun Komfrey

Bahan: Daun komfrey segar sebanyak 4 lembar, garam secukupnya dan 4 gelas air bersih.
Cara pengobatan:
  • Cara pertama: Lemaskan daun komfrey dengan garam lalu dicuci. Makan dua kali sehari sebagai lalapan.
  • Cara kedua: Daun komfrey diblender dan dibuat jus, lalu diminum untuk 2 kali sehari.
  • Cara ketiga: Rebus daun komfrey dalam 4 gelas air sampai tersisa 3 gelas. Kemudian airnya diminum tiga kali sehari masing-masing satu gelas tiap kali minum.
Cara Mengobati Kulit Gatal Karena Alergi

Salah satu reaksi alergi yang paling umum adalah munculnya Urtikaria, bentol yang berwarna merah pada kulit dan terasa gatal. Pada beberapa kasus keadaan ini menyebar dari mulai tangan leher hingga ke pipi.

Dan berikut ini ramuan tradisional untuk mengobati gatal di kulit akibat alergi.

Bahan: satu genggam daun kayu putih segar dan air sebanyak 3 gelas.
Cara pengobatan: Daun kayu putih dicuci bersih, kemudian direbus dengan tiga gelas air hingga mendidih. Sewaktu masih hangat, airnya digunakan untuk mencuci bagian kulit yang gatal.

Obat Diare Tradisional

diare
Diare atau mencret adalah penyakit pada saluran pencernaan yang menyebabkan penderitanya mengalami sakit perut dan buang air besar yang sangat sering dengan komposisi feses lebih banyak berupa cairan. Biasanya disertai mulas dan kadang muntah-muntah. Kondisi ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) sehingga lemas atau bahkan pingsan.

Penyebab diare sendiri cukup beragam mulai dari peradangan usus (kholera, disentri, bakteri, dan virus), kurang gizi, keracunan makanan, hingga kepekaan terhadap makanan tertentu (misalnya makanan asam atau makanan pedas). Makanan yang dapat menyebabkan diare diantaranya jeruk, cabai, sawi dan bawang putih.

Sekarang ini banyak obat diare berbahan kimia yang dijual bebas di apotek dan warung-warung. Namun pada zaman dahulu, pengobatan untuk diare atau mencret dilakukan secara tradisional. Dan berikut ini beberapa ramuan tradisional untuk mengobati diare warisan nenek moyang kita:

1.  Daun Kayu Putih
Bahan: 10 gram daun kayu putih kering, air sebanyak 2 gelas.
Cara pengobatan: Rebus daun kayu putih kering dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, airnya diminum sekaligus. Lakukan pengobatan ini setiap hari sampai diare sembuh.

2. Kunyit
Kunyit sejak dulu dikenal sebagai tanaman herbal yang dapat mengobati berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah diare.
Caranya: Sediakan 1/2 jari rimpang kunyit segar, satu sendok teh kapur sirih, dan satu gelas air. Rimpang kunyit diiris tipis, kemudian direbus dalam 1 gelas air hingga tersisa 1/3 gelas. Tambahkan 1 sendok teh air kapur sirih, aduk hingga rata. Setelah dingin, airnya disaring dan diminum. Lakukan pengobatan ini 3 kali sehari.

3. Akar Jeruk Nipis
Biasanya yang dijadikan sebagai obat adalah buah jeruk nipis. Namun ternyata akar jeruk nipis juga memiliki khasiat sebagai obat. Termasuk mengobati diare atau mencret. Cuci bersih 4 potong akar jeruk nipis dalam 6 gelas air hingga tersisa 4 gelas. Setelah dingin, airnya disaring lalu diminum 2 kali sehari setiap pagi dan sore.

4. Daun Sendok
Bahan: Sediakan 30 gram duan sendok segar dan 3 gelas air bersih.
Cara pengobatan: Rebus daun sendok dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, airnya diminum 2 kali sehari masing-masing setengah gelas. Lakukan secara rutin pada pagi dan sore hari.

5. Garam Oralit
Berikan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Perlu diperhatikan bagi orang tua mengenai cara pemberian oralit yang benar. Caranya adalah minum segelas oralit sedikit demi sedikit, dua sampai tiga teguk, kemudian berhenti selama tiga menit. Hal ini harus diulang terus menerus sampai satu gelas oralit habis. Minum oralit satu gelas sekaligus dapat memicu muntah dan buang air besar.

Obat Sakit Maag Tradisional dan Gangguan Penceraan Lain


Sakit maag dan nyeri lambung merupakan gangguan pada sistem pencernaan yang sering terjadi. Terutama pada mereka dengan gaya hidup modern yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga mengabaikan pola makan yang benar.

Sakit maag atau gastritis adalah peradangan yang terjadi pada selaput lendir lambung yang dapat bersifat akut atau kronis. Gejala yang timbul biasanya berupa nyeri ulu hati, rasa perih di lambung atas, mual ataupun muntah-muntah.

Bagi penderita maag kronis, rasa sakit akan kumat bila asam lambung meningkat. Peningkatan asam lambung bisa dipicu karena makan makanan pedas, makanan terlalu asam, makan terlalu banyak dan lain sebagainya.

Berikut ini beberapa ramuan tradisional yang bisa digunakan untuk mengobati sakit maag dan nyeri lambung.

Obat Sakit Maag Tradisional

Daun Alpukat

Bahan: Daun alpukat kering secukupnya dan air panas satu gelas.
Cara pengobatan: Daun alpukat kering dirajang kecil-kecil, diambil 1 sendok teh dan seduh dengan 1 gelas air panas. Tambahkan gula secukupnya dan aduk hingga rata. Minum ramuan ini selagi hangat.

Akar bunga matahari

Bahan: 30 gram akar bunga matahari, 10 gram adas pulosari, 10 gram biji ketumbar, 5 gram kapulaga dan air 500 cc.
Cara pengobatan: Semua bahan direbus dalam 500 cc air hingga tersisa 250cc. Kemudian airnya diminum sekaligus. Lakukan pengobatan ini secara rutin sekali sehari.

Obat Tradisional Nyeri Lambung

Akar Daruju

Bahan: 30 sampai 60 gram akar daruju kering, air sebanyak 3 gelas.
Cara pengobatan: Rebus akar daruju kering dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin airnya diminum sekaligus.

Temu putih

Bahan: Bubuk temu putih satu setengah sendok teh dan air panas satu gelas.
Cara pengobatan: Seduhlah 1,5 sendok teh bubuk temu putih dengan segelas air panas. Setelah dingin airnya diminum sekaligus. Lakukan pengobatan ini secara rutin 3 kali sehari setiap habis makan.

Obat Tradisional Nyeri Ulu Hati

Tanaman Kasingsat

Bahan: Sediakan 10 sampai 15 gram tanaman kasingsat kering dan 4 gelas air untuk merebus.
Cara pengobatan: Rebus tanaman kasingsat kering dalam 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas.  Setelah dingin, airnya diminum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Akar Karet Kebo

Bahan: Sediakan 30 sampai 50 gram akar karet kebo dan 3 gelas air untuk merebus. Rebus akar karet kebo dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin, airnya diminum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Obat Maag Kronis

Bahan: Sediakan 15 gram tanaman jombang segar, satu sendok arak beras, dan 3 gelas air untuk merebus.
Cara pengobatan: Tanaman jombang dicuci bersih, kemudian direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa satu gelas. Tambahkan 1 sendok makan arak beras, kemudian ramuan dibagi tiga dan diminum 3 kali sehari.

Pipper Longum, Herbal Untuk Stamina dan Vitalitas Lelaki

Piper Longum atau Long Pepper adalah herbal yang sangat bermanfaat untuk menjaga stamina tubuh. Di India herbal ini dikenal dengan nama Pippali atau Indian Long pepper. Dalam pengobatan Ayuverda, herbal ini diketahui sebagai herbal keremajaan, yang baik sekali untuk membantu mengatasi masalah stress atau berpotensi sebagai herbal anti depresi. Orang Yunani telah mengenal herbal ini sejak abad kelima / ke enam SM. Hippocrates yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran telah menulisnya sebagai bahan obat. Herbal ini biasa digunakan untuk mengatasi lemah syahwat,  obat sakit perut, masuk angin, beri-beri, rematik, tekanan darah rendah, kolera, influenza, sakit kepala,  bronkitis, dan sesak napas.

Herbal yang berasa manis-manis pedas ini, memiliki banyak senyawa kimia alami yang bermanfaat bagi stamina dan vitalitas lelaki. Herbal ini bersifat androgenik. Artinya, ia mempunyai kerja biologik yang sama dengan testosteron. Hormon testosteron adalah androgen utama pada kaum pria, yang berfungsi merangsang perkembangan dan aktivitas organ-organ reproduksi dan sifat seks sekunder. Singkatnya, androgen bertanggung jawab terhadap keagresifan dan tingkah laku seksual pria.

Kandungan piperine-nya memiliki efek stimulan terhadap sel-sel syaraf sehingga mampu meningkatkan stamina tubuh, oleh karena itu dikenal sebagai afrodisiak alami yang kuat , terlebih jika dikombinasikan dengan herbal afrodisiak yang lain seperti Eurycoma  dan Panax Ginseng  yang akan menghasilkan efek yang sangat kuat dalam menambah vitalitas pria.

Cabe Jawa Mengusir Lelah

 Cabe jawa masih berkerabat dengan lada (piper nigrum), kemukus (piper cubeba), dan sirih (piper betle). Bagian tanaman yang digunakan adalah buahnya.Senyawa kimia yang terkandung dalam cabe jawa yaitu zat pedas piperine,chavicine,asam palmilat,tetrahidropiperic acids,1-undecylenyl-3,dan minyak atsiri.

Tanaman ini memiliki beberapa nama daerah/nama lokal yaitu cabe jamu,  cabe alas, cabe sulah, lada panjang, cabai panjang (sumatera), cabean, cabe areuy, cabe sula, cabi jamo, cabi onggu, cabi solah (madura), dan bi ba (cina).

