Tampilkan postingan dengan label Tokotrienol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokotrienol. Tampilkan semua postingan

Tokotrienol, Antioksidan Kuat Untuk Kulit


Vitamin E termasuk vitamin larut lemak yang juga bertindak sebagai antioksidan. Antioksidan adalah zat yang menghancurkan radikal bebas – senyawa berbahaya dalam tubuh yang merusak DNA, bahkan menyebabkan kematian sel. Vitamin E dikategorikan secara luas ke dalam dua kelompok – tokoferol dan tokotrienol. Alpha, beta, delta, dan gamma adalah varian di kedua kategori tersebut. Beberapa peneliti berpendapat bahwa vitamin E adalah anggota paling penting dalam kelompok nutrisi yang mencegah stres oksidatif. Anggota lain dari kelompok ini termasuk vitamin B3, vitamin C, selenium, dan glutation.

Tokotrienol merupakan antioksidan yang dapat bekerja cepat, 40-60 kali lebih efektif dalam mencegah kerusakan akibat radikal bebas daripada a-tokoferol (Perricone, 2008). Ng et al.(2004) menambahkan bahwa tokotrienol merupakan antioksidan potensial dan lebih efektif dibandingkan tokoferol. Hal ini berkaitan dengan distribusi yang lebih baik pada lapisan berlemak membran sel.

Sebagia Antioksidan, Vitamin E mencegah stres oksidatif yang berefek merusak pada sel-sel. Vitamin E, yang bekerja bersama-sama dengan nutrisi lainnya seperti selenium, vitamin B3, vitamin C, dan glutation, mencegah molekul oksigen menjadi overreaktif. Ketika oksigen yang mengandung molekul menjadi terlalu reaktif, maka mereka dapat mulai merusak struktur sel di sekitarnya. Inilah yang berkontribusi pada penuaan dini serta berkembangnya sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Vitamin E juga memberi efek perlindungan pada kulit.  Vitamin E diperlukan untuk mempertahankan kulit yang sehat dengan melindungi kulit dari radiasi UV, sehingga mengurangi bintik-bintik penuaan.

Tokotrienol bisa dijumpai pada suplemen Bellapure.

***************
Cantik itu Bellapure
Bellapure, Nutrisi Anti-Aging Sempurna
10 in 1 Ingredients
Order : 0813.8610.8089
***************

Tokotrienol, Antioksidan yang Sangat Efektif

Vitamin E adalah salah satu fitonutrien penting dalam makanan. Vitamin E merupakan antioksidan yang larut lemak. Vitamin ini banyak terdapat dalam membran eritrosit dan lipoprotein plasma. Sebagai antioksidan, vitamin E berfungsi sebagai donor ion hidrogen yang mampu mengubah radikal bebas menjadi radikal tokoferol yang kurang reaktif, sehingga tidak mampu merusak rantai asam lemak.

Vitamin E mempunyai 2 isomer yaitu tokoferol (Toc) dan tokotrienol (Toc-3). Tokotrienol merupakan antioksidan yang dapat bekerja cepat, 40-60 kali lebih efektif dalam mencegah kerusakan akibat radikal bebas daripada a-tokoferol (Perricone, 2008). Ng et al.(2004) menambahkan bahwa tokotrienol merupakan antioksidan potensial dan lebih efektif dibandingkan tokoferol. Hal ini berkaitan dengan distribusi yang lebih baik pada lapisan berlemak membran sel.

Tokoferol dan tokotrienol adalah suatu antioksidan yang sangat efektif, yang dengan mudah menyumbangkan atom hidrogen pada gugus hidroksil (OH) dari struktur cincin ke radikal bebas sehingga radikal bebas menjadi tidak reaktif. Adanya hidrogen yang disumbangkan, tokoferol sendiri menjadi suatu radikal, tetapi lebih stabil karena elektron yang tidak berpasangan pada atom oksigen mengalami delokalisasi ke dalam struktur cincin aromatik (Silalahi, 2002).

