Tampilkan postingan dengan label Prostat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prostat. Tampilkan semua postingan

Saw Palmetto Untuk Kesehatan Prostat Anda

Saw palmetto merupakan tumbuhan obat yang banyak dijumpai di Amerika Utara. Penduduk asli Amerika (Indian) menggunakan bagian buahnya untuk penyembuhan masalah kelamin, saluran kemih, dan sistem repoduksi.

Tumbuhan saw palmetto memiliki nama latin Serenoa repens, sinonim dengan Serenoa serrulatum Hook atau Sabal serrulatum. Termasuk tumbuhan sejenis palem yang hidup dan tumbuh di tanah berpasir.

Tumbuhan ini memang tidak terdapat di Indonesia karena haya bisa hidup di benua Amerika, mulai dari Carolina Selatan hingga Florida. Tumbuhan ini spesifik dengan batang yang menjalar mendatar sepanjang 1,8 sampai 3 meter, dan bercabang.

Pada ujungnya tumbuh batang pendek, yang muncul di permukaan tanah dengan daun berbentuk menjari. Pada bagian tepi daun berbagi seperti gergaji, dengan panjang tangkai daun 1,5 m. Bunga terdapat pada sepanjang tangkai daun.

Melancarkan Kemih
Dalam situs symmcorp.com dijelaskan bahwa saw palmetto juga disebut sebagai "tumbuhan keteter" karena bersifat melancarkan air seni. Herba saw palmetto juga banyak dimanfaatkan ileh penduduk Jerman, Kanada dan Inggris.

Rakyat Amerika Serikat menjadikan saw palmetto sebagai makanan nutrisi untuk mereka yang bermasalah dengan saluran kemih dan prostatnya. Herba ini juga sudah dipasarkan sebagai bahan yang mengandung afrosidiak untuk pria dan wanita.

Saw palmetto mempunyai bahan pokok minyak volatile, saponin, tanin, dan polisakarida. Saw palmetto juga mengandung bahan tonik untuk memperkuar sistem pertahanan tubuh.

Bagi pria, saw palmetto digunakan sebagai pelindung kesehatan kelenjar prostat. Ekstraknya bekerja melindungi testosteron dari perubahan sel agar tidak terjadi pembesaran prostat.

Saw palmetto digunakan sebagai bahan diuretik untuk membantu kerja normal saluran kemih (kencing). Sebaiknya digunakan pada malam hari karena penderita gangguan prostat biasa berkemih di malam hari.

Saw palmetto mencegah kerja berlebih dari hormon androgen dan estrogen aktif, bahkan kerjanya juga bisa sebagai penyeimbang kedua hormon tersebut. Kedua hormon ini juga bisa membantu kelenjar tiroid dan menormalkan beberapa kelenjar tubuh lainnya.

Dalam beberapa tahun belakangan, khususnya di dunia kesehatan modern, di dunia kesehatan modern, wanita menggunakan herba saw palmetto untuk pembesaran payudara dan kesehatan saluran kandung kemih. Penduduk benua Amerika, yaitu suku bangsa Indian, menggunakan herba tumbuhan ini sebagai obat maslaah seks, seperti impotensi dan frigiditas.

Buah saw palmetto direkomendasikan sebagai obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Buahnya bahkan diyakini bisa mmebantu kerja kelenjar tiroid. Saw palmetto juga baik digunakan mengatasi masalah pernpasan.
Sumber: Senior

Temu Putih

Ia sering dikelirukan sebagai kunyit putih. Sering pula ia sangka sebagai temu-mangga. Padahal tanaman yang dipercaya mampu "membunuh" sel-sel kanker itu adalah temu putih.

Tanaman ini masuk dalam spesies tumbuhan familia Zingberaceae (tumbuhan semak yang berumur tahunan). Temu putih yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan orang, dapat tumbuh hingga 1000 m dpl, di lahan seperti hutan jati dan tanah penggembalaan.

Sepintas mirip temulawak dan tingginya antara 60-90 cm. Tanaman ini tidak merumpun, tapi hanya memiliki beberapa pokok batang yang tumbuh jarang. Umbi atau rimpangnya merupakan umbi batang, berbentuk gendut membulat, berwarna putih dan bagian dalamnya kuning muda serta mudah dipatahkan.

Daunnya berbentuk bundar lonjong dengan ujung meruncing. Telapak dan punggung daunnya licin tak berbulu dan berwarna hijau. Bagian pertengahan dan pangkalnya berwarna ungu. Bunganya berupa bunga majemuk berwarna merah jambu dengan mahkotanya yang putih.

Dalam buku Chinese Medicinal Herb of Taiwan, temu putih memang telah lama dikenal dapat melancarkan sirkulasi darah, anti radang dan bersifat fimbrilonitik (melumatkan bekuan darah).

Berikut resep yang diberikan Yellia Mangan, untuk mengobati penyakit-penyakit seperti:

1. Kanker Rahim
.
Ramuan;
* Kapsul : 3x2 sehari
* Bubuk : 3x1/2 sendok teh sehari diseduh dengan 1 cangkir air hangat, bisa ditambah dengan gula batu atau madu.

Lama pengobatan untuk stadium awal : 2-3 bulan
Lama pengobatan untuk stadium lanjut : 3-6 bulan
Pantangan : Selama pengobatan dan seterusnya, penderita kanker sebaiknya pantang terhadap MSG atau bumbu penyedap masakan, makanan berlemak, alkohol, tape, minuman bersoda, es, rokok, makanan pedas, sawi, kankung, bayem, durian, nanas, nangka dan ikan asin. Pantangan ini berlaku juga bagi penderita kanker prostat.

2. Mioma, Endomitriosis dan Kista

Ramuan : sama dengan atas
Lama pengobatan : 3-6 bulan

3. Prostat

Ramuan : sama dengan atas
Lama pengobatan : 1 bulan dengan mematuhi pantangannya

4. Darah Kental

Ramuan : sama dengan atas ditambah dengan herbal lainnya (seperti sambiloto, sembung, temulawak)
Lama pengobatan : diminum secara rutin sampai darah mulai normal (dianjurkan untuk mengecek kekentalan darah di laboratorium)

5. Keputihan

Ramuan : sama dengan atas dibarengi herbal lainnya (misalnya temulawak, mimba, sambiloto, tapak liman dsb)
Lama pengobatan : 3-6 bulan

6. Jerawat/menghaluskan kulit

Ramuan : kapsul : 3x1 sehari
Bubuk : dioleskan dengan campuran air hangat di bagian muka
Lama pengobatan : diharapkan 3-5 hari

7. Sakit Maag

Ramuan : Rimpang Temu Putih 7 keping ditambah air secukupnya
Cara pembuatan : Diseduh
Cara pemakaian : Diminum seperti minum teh untuk keperluan 1 hari
Lama pengobatan : 14 hari

sumber : senior