Cabe Jawa sering digunakan sebagai bahan tambahan pada pembuatan jamu cabe puyang. Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan rimpang lempuyang serta tambahan bahan baku lainnya seperti adas, pulosari, rimpang kunir, biji kedawung, keningar, asam kawak, gula merah, dan kadang ditambahkan sedikit garam.

Cara pengolahan dengan merebus air sampai mendidih dan dibiarkan dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan ditumbuk menggunakan lumpang atau alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata dan siap diminum.

Khasiat jamu cabe puyang :

  • Menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang.
  • Menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam.
  • Penghangat tubuh.
  • Penjaga stamina agar tidak mudah sakit.
  • Mengurangi risiko keguguran jika di minum pada masa awal kehamilan, tetapi akan berakibat jelek jika di minum pada masa menjelang persalinan karena dapat menghambat kontraksi.
 Khasiat cabe jawa dan cara pengolahannya adalah sebagai berikut:
  1. Obat kuat atau membersihkan rahim sehabis melahirkan, siapkan 3 g akar cabe jawa kering, tumbuk hingga halus, seduh dengan air panas dan dinginkan, diminum 1 kali sehari.
  2. Batuk, pencemaan terganggu, bronkhitis, ayan, demam sehabis melahirkan, menguatkan paru-paru, lambung, dan jantung, keringkan 6 buah cabe jawa yang masih mentah, tumbuk halus, tambahkan sedikit air dan diminum dengan dicampur madu.
  3. Liver yang menderita urus-urus, rimpang lempuyang ditumbuk dan diperas airnya, campurkan dengan 3 buah cabe jawa supaya lebih berkhasiat, diminum 2 kali sehari.
  4. Sakit gigi, buah yang cabe jawa yang sudah dikeringkan atau dijadikan bubuk disumbatkan ke gigi yang berlubang atau sakit.
  5. Sakit ulu hati, muntah, diare, disentri, hidung berlendir, dan sakit kepala, buah cabe jawa yang dikeringkan dan dijadikan bubuk, dicampur dengan air matang dan diminum, 2 kali sehari.
  6.  Meningkatkan Gairah Seksual, sediakan 30 gram cabe jawa yang sudah dibuat bubuk, 3 papan buah petai cina kering yang ditepungkan, 2 butir kuning telur, dan 1 sdm madu. Cara membuatnya, aduk kuning telur, masukkan bubuk cabe jawa dan tepung petai cina, lalu tambahkan madu sambil diaduk sampai rata. Minum ramuan ini setiap hari untuk membangkitkan gairah dan selera seksual.
  7. Mengatasi Lemah Syahwat, siapkan 25 gram cabe jawa bubuk, 15 gram pulosari bubuk, 1 siung bawang putih,2 butir kuning telur, dan 1 sdm madu. Caranya, cabe jawa, pulosari, dan bawang putih ditumbuk lagi sampai halus sambil diaduk. Selanjutnya tambahkan kuning telur dan madu, aduk lagi hingga rata. Minum setiap hari secara teratur selama sebulan.
  8. Mengobati Sakit Lever, terutama penderita lever yang buang airnya tidak teratur dan tinja berwarna hijau tua. Bahan yang digunakan 3 butir cabe jawa, 1 jari tangan rimpang lempuyang, dan air secukupnya. Cara membuatnya, cabe jawa dan lempuyang dicampur, lalu ditumbuk sampai halus. Tambahkan segelas air, lalu peras dan saring. Sekali minum sebanyak 100 ml. Bila buang air besar sudah lancar, konsumsi ramuan tersebut bisa dihentikan.
  9.  Menghilangkan Pegal dan Kembung, ambil 2 butir cabe jawa dan 1 rimpang lempuyang. Cuci sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan atau tempelkan tumbukan bahan tersebut di bagian tubuh yang pegal atau di bagian perut.
  10. Mengusir Lelah dengan Jamu Cabe Puyang, sediakan 1 genggam cabe jawa kering, 100 gram lempuyang, 50 gram kencur, 2 ibu jari kunir, 150 gram beras, 75 gram asam kawak, 0,5 kg gula merah, 2 liter air, dan garam secukupnya. Langkah pertama, gula jawa, asam kawak, dan air direbus sampai mendidih, diangkat, lalu ditambahkan garam sambil diaduk rata. Setelah dingin, air disaring. Langkah kedua, lempuyang, kunir, dan kencur dikupas, dicuci bersih, dan diiris tipis, lalu diblender bersama cabe jawa, beras, dan sedikit air matang. Setelah halus, diperas dan disaring dengan kain penyaring yang bersih. Hasil saringan tersebut selanjutnya dicampurkan ke dalam larutan gula merah dan asam kawak yang sudah dibuat. Jamu siap diminum.

Cabe Jawa : Atasi Lemah Tubuh

Mendengar kata cabai, yang terlintas di benak kita adalah buah berwarna hijau atau merah dan pedas kalau dimakan. Cabai biasa dipakai untuk sambal. Namun, ada cabai yang biasa dipakai untuk campuran jamu. Ini adalah cabai alas atau lada panjang. Cabai ini dikenal sebagai cabai jawa (Piper retrofractum Vahl atau Piper longum L).

Berbeda dari tananam cabai lainnya, cabai jawa tergolong jenis tumbuhan sirih memanjat yang mempunyai akar lekat. Daunnya berseling (posisi tangkai berselang-seling) berbentuk bundar telur dengan ujung meruncing. Bila daunnya diremas, cabai akan mengeluarkan bau seperti bau daun sirih.

Buahnya berbentuk bulir membulat dengan panjang sekitar 2-3 sentimeter. Saat masih muda buah cabai jawa berwarba hijau, tapi kemudian menjadi berwarna merah cerah saat buahnya tua. Bila dicicip, rasanya manis-manis pedas.

Cabe jawa banyak ditanam di pekarangan dan ladang pada ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut. Tanaman merambat ini hidup pada tanah yang tidak terlalu lembab. Untuk memberbanyak tanaman ini orang biasanya melakukannya dengan cara stek. Pemeliharaannya pun cukup mudah. Seperti tanaman lain, cabai jawa perlu air yang cukup. Tanaman ini tumbuh lebih subur di tempat terbuka.

Dari hasil analisis kimia, cabe jawa mengandung bahan piperina, piperidinia, damar, gom, pati, dan minyak atsiri yang bermanfaat untuk ramuan jamu tradisional. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk pembuatan jamu adalah buahnya. Namun, akar dan daunnya pun memiliki khasiat obat.

Cabe jawa disebut Piper retrofractum atauPiper longum L atau Piper sarmentosum atau Chavia officinarum Miq, atau Chavia retrofracta Miq. termasuk dalam famili tumbuhan Piperaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah lada panjang, cabean, cabe areuy, cabe sula, cabi jamo, cabe onggu, cabe solah dan cabai.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Buah : Zat pedas piperine, Minyak menguap, alpha amirin, fenenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4, 1-beta caryophylene,1-quebrachitol. Akar dan batang mengandung mengandung inulin yang terdiri dari artemose, cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alkohol, ridentin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: rasadingin, menghilangkan sakit, menghentikan pendarahan (hemostatik), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit, pedas dan hangat. Herba ini masuk meridian ginjal, paru dan limpa.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman yang dikeringkan dengan jalan diangin-anginkan. Segar : daun dan biji.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Rasa lemah (neurashenia) Cabe jawa 6 butir, rimpang alang-alang 3 batang, rimpang lempuyang ¾ jari, daun ambiloto ¾ genggam, gula enau 3 jari. Dicuci dan dipotong-potong seperlunya, di rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 ¼gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3x ¾ gelas.

2. Masuk angin. Cabe jawa 3 btir, daunpoko (Mentha arvensis javanica Bl) ¼ genggam, adun kesumba keling (Bixaorellana L) ¼genggam, gulaenau 3 jari, dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Sehari 3 x ¾ gelas.

3. Obatkuat. Membersihkan rahim sehabis melahirkan. Akar kering 3 gr ditumbuk halus, seduh dengan air panas, minum. Sehari sekali.

4. Pencernaan terganggu, batuk, bronchitis, ayan, demam sehabis melahirkan, penguat lambung, paru dan jantung, tekanan darah rendah, hidung berlendir. Buah mentah 6 gr yang kering ditumbuk halus, ditambah madu secukupnya.

5. Obat kumur. Daun 3 lembar ditumbuk, diseduh dengan 1 gelas air panas, untuk kumur-kumur.

6. Pereda kejang perut. Daun3 lembar ditumpuk, diseduh dengan 1 gelas air, minum.

7. Obaturus-urus untuk penderita penyakit hati. Lempuyang ditumbuk, lalu diperas dan di minum dengan paling banyak3 buah cabe jawa.

Buah cabe jawa bermanfaat untuk mengatasi rasa lemah (neurasthenia), masuk angin, pencernaan terganggu, batuk, ayan, dan demam. Akarnya bisa digunakan untuk obat kuat dan membersihkan rahim sehabis melahirkan. Sedangkan daunnya bisa dijadikan obat kumur dan pereda keluhan perut.

Bila dipakai untuk mengatasi sakit, maka buah cabe jawa dimanfaatkan dalam bentuk mentah atau kering yang dicampur dengan bahan lainnya. Semua bahan dicampur, lalu direbus, dan airnya diminum sehari tiga kali.

Ibu-ibu yang baru melahirkan bisa memanfaatkan akar kering cabe jawa untuk dipakai membersihkan rahim. Caranya, akar cabe jawa seberat tiga gram ditumbuk halus, dan diseduh air panas. Air tersebut diminum sehari sekali.

Pada keluhan perut, terutama untuk meredakan kejang perut, daun cabe jawa sebanyak tiga lembar ditumbuk halus dan diseduh dengan segelas air panas. Airnya diminum. Air seduhan ini juga bisa digunakan sebagai obat kumur.

Cabai jawa, cabai jamu, lada panjang, atau cabai saja (Piper retrofractum Vahl. syn. P. longum) adalah kerabat lada dan termasuk dalam suku sirih-sirihan atau Piperaceae. Dikenal pula sebagai cabai solak (Madura) dan cabia (Sulawesi). Tumbuhan asli Indonesia ini populer sebagai tanaman obat pekarangan dan tumbuh pula di hutan-hutan sekunder dataran rendah (hingga 600m di atas permukaan laut).

Tumbuhan ini produknya telah dikenal oleh orang Romawi sejak lama dan sering dikacaukan dengan lada. Di Indonesia sendiri buah keringnya digunakan sebagai rempah pemedas. Sebelum kedatangan cabai (Capsicum spp.), tumbuhan inilah yang disebut “cabe”. Cabai sendiri oleh orang Jawa dinamakan “lombok”.

Cabai jamu dapat tumbuh di lahan ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut (dpl), dengan curah hujan rata-rata 1.259-2.500 mm/tahun. Tanah lempung berpasir, dengan struktur tanah gembur dan berdrainase baik, merupakan lahan yang cocok untuk budidaya cabe jamu. Tanaman itu memiliki keunggulan dapat tumbuh di lahan kering berbatu. Keberadaan tanggul batu di pematang tegalan dapat dijadikan media merambatnya cabe jamu secara alami.

MANIS-MANIS PEDAS, BANGKITKAN VITALITAS

Cabai biasa dipakai untuk sambal. Namun, ada cabai yang juga bisa dipakai untuk campuran jamu. Dia adalah cabe jawa. Penampilannya eksotis, terutama batangnya yang menjalar-melilit.

Cabe jawa (Piper retrofractum) masih "bersaudara" dengan lada (Piper nigrum), kemukus (Piper cubeba), dan sirih (Piper betle). Semula, penanaman tanaman yang amat mirip dengan cabai ini terkonsentrasi di Jawa. Ia memiliki beberapa nama daerah. Orang Madura mengenalnya "cabi jamo", atau "cabi onggu". Di Jawa Timur terkenal dengan sebutan "cabe jamu". Di jawa Tengah sering disebut "cabe sulah" atau "cabe alas". Orang Cina menyebutnya "bi ba".

Yuk, kita kenali karakteristik tanaman ini. Batangnya tumbuh memanjat, melilit atau melata, dengan akar-akar lekat mirip sirih atau lada. Oleh karena itu, untuk hidupnya ia membutuhkan tanaman cukup besar untuk melekatkan akar-akarnya tadi. Daunnya berwarna hijau muda mengkilap, berbentuk bulat telur, pangkal daun membulat, namun ujung daun runcing. Pada permukaan daun terdapat bintik-bintik kelenjar.

Bunga cabe jawa berkelamin tunggal. Bunga itu berbentuk bulir. Dari bunga, jadilah buah. Bentuk buahnya bulat memanjang. Saat masih muda, ia berwarna hijau. Ketika tua, berwarna kecokelat-cokelatan. Buah buah yang sudah matang akan berubah warna menjadi merah cerah. Panjang buah sekitar 2 - 7 cm, dengan biji berukuran sekitar 2 - 2,5 mm. Kekhasan buah cabe jawa ini adalah rasanya yang manis-manis pedas tajam.

POHON INDUK SEHAT
Yang diperlukan untuk menanam cabe jawa di pekarangan adalah tanaman panjat, yaitu tanaman hidup yang dipakai untuk melekatkan akar-akar cabe jawa. Tanaman panjat ini bersifat tahan lama, cepat tumbuh, tahan pangkas, mudah, dan murah didapat. Contohnya tanaman gamal, dadap duri, kapuk, dan sebagainya.

Bagaimana dengan bibitnya? Memang agak susah mencari bibit cabe jawa, karena jarang bibit tersebut dijual di pasaran umum. Tapi, Anda bisa datang ke perkebunan cabe jawa atau Dinas Pertanian setempat. Kalau ingin lebih puas, Anda bisa mencoba melakukan pembibitan sendiri dengan cara setek.

Pilih pohon induk yang sehat dan sudah berumur lebih dari setahun. Bahan setek diambil dari cabang yang memenuhi syarat, antara lain pertumbuhannya subur, lurus, dan sudah setengah mengayu, berumur sekitar 6 bulan: tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, dan memiliki diameter sekitar 0,6 - 1,2 cm.

Potonglah cabang terpilih dengan pisau tajam atau gunting sepanjang 30 - 40 cm atau memiliki 3 - 4 ruas. Buang sebagian dedaunan untuk mengurangi penguapan yang berlebihan. Olesi bagian bawah setek dengan zat pengatur tumbuh (zpt), misalnya Rootone F 0,7 persen. Atau bisa juga direndam dalam air kelapa 25 persen selama 12 jam.

Setelah itu, sediakan polibag yang telah diisi media semai, yakni campuran tanah subur, pasir dan kompos (1 : 1 : 1). Tancapkan setek secara tegak dan masuk ke dalam media sedalam 4 - 5 cm, dan padatkan seputar pangkal setek. Siram air hingga lembap. Letakkan di tempat yang aman dan teduh. Sesekali waktu, dapat disemprot dengan pupuk daun, misalnya 2 minggu sekali. Pada umur 5 bulan, biasanya setek sudah tumbuh mencapai 5 - 7 ruas, dan itu berarti siap dipindahkan ke kebun pekarangan rumah.

PUPUK DAN PANGKAS
Di dekat tanaman/pohon panjat, buat lubang tanam berukuran lebar 40 cm, panjang 40 cm, dan kedalaman 30 cm. Biarkan terbuka selama 2 minggu, tambahkan pupuk kompos pada tanah galian. Selanjutnya, tanah galian dikembalikan ke lubang, dan tunggu lagi 2 minggu.

Buat lubang kecil seukuran daun cangkul pada lubang tanam. Bibit setek dikeluarkan dari polibag, namun sebelumnya disiram air. Tanamkan bibit setek di tengah-tengah lubang tanam dengan posisi tegak. Padatkan tanah di sekitar pangkal bibit pelan-pelan dan siramlah sampai cukup basah.

Sebulan setelah tanam, lakukan pemupukan dengan 1/2 kg Urea, 1/2 kg TSP, dan 1/2 kg KCl per tanaman. Ulangi lagi setiap 3 bulan sekali dengan dosis sama. Caranya, buat alur dangkal sedalam 10 cm melingkari pokok batang, lantas masukkan pupuk secara merata, dan segera ditutup dengan tanah tipis dan syukur disiram air lagi.

Tanaman cabe jawa bisa tumbuh menjulang tinggi mengikuti pohon panjatnya. Tentu kita tidak menginginkan hal semacam itu. Yang penting, tanaman itu tetap pendek dan produktif. Jadi, lakukan pemangkasan. Pangkas pertama ketika tanaman cabe jawa mencapai tinggi 1,5 meter. Lakukan pemangkasan ini sebanyak 3 kali dalam setahun.

Pada tahun pertama, buah sudah bisa dipetik, meski hasilnya belum optimal. Baru pada tahun-tahun berikutnya, hasil meningkat. Yang menarik, cabe jawa ini berbuah sepanjang tahun. Dalam setahun bisa dipetik sekitar 3 - 5 kali.

BANYAK KHASIAT
Buah cabe jawa mengandung minyak atsiri, piperina, piperidina, hars, zat pati, dan minyak lemak. Menurut catatan, tanaman cabe jawa memiliki beberapa khasiat, antara lain diuretik, sudorifik, stomakik, karminatif, ekspektoran, dan kolagog. Namun, ibu hamil dilarang mengonsumsi cabe jawa karena bisa mengganggu kehamilan. Beberapa ramuan tradisional dari cabai jawa antara lain:

1. Bangkitkan vitalitas
Sediakan 30 gram cabe jamu yang sudah dibuat bubuk, 3 batang petai cina kering yang ditepungkan, 2 butir kuning telur, dan 1 sendok makan madu. Caranya, ambil kuning telur lalu aduk, masukkan bubuk cabe jawa dan tepung petani cina, tambahkan lagi madu. Aduk sampai merata. Minum setiap hari. Ramuan ini berguna untuk membangkitkan vitalitas dan selera seksual.

2. Sembuhkan lemah syahwat
Siapkan 25 gram cabe jamu yang sudah dibuat bubuk, 15 gram pulosari juga dibubukkan, 1 siung bawang putih, 2 butir kuning telur, dan 1 sendok makan madu. Caranya, cabe jawa, pulosari, dan bawang putih ditumbuk lagi sampai halus. Aduk-aduklah. Tambahkan kuning telur dan madu, lantas diaduk hingga merata. Minum secara teratur selama 1 bulan.

3. Obat liver
Obat ini dipakai untuk penderita lever yang buang air tidak teratur dan tinja berwarna hijau tua. Sediakan 3 butir cabe jawa, 1 jari tangan rimpang lempuyang, dan air secukupnya. Caranya, cabe jawa dan lempuyang dicampur, lalu tumbuk dan gerus. Tambahkan air secukupnya, lalu peras dan saring. Sekali minum sebanyak 100 ml. Bila penderita sudah lancer buang air bersih, berhentilah meminumnya.

4. Usir pegal dan kembung
Ambil 2 butir cabe jawa dan 1 rimpang lempuyang. Cuci sampai bersih, lalu tumbuk halus. Oleskan atau tempelkan di bagian tubuh yang pegal atau di bagian perut.

CAPEK HILANG DENGAN CABE PUYANG
Jamu cabe puyang sudah kesohor sejak dulu. Hampir setiap penjual jamu gendong pasti menyediakan jamu cabe puyang ini. Rasanya sedikit pedas, ada aroma manisnya, dan yang pasti segar. Khasiatnya, sembuhkan pegal dan linu-linu pada pinggang, atau mengusir capek. Anda mau bikin sendiri?

Sediakan 1 genggam cabe jawa kering, 1 ons lempuyang, 1/2 ons kencur, 2 ibu jari kunir, 1 1/2 ons beras, 3/4 ons asam kawak, 1/2 kg gula merah, 2 liter air, dan garam secukupnya. Langkah pertama, gula jawa dan asam kawak plus air direbus sampai mendidih. Setelah itu, angkat dan tambahkan garam, lalu aduk merata. Biarkan sampai dingin dan saring hingga diperoleh larutan hasil penyaringan.

Langkah kedua, kupaslah lempuyang, kunir dan kencur. Cuci bersih dan iris tipis-tipis, tambahkan cabe jawa dan beras serta sedikit air matang. Setelah itu, blender sampai halus, kemudian peras dan saring dengan kain penyaring yang bersih. Campurkan hasil saringan bahan-bahan tersebut ke dalam larutan gula merah dan asam kawak tadi.

Anggur Merah Bikin Awet Muda


MANFAAT anggur merah bagi kesehatan mungkin bukanlah hal yang baru. Bahan-bahan alami yang ditemukan dalam minuman ini diyakini berkhasiat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah bila dikonsumsi secara teratur dan bijaksana. 


Bukti lain akan manfaat anggur merah diungkapkan para ahli dari  University of Wisconsin yang mempublikasikan risetnya dalam jurnal PLoS ONE belum lama ini.  Mereka mengindikasikan, sejenis kandungan dalam anggur merah bernama resveratrol menunjukkan potensi besar bagi perlindungan organ jantung terhadap proses penuaan.  

Kesimpulan tersebut diambil para ahli setelah melakukan riset laboratorium dengan menggunakan tikus sebagai obyek percobaan. Tikus yang diberi resveratrol menunjukan perubahan aktivitas gen dalam tubuh yang berkaitan dengan proses penuaan.  Perubahan ini sangat mirip dengan tikus yang dikondisikan mengalami pembatasan asupan kalori yang juga mampu memperlambat proses penuaan dengan memangkas asupan energi dari diet sehari-hari.

"Hal yang paling penting adalah betapa resveratrol  mampu memblok atau menghindari penurunan  fungsi jantung yang disebabkan proses penuaan.,"  ujar Tomas Prolla, seorang Profesor dari Universitas Wisconsin  yang menbantu penelitian ini.

Resveratrol yang banyak ditemukan dalam anggur telah menarik perhatian serta minat banyak ilmuwan  serta perusahaan seperti GlaxoSmithKline

Beberapa riset juga telah menunjukkan bahwa dosis tinggi resveratrol dapat memperpanjang harapan hidup lalat buah dan cacing serta mencegah kematian dini pada tikus yang menjalani diet tinggi lemak.

"Resveratrol dalam dosis rendah  dapat memperlambat sejumlah  aspek dari proses penuaan,  termasuk pada organ jantung. Ini juga ditunjukkan dengan kemampuan resveratrol menirukan pengaruh pembatasan kalori, yang dikenal mampu memperlambat penuaan pada beberapa jaringan sel dan memperpanjang harapan hidup ," ungkap Prolla, salah satu anggota tim peneliti.

Sumber : Reuters , Kompas, Rabu, 4 Juni 2008

Sup Jamu Sehat Kala Imlek

MASYARAKAT CHINA sering menyertakan herbal dalam sup sehingga disebut sup jamu. Kadang tanaman obat juga dicampurkan ke dalam congee atau bubur encer. Sup jamu it. biasanya dihidangkan seminggu sekali di meja makan. Bahkan, ada yang rutin menghidangkan sebagai pelengkap makan siang.

Bahan tanaman obat (herbal) yang dipakai disesuaikan dengan musim, cuaca, dan kebutuhan anggota keluarga. Menurut Dr. Rachmat, TCM, sup biasanya dibuat dengan memanfaatkan berbagai sisa makanan seperti tulang, cangkang telur, atau potongan sayuran.

Memasak jamu-jamuan China cukup sederhana. Contohnya, lycii berry dapat digunakan untuk menggantikan kismis saat membuat sereal panas. Beberapa batang astragalus biasa ditambahkan ke dalam periuk nasi.

“Kaldu sup yang bergizi tinggi dapat dibuat dari ramuan jamu khusus. Astragalus, jujube dates, ubi jalar cina, lycii berry, biji teratai, dan serbuk sari lili biasa dimanfaatkan untuk membuat sup,” papar dokter Traditional Chinese Medicine lulusan Universitas Shanghai, China ini.

Sangat Mudah
Sebenarnya mudah menyiapkan semangkuk sup jamu di meja makan. Saat memasak, dituturkan Dr. Rachmat, siapkan kaldu sup terlebih dahulu. Masak cangkang telur dan tulang ayam atau tulang sapi dalam sepanci air menggunakan api kecil. Tambahkan cuka secukupnya. Cuka untuk menarik kalsium yang terdapat dalam cangkang telur atau tulang. Selain tulang, Anda juga bisa memakai buntut sapi, tulang iga, atau dagingnya.

Setelah panas, sayuran dan tanaman obat bisa langsung dimasukkan ke dalam panci. Masak bersama-sama hingga mendidih. Campuran yang dihasilkan disaring, daging atau tulangnya dapat dimasukkan kembali bersama tanaman obat lainnya bila diinginkan. Sebagai penyedap atau untuk menetralkan rasa yang aneh dari tanaman obat, Anda bisa menambahkan satu atau dua sendok teh miso (pasta kacang kedelai).

Kata dokter yang berpraktik di Klinik Shanghai, Jakarta Pusat ini, resep dasar sup untuk 4 porsi adalah: 3,5 liter air ditambah 1 cangkir beras, 1 cangkir miju-miju atau 8 ons daging, 2 cangkir sayuran, 2 ons tanaman obat yang diperlukan, dan 1 sendok teh cuka bila menggunakan tulang.

Bila menggunakan tulang, buatlah kaldu dari tulang, potongan sayur, cangkang telur, dan cuka lalu dididihkan dengan api kecil selama 3 jam. Tambahkan jamu dan masak campuran yang dihasilkan selama 30 menit lagi. Saring kaldu tersebut dan masak kembali daging dan jamu-jamuan yang bisa dimakan. Tambahkan nasi dan sayuran, lalu didihkan selama 30 sampai 45 menit.

Jika hanya menggunakan tanaman obat, didihkan perlahan-lahan ramuan tersebut, potongan sayur atau cangkang telur (bila menggunakan cangkang telur tambahkan cuka) selama 30 menit. Saring campuran yang dihasilkan, tambahkan bahan-bahan ramuan tanaman obat yang bisa dimakan. Didihkan selama 45 menit. Untuk membuat hidangan yang lengkap, tambahkan nasi dan sayuran ke dalam resep-resep sup dasar ini.

Di mana kita bisa membeli bahan-bahan untuk sup jamu ini? Pergilah ke sinse terdekat di kota Anda, atau di Klinik Shanghai tempat Dr. Rahmat berpraktik.

Tujuh Resep Sup Jamu Atasi Gangguan Kesehatan
Berikut ini beberapa resep sup jamu yang ditawarkan Dr. Rachmat untuk menjaga kesehatan organ tubuh.

1. Sup Biji Bunga Teratai, Bunga Lili, dan Daging (untuk 4 porsi)
Bahan:
8 pon daging tanpa lemak
0,75 ons biji bunga teratai
1 ons umbi bunga lili
3,5 liter air

Cara membuat:  
Rebus daging tanpa lemak selama dua jam. Tambahkan tanaman obat, beras, dan sayuran (jika suka). Masak campuran itu selama 45 menit. Jamu-jamuan tersebut dapat dimakan dengan sup. Resep ini memperkuat pencernaan dan ginjal, memperkuat kestabilan mental dan menyembuhkan batuk kering, tuberkulosis, neurasthenia (kelemahan, konsentrasi berkurang), diare, keluarnya air mani, mimpi basah, dan darah menstruasi yang berlebihan.

2. Sup Ubi Jalar dan Lycii Berry (untuk 4 orang)
Bahan:
0,5 pon daging tanpa lemak (idealnya daging sapi)
1 ons ubi jalar cina
1 ons lycii berry
3,5 liter air

Cara membuat:
Masak ubi jalar cina dan lycii berry dengan daging, tambahkan padi-padian serta sayuran bila diinginkan.  Sup ini memperkuat pencernaan, paru-paru, hati, dan ginjal. Sup ini juga menyembuhkan kencing manis dan memperkuat penglihatan.

3. Sup Loranthus dan Telur (untuk 1 orang)
Bahan:
2 butir telur
1 ons loranthus

Cara membuat:
Seduh teh loranthus dengan 12 ons air kemudian saring. Pecahkan telur ke dalam teh dan didihkan dengan cepat. Makan telur dan minum tehnya. Sup ini baik untuk mencegah gangguan hati dan ginjal, keguguran, rematik, sakit punggung, mati rasa pada bagian tubuh, kencing manis, tekanan darah tinggi yang diakibatkan arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), dan sakit punggung pada wanita hamil. Sup ini juga dapat menambah air susu ibu, mencegah penyakit, menyehatkan kulit dan rambut, serta memperkuat gigi.

4. Sup Ginjal dengan Eucommia (untuk 2 orang)
Bahan:

4 ginjal sapi
1 ons eucommia

Cara membuat:
Buatlah teh eucommia dalam dua cangkir air. Saring daunnya dan tambahkan ginjal dan bumbu-bumbu lain sampai menjadi sup. Rebus campuran yang dihasilkan sampai ginjal matang. Sup ini menyembuhkan sakit punggung, menurunkan tekanan darah dan kolesterol serta mencegah keguguran selama pertengahan kehamilan. Sup ini memperkuat ginjal, hati, urat, dan tulang.

5. Sup Ayam dengan He Shou (untuk 4 orang)
Bahan:
1 ons he shou wu
1 ekor ayam kecil

Cara membuat:
Buang bagian dalam ayam. Haluskan he shou wu sampai menjadi bubuk dengan penghancur kacang atau gunakan blender. Bungkus bubuk tersebut dengan beberapa lembar kain kasa. Masukkan bungkusan ke dalam ayam dan rebus dalam air sampai dagingnya terlepas dari tulangnya. Pisahkan bungkus bubuk jamu dan tulangnya. Tambahkan garam, minyak goreng, jahe, anggur (untuk memberi rasa) secukupnya. Minum kuahnya dan makan ayamnya. Sup ini menyehatkan darah dan memperkuat ginjal. Sup ini juga efektif mengatasi masalah saluran kencing dan anus, serta mempertahankan warna dan kemilau rambut.

6. Sup Jantung (untuk 4 orang)

Bahan:
8 cangkir air
0,50 ons jamur reishi
0,75 ons logan berry
6 biji jujube berbintik
0,50 ons umbi bunga lili
0,50 ons biji bunga teratai
0,25 ons carthamus
8 ons daging domba
0,50 cangkir jagung mentah
0,25 wheat berry
1 buah terung kecil
0,50 cangkir bit
0,50 cangkir wortel
0,50 cangkir sayuran hijau (collard, kangkung, atau mostar)
Garam dan biji wijen
1 sendok teh minyak wijen panggang

Cara membuat:
Masak wheat berry dengan enam cangkir air selama satu jam. Masak jamur reishi (dalam panci terpisah) dengan dua cangkir air selama 45 menit. Tambahkan carthamus dan didihkan pelan-pelan selama 15 menit. Saring teh reishi dan carthamus dan pisahkan jamu-jamuannya. Tambahkan teh, daging domba, jagung, dan jamu-jamuan sisanya ke dalam campuran wheat berry dan air, lalu masak selama 30 menit. Tambahkan potongan sayuran dan jagung lalu masak campuran yang dihasilkan selama 15 menit berikutnya. Jamu-jamuan itu dapat diminum dengan supnya. Sup ini menyehatkan jantung, melancarkan peredaran darah, menenangkan jiwa, menjernihkan pikiran, membuat tidur nyenyak, dan menurunkan tekanan darah tinggi.

7. Sup Dang Gui dan Domba (untuk 4 orang)
Bahan:
1 ons dang gui
0,5 pon daging domba
Irisan jahe (untuk penyedap rasa)

Cara membuat:
Masak daging domba dan dang gui bersama-sama sampai dagingnya lunak. Tambahkan irisan jahe 15 menit kemudian. Dang gui memiliki rasa pahit, keluarkan sebelum memakan supnya. Sup ini baik untuk menghangatkan tubuh, menambah darah dan tenaga, memperkuat pencernaan, mengobati sakit sewaktu menstruasi, dan menambah gizi. Secara tradisonal, kaum wanita Cina mengonsumsi sup ini selama 3 hari setelah siklus menstruasi dan setelah melahirkan. Wanita yang baru mengalami perdarahan dapat minum sup ini secara teratur sekali sebulan.

Sumber : Gaya Hidup Sehat, Kompas,Rabu, 6 Februari 2008

Tanduk Rusa, Bikin Greng?



ANDA mungkin tahu rusa Rudolph yang terkenal karena hidungnya yang berwarna merah dan dikenal sebagai salah satu rusa yang digunakan Sinterklas sebagai salah satu penarik keretanya saat membagikan hadiah untuk anak-anak di malam natal.

Namun, kali ini kita tidak ingin bicara soal rusanya, melainkan tanduk beludrunya. Dalam ilmu pengobatan tradisional China (Traditional Chinese Medicine- TCM), kandungan yang terdapat dalam tanduk rusa dapat menjadi tonik energi, menghangatkan dan membuat jantung serta sistem pembuluh darah sehat.

Tanduk rusa dan kadang-kadang jenis usa besar yang disebut elk “Sering digunakan untuk meningkatkan  jumlah darah, khususnya dalam menangani kasus anemia yang muncul akibat kemoterapi,” jelas praktisi TCM, David Scrimgeour, Lac. “Tanduk rusa beludru ini pertumbuhannya begitu cepat, karena itu dipercayai bahwa bahan ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan sel darah merah.'

Menurut para ilmuwan, komponen yang terdapat dalam tanduk, monoacetyldiglycerides dikatakan dapat merangsang produksi sumsum tulang dan sel-sel darah merah. Dalam penelitian hewan, suplemen tanduk rusa membuktikan kemampuannya meningkatkan kekuatan otot jantung, menstabilkan ritme jantug dan mengatur tekanan darah.

Riset beberapa tahun lalu juga menunjukkan, tanduk rusa ternyata juga dapat digunakan untuk merawat osteoporosis (pengeroposan tulang). Mungkin ini akibat kandungan glucosamine, chondroitin, dan kolagen yang begitu tinggi.

Sebuah penelitian yang berlangsung tahun 2004 dan terpublikasi di Canadian veterinary Journal menunjukkan bahwa saat seekor anjing menderita osteoartritis mengonsumsi bubuk tanduk rusa besar, kemampuan berjalan, vitalits dan performanya membaik dari hari ke hari. Para ilmuwan kemudian menyimpulkan bahwa tanduk rusa “ efektif dalam mengatasi masalah artritis pada anjing.”

Secara tradisional, penggunaan tanduk rusa memang jarang dimaksudkan untuk nyeri lutut gangguan pada sel darah merah. Namun kerapkali ditujukan untuk meningkatkan fungsi seksual atau kekuatan tubuh secara keseluruhan, kemampuan erobik, meski dalam penelitian pada manusia belum terbukti hal ini.

Tanuk rusa biasanya diambil dari rusa yang diternakkan sebelum tanduk ini mengeras di akhir musim panas, yang biasanya bakal terbungkus beludru lunak berbulu. Para praktisi kesehatan mengatakan, saat inilah tanduk rusa berada dalam kondisi paling baik untuk diambil. Setelah dipati rasa atau anestesi, tanduk barulah diambil atau dipotong. Rusa tak akan merasakan sakit dan tanduk akan tumbuh lagi, satu setengah inchi setiap hari, lebih cepat dibanding organ-organ lain.

New Zealand, Australia, dan Kanada memproduksi banyak suplemen tanduk rusa yang dibuat dalam betuk cairan, bubuk atau pil. Dosis umum antara 3 hingga 9 gram setiap hari. Bila Anda membeli bubuk tanduk rusa, bisa dicampur dengan air mendidih atau diseduh untuk teh. Jangan tambahkan bahan-bahan lain sampai air mendidih.


Sumber : Alternative Medicine, Kompas,Selasa, 6 Mei 2008

Brokoli, Paling Baik Dikukus

 Kandungan beta-karoten, lutein dan flavanolnya sangat tinggi. Ketiga nutrisi dalam brokoli ini berpotensi melawan kanker. Kandungan kalsium dalam brokoli juga diyakini ahli lebih mudah diserap tubuh dibanding yang berasal dari susu.

Mengapa brokoli harus dikukus? Brokoli kukus mengandung karotenoid lebih banyak ketimbang yang mentah. Hal ini didapat dari riset terbaru yang dimuat di Journal of Agricultural and Food Chemistry. Kelebihan lainnya, kandungan vitamin C pada brokoli tak akan berkurang lebih dari 30 %, meski telah dikukus. Begitu juga dengan zat kaempferol, sejenis flavonoid yang penting bagi perbaikan sel tubuh.

Yang perlu kita ingat juga adalah penyimpanan brokoli setelah dimasak. Seperti bayam, sayur ini tak boleh disimpan terlalu lama, mengingat kandungan nitratnya tinggi. Zat ini dapat berubah menjadi nitrit, yang jika berbaur dengan asam amino di tubuh akan memberikan nitrosamin.

"Nitrosamin bersifat karsinogenik atau pemicu kanker. Jadi, masak brokoli dalam jumlah yang cukup, sesuai yang akan dikonsumsi. Hindari menyajikan brokoli sisa makan siang untuk jadi menu makan malam," papar Yusnalaini Y.Mukawi, MSc, ahli gizi dari RS.Gatot Subroto, Jakarta.

Untuk memaksimalkan kandungan nutrisi pada brokoli, sebaiknya cuci dan potong brokoli tepat sebelum dikukus. Ini saran dari Ellie Krieger RD, penulis buku So Easy dan pemandu acara Healthy Appetite dari Food Network. Tujuannya agar brokoli tak lekas busuk setelah dicuci dan dipotong.

 Sumber :Prevention Indonesia , Kompas, Kamis, 22 April 2010

Teh Hijau Bantu Kesehatan Jantung


JIKA nanti Anda ditawari pilihan antara Earl Grey atau teh hijau, Anda mungkin akan memilih the hijau.

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa teh hijau, yang lebih populer di budaya Timur, dapat melindungi pembuluh nadi dengan menjaga mereka tetap seimbang dan rileks, dan maka dari itu dapat menahan perubahan naik-turun pada tekanan darah.

Dipimpin oleh Dr. Nikolaos Alexopoulos dari Athens Medical School di Yunani, sejumlah peneliti menemukan, di antara 14 orang, mereka yang minum teh hijau menunjukkan pembesaran pembuluh nadi pada hati mereka 30 menit lebih lama daripada mereka yang minum kopi atau air panas. Ini karena, para ahli berspekulasi, teh hijau bekerja di dalam saluran pembuluh darah, membantu sel-sel mengeluarkan zat-za t yang dibutuhkan untuk menenangkan pembuluh nadi dan membuat aliran darah lebih lancar.

Bagian yang membantu tersebut adalah flavonoids, yang bekerja sebagai antioksidan, dan membantu mencegah pembengkakan pada jaringan tubuh. Zat-zat ini juga mencegah terjadinya pembentukkan gumpalan darah, yang menjadi penyebab utama serangan jantung. "Kami menemukan bahwa setelah minum teh hijau, terdapat efek perlindungan pada endothelium, pada seorang ahli jantung," kata dr Charalambos Vlachopoulos, yang juga penulis penelitian itu.

Ini semua disebabkan oleh enam gram the hijau. Untuk menyakinkan bahwa efek pembesaran tersebut tidak disebabkan oleh kafein yang juga terdapat pada teh, peneliti membandingkan besar pembuluh nadi pada orang yang minum teh hijau dengan mereka yang minum minuman berkafein. Ternyata para ahli tidak menemukan perubahan pembesaran pembuluh darah pada orang yang minum minuman berkafein.

Yang lebih mengejutkan, efek yang menguntungkan ini dapat bertahan lama dan bersifat akumulatif. Ketika para peneliti mengukur besarnya pembuluh nadi orang yang minum teh hijau setiap hari selama dua minggu, mereka menemukan pembuluh nadi lebih besar. "Ini harus diselidiki lebih lanjut, namun kami berpikir bahwa orang yang minum teh hijau selama satu sampai dua bulan, efek menguntungkannya akan semakin besar," kata Vlachopoulos.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa satu penelitian saja tidak cukup. dr Robert Eckel, profesor di Universitas Colorado, Denver, dan mantan presiden Asosiasi Jantung Amerika, mengatakan fungsi endothelial dipengaruhi beberapa faktor, termasuk dosis vitamin E dan C dalam jumlah besar. "Konsumsi the hijau mungkin akan memberikan efek yang menguntungkan pada pembuluh nadi, namun kita harus berhenti berpikir bahwa ini adalah rekomendasi bahwa setiap orang harus minum teh hijau seolah ini sudah terbukti mengurangi serangan jantung dan stroke," katanya.

Namun, ia mengakui penelitian awal ini mengisyaratkan bahwa the hijau mungkin baik untuk diet jantung yang sehat. Sampai saat ini, Asosiasi Jantung Amerika belum memasukkan minuman dalam rekomendasi diet mereka, namun penelitian seperti ini mungkin akan mengubahnya. Setidaknya, jika Anda sekarang minum the hijau, Anda tahu bahwa itu bukanlah suatu ide yang buruk.(Kompas,Minggu, 6 Juli 2008 )

Teh Hijau Bikin Antibiotik Makin Ampuh




Ribuan penelitian telah mengungkapkan, teh hijau adalah minuman alami menyehatkan dan kaya akan kandungan antioksidan. Faedahnya pun begitu beragam, mulai dari memelihara kesehatan jantung hingga menekan risiko kanker.

Berdasarkan temuan para ahli di Mesir, teh hijau ternyata juga memiliki pengaruh positif bagi antibiotik. Para peneliti dari Universitas Alexandria menyimpulkan, teh hijau mampu meningkatkan keampuhan antibiotik dalam membunuh bakteri resisten hingga 3 kali lipat, bahkan kuman super sekalipun.

Teh hijau adalah salah satu jenis minuman favorit bagi warga Mesir. Bahkan tak tanggung-tanggung, mereka kerap meminumnya bersama obat-obatan seperti antibiotik.  Peneliti tertarik melihat apakah teh hijau dapat menurunkan, meningkatkan, atau sama sekali tak memengaruhi kinerja antibiotik.

Hasilnya mengejutkan, menurut studi yang hasilnya dipresentasikan pada pertemuan Society for General Microbiology di Edinburgh, Skotlandia, akhir Maret 2008, teh hijau mampu meningkatkan  kemampuan antibiotik melawan bakteri resisten, bahkan kuman super sekalipun.

"Kami menguji kombinasi teh hijau dengan antibiotik melawan 28 penyakit yang disebabkan dua kelas mikroorganise,"  kata Dr Mervat Kaseem dari Fakultas Farmasi Universitas Alexandria yang memimpin studi itu.

Ia menjelaskan, "Pada setiap kasus tertentu, teh hijau terbukti meningkatkan aktivitas antibiotik membunuh bakteri. Misalnya, efek kloramfenikol membunuh bakteri 99,99 persen lebih baik dari saat meminum teh hijau dibandingkan tanpa menggunakannnya."

Kaseem dan timnya juga menemukan teh hijau mampu membuat 20 persen bakteri resisten menjadi rentan dengan antibiotik sefalosporin, sejenis antibiotik penting untuk mengatasi strain bakteri yang telah berubah menjadi resisten atau kebal.

Peneliti menambahkan, hampir pada setiap kasus dan semua tipe antibiotik yang mereka uji, pemberian antibiotik bersama teh hijau meningkatkan kerja antibiotik tersebut, serta mengurangi resitensi obat pada bakteri. Dan untuk kasus tertentu, green tea dengan konsentrasi rendah sekalipun tetap efektif.

"Hasil studi kami menunjukkan bahwa kita harus mempertimbangkannya lebih serius bahan-bahan alami yang dikonsumsi setiap hari," ujar Kaseem.

"Di masa mendatang kami akan mencari dan meneliti bahan alami lain seperti majoram dan thyme. Ini diperlukan untuk  menguji apakah mereka juga mempunyai zat aktif yang membantu memerangi bakteri resisten terhadap obat," katanya.

Sumber :healthdaynews , kompas,Jumat, 11 Juli 2008

Teh Hijau Kurangi Risiko Kanker Paru

Sering dengar teh hijau baik untuk kesehatan? Tahukah Anda bahwa menurut para ilmuwan Taiwan, meminum segelas teh hijau atau lebih dalam sehari bisa melawan efek buruk rokok yang bisa menyebabkan kanker paru, terutama pada perokok yang tak memiliki gen bawaan kanker.

I-Hsin Lin, seorang murid pascasarjana di Chung Shan Medical University di Taiwan menyatakan bahwa antioksidan yang ada di dalam teh hijau bisa menghambat pertumbuhan tumor. Studi penelitian ini dipresentasikan di American Association of Cancer Research pada pertemuan International Association for the Study of Lung Cancer, Coronado, California, Januari 2010 ini.

Lin menemukan adanya efek proteksi terutama pada grup perokok yang mempunyai genotipe spesifik tidak terkait dengan resiko kanker. Bersama timnya, dia mengevaluasi 170 orang pasien dengan kanker paru dan 340 pasien yang sehat. Mereka diminta untuk menjabarkan kebiasaan merokok mereka, kebiasaan meminum teh hijau mereka dan faktor gaya hidup lainnya selama lima tahun belakangan ini.

Para peneliti ini melakukan pemisahan genotyping pada para partisipan untuk melihat apakah ada di antara mereka yang mempunyai genotype bawaan yang terkait dengan risiko kanker. Ini termasuk IGF1, IGF2, dan IGFBP3.

Secara umum, para perokok dan non perokok yang tidak meminum teh hijau memiliki resiko kanker paru lima kali lebih besar dibandingkan dengan yang minum setidaknya satu gelas sehari, papar Lin.

Para peminum teh hijau yang tidak memiliki gen bawaan risiko kanker mempunyai penurunan resiko kanker paru sebanyak 66 persen dibandingkan dengan para peminum teh hijau yang memiliki gen bawaan rentan kanker.

Lin sendiri menyatakan, cara terbaik agar tidak terkena sel kanker adalah stop merokok, sedangkan teh hijau hanya mengurangi risiko tersebut.(sumber : webMD, Kompas,Jumat, 15 Januari 2010)

Anyang-anyang untuk Demam dan Sakit Kandung Kencing

Anyang Anyang
(Elaeocarpus grandiflorus J.Sm,)

Sinonim :
Rejasa.

Familia :
Elaeocarpaceae.

Uraian :
Pohon dengan bentuk etage; tinggi 6-26 m. Daun bertangkai, berjejal pada ujung ranting, bentuk lanset, beralih demi sedikit pada tangkai, 5-20 kali 1-5 cm, gundul, seperti kulit, bergerigi beringgit tidak dalam; yang tua merah api. Tandan bunga menggantung, berbunga 4-6, panjang 2-10 cm. Tangkai bunga 3-4,5 cm. Daun kelopak merah cerah, berambut. Daun mahkota putih, pada pangkalnya dengan sisik, ke arah ujung melebar sekali dan terbagi dalam taju, panjang; 2-2,5 cm. Dasar bunga kuning, kemudian oranye. Tonjolan dasar bunga berambut halus (seperti bulu anak ayam) rapat. Benang sari seluruhnya berambut. Bakal buah bentuk telur, berambut; kepala putik tidak melebar. Buah bentuk spul, hijau pucat, panjang lk 3 cm. Di hutan di pinggir air, di bawah 500 m; sebagai pohon hias di kebun dan park. Anyang, S, Rejasa, J. Elaeocarpus grandiflorus J.E.Sm. Cat. : Jika buah diinjak, maka duri tempel pada inti buah menembus dinding buah yang lunak dan menyebarlah biji tersebut sebagaiapa yang dinamakan „kotak duri" (hoefklitten). Bagian yang digunakan Buah, kulit kayu, dan daun.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Anyang-anyang, Ki ambit (Sunda); Anyang-anyang, Kemaitan, Maitan, Raja sor, Rejasa (Jawa). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Elaeocarpi Fructus; Buah Anyang-anyang.

Komposisi :
Elaeokarpid (zat pahit beracun) dan saponin. Khasiat Diuretik.

KEGUNAAN

Buah:
1. Disentri.
2. Sakit kandung kencing.

Kulit kayu:
1. Radang Ginjal.
2. Borok (obat luar).

Daun:
1.Demam.
2.Kelesuan.
3.Mual.
4.Sakit Kuning.

RAMUAN DAN TAKARAN

Demam

Ramuan:
Kulit kayu atau daun Anyang-anyang 4 gram
Air 110 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml
Lama pengobatan:
Diulang selama 4 hari.

Kelesuan

Ramuan:
Daun Anyang-anyang 4 gram
Daun Sembung 3 gram
Herba Meniran 2 gram
Rimpang Temulawak 4 gram
Air 110 ml

Cara pernbuatan:
Diseduh, dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan
Diulangi selama 14 hari.

Sakit Kandung Kencing
Penderita pada saat buang air seni merasa nyeri, dan air seninya berbuih.
Ramuan:
Buah Anyang-anyang 7 biji
Buah Adas 1 gram
Pulosari 1/ 2 ruas jari
Air 110 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari.(iptek)

Bayam untuk Anemia hingga Memperkuat Akar Rambut

Bayam : (Amaranthus tricolor L.)   

Sinonim : A.gangeticus

Familia : amaranthaceae.

Uraian :

Bayam berasal dari Amerika tropik. Sampai sekarang, tumbuhan ini sudah tersebar di daerah tropis dan subtropis seluruh dunia. Di Indonesia, bayam dapat tumbuh sepanjang tahun dan ditemukan pada ketinggian 5-2.000 m dpl, tumbuh di daerah panas dan dingin, tetapi tumbuh lebih subur di. dataran rendah pada lahan terbuka yang udaranya agak panas. Herba setahun, tegak atau agak condong, tinggi 0,4-1 m, dan bercabang. Batang lemah dan berair. Daun bertangkai, berbentuk bulat telur, lemas, panjang 5-8 cm, ujung tumpul, pangkal runcing, serta warnanya hijau, merah, atau hijau keputihan. Bunga dalam tukal yang rapat, bagian bawah duduk di ketiak, bagian atas berkumpul menjadi karangan bunga di ujung tangkai dan ketiak percabangan. Bunga berbentuk bulir. Bayam yang dijual di pasaran dan biasa dikonsumsi sebagai sayuran dikenal dengan bayam cabutan atau bayam sekul. Terdapat tiga varietas bayam yang termasuk ke dalam Amaranthus tricolor, yaitu bayam hijau biasa, bayam merah (Blitum rubrum), yang batang dan daunnya berwarna merah, dan bayam putih (Blitum album), yang berwarna hijau keputih-putihan. Sebagai informasi, daun dan batang bayam merah mengandung cairan berwarna merah. Selain A. tricolor, terdapat bayam jenis lain, seperti bayam kakap (A. hybridus), bayam duri (A.spinosus), dan bayam kotok/bayam tanah (A. blitum). Jenis bayam yang sering dibudidayakan adalah A. tricolor dan A. hybridus sedangkan jenis bayam lainnya tumbuh liar. Panen bayam cabut paling lama dilakukan selama 25 hari. Setelah itu, kualitasnya akan menurun karena daunnya menjadi kaku. Bayam dapat disayur bening, dibuat gado-gado, pecal, atau direbus untuk lalap. Kadangkadang, daun bayam yang muda dan lebar digunakan pula sebagai bahan rempeyek. Tanaman bayam dapat diperbanyak dengan biji.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Jakarta: bayam glatik, b. putih, b. merah. Jawa: bayem abrit, b. lemah, b. ringgit, b. sekul, b. siti. Maluku: jawa lufife, tona ma gaahu, hohoru itoka tokara, baya roriha, loda kohori. Nama asing: Chinese spinach (I) Nama simplisia: Amaranthi tricoloris Folium (daun bayam), Amaranthi tricoloris Radix (akar bayam).

Komposisi :

Bayam mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin, dan vitamin (A, B dan C).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Secara umum, tanaman bayam dapat meningkatkan kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Akar bayam merah berkhasiat sebagai obat disentri. Bayam termasuk sayuran berserat yang dapat digunakan untuk memperlancar proses buang air besar. Makanan berserat sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita kanker usus besar, penderita kencing manis (diabetes mellitus), kolesterol darah tinggi, dan menurunkan berat badan. Infus daun bayam merah 30% per oral dapat meningkatkan kadar besi serum, haemoglobin, dan hematokrit kelinci yang dibuat anemia secara nyata. Peningkatan tersebut tidak berbeda jika dibandingkan dengan kelompok kelinci yang diberi sulfas ferosus. Sebagai pembanding, digunakan air suling. (Ernawati Santoso, Fakultas Farmasi, WIDMAN, 1986).

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:
Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan akar.

Indikasi:
Daun bayam digunakan untuk pengobatan :
membersihkan darah sehabis bersalin,
memperkuat akar rambut,
tekanan darah rendah,
kurang darah (anemia), dan
gagal ginjal.

Akar digunakan untuk pengobatan: disentri

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, sediakan 25-30 g daun segar, lalu rebus dan dimakan sebagai lalap. Selain direbus, bayam dapat juga dijus untuk diminum.
Untuk pemakaian luar, giling daun bayam segar sampai halus, lalu tempelkan pada luka akibat gigitan binatang berbisa.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT:
Meningkatkan kerja ginjal, membersihkan darah sehabis bersalin Bayam dapat dikonsumsi dalam bentuk sayur bening.

Kurang darah
Cuci tiga genggam daun bayam merah, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan satu sendok makan air jeruk nipis, lalu saring. Selanjutnya, tambahkan satu sendok makan madu dan sebutir kuning telur ayam kampung dan aduk sampai rata, kemudian ramuan ini diminum dan pengo>7atan dilakukan satu kali sehari selama seminggu. Selanjutnya, pengobatan dapat dilakukan dua kali seminggu sampai penyakitnya sembuh.

Disentri
Cuci 10 batang akar bayam merah sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan garam halus seujung sendok teh sambil diaduk rata, lalu saring. Untuk pengobatan, minum air saringannya sekaligus.

Memperkuat akar rambut
Cuci satu ikat daun dan batang bayam segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan garam halus seujung sendok teh sambil diaduk rata. Selanjutnya, peras dan saring, lalu minum sekaligus. Lakukan 2-3 kali seminggu.

Catatan
Penderita kadar asam urat darah yang cukup tinggi dan rematik Gout dilarang mengonsumsi bayam terlalu banyak karena sayur ini mengandung purin yang cukup tinggi. Di dalam tubuh, purin akan dimetabolisir menjadi asam urat.

Untuk pengobatan, bayam merah dianggap lebih berkhasiat daripada bayam hijau.

Bayam Duri, Untuk Kencing Nanah hingga Tambah Darah

Bayam Duri : (Amaranthus Spinousus, Linn.)   

Familia : Amaranthaceae

Uraian :
Bayam duri (amaranthus spinousus) termasuk jenis tanaman amaranth.Tumbuhan ini mempunyai batang lunak atau basah, tingginya dapat mencapai 1 meter. Sebagai tanda khas dari tumbuhan bayam duri yaitu pada pohon batang, tepatnya di pangkal tangkai daun terdapat duri, sehingga orang mengenal sebagai bayam duri.Bentuk daunnya menyerupai belahan ketupat dan berwarna hijau. Bunganya berbentuk bunga bongkol, berwarna hijau muda atau kuning. Bayam duri banyak tumbuh secara liar di pekarangan rumah, ladang atau di jalan-jalan kampung. Bayam duri tumbuh baik di tempat-tempat yang cukup sinar matahari dengan suhu udara antara 25 - 35 Celcius.

Nama Lokal :
Bayem eri, bayem raja, bayem roda, bayem cikron (Jawa); Senggang cucuk (Sunda), Bayam keruai (Lampung); Ternyak duri, ternyak lakek (Madura), Podo maduri (Bugis); Thorny amaranthus (Inggris), Bayam Duri (Indonesia);

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Bayam duri mengandung amarantin, rutin, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, garam fosfat, zat besi, serta Vitamin (A, C, K dan piridoksin=B6).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kencing Nanah, Kencing tidak lancar, Bronkhitis, Produksi ASI; Tambah Darah, Eksim, Bisul, Demam;

Pemanfaatan :

1. Kencing Nanah

  • Bahan: 1 potong akar (dengan bonggolnya) bayam duri, adas  pulawaras secukupnya.
  • Cara membuat: direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan  disaring.
  • Cara menggunakan: diminum pagi dan sore
2. Kencing tidak lancar
  • Bahan: 1 potong akar (dengan bonggolnya) bayam duri.
  • Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.
  • Cara menggunakan: diminum sekaligus.
3. Gangguan pernapasan dan bronkhitis
  • Bahan: batang bayam duri lengkap dengan daun, bunga dan akarnya.
  • Cara membuat: ditumbuk halus, kemudian direbus dengan 1 liter air dan disaring.
  • Cara menggunakan: diminum pagi dan sore
4. Memproduksi ASI
  • Bahan: batang bayam duri lengkap dengan daun, bunga dan akarnya.
  • Cara membuat: ditumbuk halus.
  • Cara menggunakan: dioleskan/dibobolkan seputar payudara
5. Tambah Darah
a. Bahan: 2 genggam daun batang bayam duri dan 1 butir telur ayam kampung.
  • Cara membuat: daun bayam ditumbuk halus, kemudian ditambah 1 gelas air dan diperas/disaring, telur ayam kampung dimasukan dan diaduk sampai merata.
  • Cara menggunakan: diminum (untuk orang dewasa 1 minggu sekali)
b. Bahan: 1 genggam daun batang bayam duri dan 1 sendok makan madu.
  • Cara membuat: daun bayam ditumbuk halus dan diambil airnya, kemudian ditambah madu.
  • Cara menggunakan: diminum biasa ( untuk bayi)
6. Eksim dan bisul
  • Bahan: 1 potong bayam duri.
  • Cara membuat: ditumbuk halus.
  • Cara menggunakan: dioleskan / dibobokan pada bagian yang sakit.
7. Demam
  • Bahan: 2 genggam daun batang bayam duri dan 1 butir telur ayam kampung.
  • Cara membuat: ditumbuk halus, kemudian ditambah 1 gelas air secukupnya.
  • Cara menggunakan: tempelkan di dahi sebagai kompres.

Belimbing Asam untuk Batuk hingga Diabetes


Nama latin : Averhoa bilimbi.

Sinonim :

Familia :Oxalidaceae

Uraian :
Belimbing asam (Averhoa bilimbi) dapat tumbuh baik di tempat-tempat terbuka yang mempunyai ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan air laut. DI negara asalnya, tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis dan di Indonesia banyak dipelihara di pekarangan atau kadang-kadang tumbuh secara liar diladang atau tepi hutan. Tumbuhan ini tingginya dapat mencapai lebih dari 10 meter dan mempunyai batang yang keras. Ada dua varitas dari tumbuhan belimbing asam yaitu yang menghasilkan buah berwarna hijau dan kuning muda atau sering pula dianggap berwarna putih. Batangnya tidak banyak memiliki cabang, sedang daunnya bersirip genap. Bunganya yang kecil-kecil menggantung berwarna merah atau keunguan dengan buah memanjang dan dalamnya berongga berbiji-biji. Daging buahnya banyak mengandung air yang berasa asam.

Nama Lokal :
Belimbing Asam (Indonesia), Calincing (sunda),; Blimbing wuluh (Jawa), Bhalimbing bulu (Madura),; Blimbing buluh (Bali), Selimeng (Aceh), Balimbing (Lampung); Balimbeng (Flores), Celane (Bugis), Takurela (Ambon);

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Buah belimbing asam mempunyai kandungan unsur kandungan unsur kimia yang disebut asam oksalat dan kalium. Disamping itu, daun belimbing asam mengandung ekstrak untuk melawan staphylococus.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batuk, Beguk, Encok, Sariawan, Hipertensi, Diabetes melitus; Demam, Radang poros usus, Menghilangkan jerawat;

Pemanfaatan :

1. Batuk
    a. Bahan: 1 genggam bunga belimbing asam dan 1 potong gula batu
       Cara membuat: direbus bersama-sama dengan 1 gelas air sampai
       mendidih hingga tinggal ½ Gelas.
       Cara menggunakan:  diminum pagi dan sore secara rutin.

    b. Bahan: daun, bunga dan buah belimbing asam ditambah gula
       merah dan adas pulawaras
       Cara Membuat: direbus bersama-sama dengan 1 gelas air sampai
       mendidih hingga tinggal ½ gelas.
        Cara menggunakan:  diminum pagi dan sore secara rutin

2. Beguk
    Bahan: 10 lembar daun belimbing asam dan 4 siung bawang merah
    Cara membuat: ditumbuk bersama-sama sampai halus
    Cara menggunakan: untuk bobok dan obat luar

3. Encok
    a. Bahan: 1 genggam  daun belimbing asam ditambah kapur sirih
       Cara membuat: ditumbuk halus bersama-sama
       Cara menggunakan:  digosokan sebagai param

    b. Bahan:  4 genggam daun belimbing asam
       Cara membuat:  ditumbuk halus
       Cara menggunakan:  digunakan untuk menggosok bagian
       pinggang

4. Sariawan
    Bahan: 11 kuntum bunga belimbing asam, asam jawa dan gula merah
    Cara membuat: direbus bersama-sama dengan 2 gelas air sampai
    mendidih hingga tinggal 1 gelas
    Cara menggunakan:  diminum pagi dan sore

5. Hipertensi
    Bahan: 3 buah belimbing asam, ½ ikat daun kemangi
    Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih
    hingga tinggal ½ gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya.
    Cara menggunakan:  diminum menjelang tidur dan diulangi 3 hari
    sekali

6. Diabetes mellitus, demam dan radang poros usus
    Bahan: 3 genggam daun belimbing asam
    Cara membuat: direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian
    disaring untuk diambil airnya
    Cara menggunakan:  diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

7. Menghilangkan Jerawat
    Bahan: 3 buah belimbing asam dan garam secukupnya
    Cara membuat: buah belimbing  diparut kemudian kedua bahan
    tersebut dicampur sampai merata
    Cara menggunakan:  digunakan sebagai bedak pada bagian wajah
    yang berjerawat

Belimbing Manis untuk Batuk hingga Panu

Nama latin :Averhoa carambola

Sinonim :

Familia :Oxalidaceae

Uraian :
Pohon kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batang yang tidak begitu besar dan mempunyai garis tengah hanya sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar dan ditemukan dari dataran rendah sampai 500 m dpi. Pohon yang berasal dari Amerika tropis ini menghendaki tempat tumbuh tidak ternaungi dan cukup lembab. Belimbing wuiuh mempunyai batang kasar berbenjol-benjol, percabangan sedikit, arahnya condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti beludru, warnanya coklat muda. Daun berupa daun majemuk menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun. Anak daun bertangkai pendek, bentuknya bulat teiur sampai jorong, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau, permukaan bawah hijau muda. Perbungaan berupa malai, berkelornpok, keluar dari batang atau percabangan yang besar, bungs kecil-kecil berbentuk bintang warnanya ungu kemerahan. Buahnya buah buni, bentuknya bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5 ern, warnanya hijau kekuningan, bila masak berair banyak, rasanya asam. Biji bentuknya bulat telur, gepeng. Rasa buahnya asam, digunakan sebagai sirop penyegar, bahan penyedap masakan, membersihkan noda pada kain, mengkilapkan barang-barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor atau sebagai bahan obat tradisional. Perbanyakan dengan biji dan cangkok.

Nama Lokal :
Belimbing manis (Indonesia), Belimbing manih (Minangkabau); Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), ; Bhalimbing manes (Madura), Balirang (Bugis); 

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. KANDUNGAN KIMIA: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, suifur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, suifur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat. 

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes melitus, Kolesterol, Hipertensi;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, buah. 

KEGUNAAN: 
Bunga: 
- Batuk. 
- Sariawan (stomatitis) 

Daun: 
- Perut sakit. Gondongan (Parotitis). 
- Rematik. 

Buah: 
- Batuk rejan. 
- Gusi berdarah, sariawan. 
- Sakit gigi berlubang. 
- Jerawat. Panu. 
- Tekanan darah tinggi. 
- Kelumpuhan. 
- Memperbaiki fungsi pencernaan. 
- Radang rektum.

PEMAKAIAN: 
Untuk minum: Lihat resep. 
Pamakaian luar: Daun secukupnya setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur, dipakai sebagal tapal (pemakaian setempat) pada gondongan, rheumatism, jerawat, panu. 

CARA PEMAKAIAN:
1. Pagel linu: 
    1 genggam daun belimbing wuiuh yang masih muda, 10 biji cengkeh, 
    15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. 
    Lumurkan ketempat yang sakit.

2. Gondongan: 
    10 ranting muda belimbing wuiuh berikut daunnya dan 4 butir bawang 
    merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat 
    yang sakit.

3. Batuk pada anak.
    Segenggam bunga belimbing wuiuh, beberapa butir adas, gula 
    secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah 
    dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum, 
    pagi dan malam sewaktu perut kosong. 

4. Batuk: 
    25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari 
    kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4 
    genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun 
    inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong 
    seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 
    gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya. 
    Sehari 3 kali 3/4 gelas. 

5. Batuk rejan: 
    a. 10 buah belimbing. wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus, 
        diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum, 
        lakukan 2 kali sehari. 
    b. Buah belimbing wuiuh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

6. Rematik :
    a. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji 
        merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya 
        sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi 
        ketempat yang sakit. 

    b. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca 
        L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk 
        halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 
        1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok 
        dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

7. Sariawan: 
    a. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan 
        1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring, 
        dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan. 

    b. 2/3 genggam bunga belimbing wuiuh, dicuci lalu direbus dengan 
        3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin 
        disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas. 

    c. 3 buah belimbing wuitjh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang 
        muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari 
        pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok 
        makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk 
        mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari. 

8. Jerawat: 
    a. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, 
        diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka 
        yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari, 

    b. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang, 
        digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis.
        Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang 
        berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari. 

9. Panu: 
    10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur 
    sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai 
    untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari. 

Belimbing Wuluh untuk Batuk dan Panu

Nama Latin : Averrhoa bilimbi L.

Sinonim :

Familia :Oxalidaceae

Uraian :
Pohon kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batang yang tidak begitu besar dan mempunyai garis tengah hanya sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar dan ditemukan dari dataran rendah sampai 500 m dpi. Pohon yang berasal dari Amerika tropis ini menghendaki tempat tumbuh tidak ternaungi dan cukup lembab. Belimbing wuluh mempunyai batang kasar berbenjol-benjol, percabangan sedikit, arahnya condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti beludru, warnanya coklat muda. Daun berupa daun majemuk menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun. Anak daun bertangkai pendek, bentuknya bulat telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau, permukaan bawah hijau muda. Perbungaan berupa malai, berkelompok, keluar dari batang atau percabangan yang besar, bunga kecil-kecil berbentuk bintang warnanya ungu kemerahan. Buahnya buah buni, bentuknya bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5 ern, warnanya hijau kekuningan, bila masak berair banyak, rasanya asam. Biji bentuknya bulat telur, gepeng. Rasa buahnya asam, digunakan sebagai sirop penyegar, bahan penyedap masakan, membersihkan noda pada kain, mengkilapkan barang-barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor atau sebagai bahan obat tradisional. Perbanyakan dengan biji dan cangkok.

Nama Lokal :
Limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo),; Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias),; balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu),; Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda),; Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura).; Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores),; Libi (Sawu), belerang (Sangi).; 

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. KANDUNGAN KIMIA: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, sulfur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, sulfur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat. 

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batuk, sariawan (stomatitis), perut sakit, gondongan (parotitis),; Rematik, batuk rejan, gusi berdarah, sariawan, sakit gigi berlubang; Jerawat, panu, tekanan darah tinggi (hipertensi), kelumpuhan,; Memperbaiki fungsi pencernaan, radang rektum.; 

BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, buah. 

KEGUNAAN: 
Bunga: 
- Batuk. 
- Sariawan (stomatitis) 

Daun: 
- Perut sakit. Gondongan (Parotitis). 
- Rematik. 

Buah: 
- Batuk rejan. 
- Gusi berdarah, sariawan. 
- Sakit gigi berlubang. 
- Jerawat. Panu. 
- Tekanan darah tinggi. 
- Kelumpuhan. 
- Memperbaiki fungsi pencernaan. 
- Radang rektum.

PEMAKAIAN: 
Untuk minum: Lihat resep. 
Pamakaian luar: Daun secukupnya setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur, dipakai sebagal tapal (pemakaian setempat) pada gondongan, rheumatism, jerawat, panu. 

CARA PEMAKAIAN:
1. Pagel linu: 
    1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkeh, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ketempat yang sakit.

2. Gondongan: 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat yang sakit.

3. Batuk pada anak : Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong. 

4. Batuk: 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4 genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya.Sehari 3 kali 3/4 gelas. 

5. Batuk rejan: 
    a. 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum,lakukan 2 kali sehari. 

    b. Buah belimbing wuluh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

6. Rematik :
    a. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya 
       sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ketempat yang sakit. 
    b. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

7. Sariawan: 
    a. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring, dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan. 

    b. 2/3 genggam bunga belimbing wuluh, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin 
disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas. 

    c. 3 buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang  muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari 
       pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok  makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari. 

8. Jerawat: 
    a. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.

    b. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang, digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. 
Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari. 

9. Panu: 
   10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.