Walaupun vitamin E (baik tokoferol maupun tokotrienol) merupakan antioksidan yang potensial, aktivitas antikanker vitamin E tidak berhubungan dengan aktivitas antioksidan. Peran vitamin E sebagai anti tumor adalah memodulasi sejumlah jalur penyampaian sinyal intraseluler pasca proses mitogenesis dan apoptosis (Packer, 1991). Peran tokotrienol sebagai antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan tokotrienol (Yamashita et al., 2002).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tokotrienol mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih tinggi. a-tokotrienol mempunyai aktivitas penangkapan radikal peroksil pada membran liposomal dan aktivitas antikanker yang lebih tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tokotrienol lebih mampu mencegah kematian sel-sel syaraf yang diinduksi glutamal (Musalmah et al., 2005).

Tokoferol mempunyai beberapa fungsi terhadap kesehatan. Beberapa fungsi tokotrienol adalah dapat mencegah penyakit jantung, mencegah penyakit Alzheimer, dan mencegah kanker (Meydani, 2000). Selain itu menurut Anonymous (2010), vitamin E dapat melindungi kulit dari sinar ultraviolet, dapat menyembuhkan luka, berfungsi sebagai antioksidan, serta melindungi tubuh akibat kelebihan vitamin A dan melindungi vitamin A dari kerusakan.

Tokotrienol bisa dijumpai pada suplemen Bellapure.

***************
Cantik itu Bellapure
Bellapure, Nutrisi Anti-Aging Sempurna
10 in 1 Ingredients
Order : 0813.8610.8089
***************

Mengenal Vitamin E dan Tokotrienol

Vitamin E termasuk vitamin larut lemak yang juga bertindak sebagai antioksidan. Antioksidan adalah zat yang menghancurkan radikal bebas – senyawa berbahaya dalam tubuh yang merusak DNA, bahkan menyebabkan kematian sel. Vitamin E dikategorikan secara luas ke dalam dua kelompok – tokoferol dan tokotrienol. Alpha, beta, delta, dan gamma adalah varian di kedua kategori tersebut. Beberapa peneliti berpendapat bahwa vitamin E adalah anggota paling penting dalam kelompok nutrisi yang mencegah stres oksidatif. Anggota lain dari kelompok ini termasuk vitamin B3, vitamin C, selenium, dan glutation.

Apa saja fungsi vitamin E?

    Sebagai antioksidan. Vitamin E adalah antioksidan kuat dan mencegah stres oksidatif yang berefek merusak pada sel-sel. Vitamin E, yang bekerja bersama-sama dengan nutrisi lainnya seperti selenium, vitamin B3, vitamin C, dan glutation, mencegah molekul oksigen menjadi overreaktif. Ketika oksigen yang mengandung molekul menjadi terlalu reaktif, maka mereka dapat mulai merusak struktur sel di sekitarnya. Inilah yang berkontribusi pada penuaan dini serta berkembangnya sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung dan kanker.

    Memberi efek perlindungan pada kulit.  Vitamin E diperlukan untuk mempertahankan kulit yang sehat dengan melindungi kulit dari radiasi UV. Dari penelitian menunjukkan vitamin E yang dioleskan dapat membantu mencegah dari kerusakan UV. Vitamin E masuk ke membran sel kulit dan memberi perlindungan yang sama dengan makan makanan yang kaya vitamin E seperti almond.

    Menurunkan risiko kanker kandung kemih. Makanan yang kaya vitamin E seperti bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, dan paprika, bisa menurunkan risiko kanker kandung kemih hampir 50 persen. Kanker kandung kemih adalah kanker pembunuh keempat pada laki-laki, empat kali lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Menurut peneliti, suatu bentuk khusus dari vitamin E, alfa-tokoferol, terkait dengan penurunan risiko kanker kandung kemih. Alfa-tokoferol adalah bentuk vitamin E yang ditemukan suplemen vitamin, selain pada makanan sumber vitamin E.

    Efektif melawan kanker prostat. Gamma tokoferol, suatu bentuk vitamin E, efektif melawan kanker prostat. Bentuk vitamin ini menghambat penyebaran sel kanker tanpa menyebabkan kerusakan pada sel-sel sehat dari kelenjar prostat. Para peneliti menemukan bahwa gamma-tokoferol, khususnya dalam kombinasi dengan bentuk lain dari vitamin E seperti delta-tokoferol, apoptosis diinduksi (kematian sel) pada sel-sel peka androgen kanker prostat dalam 3 hari pengobatan.

    Pengobatan penyakit Alzheimer. Vitamin E dari sumber makanan juga bisa membantu mencegah atau mengobati penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dengan asupan vitamin E tertinggi dari makanan memiliki risiko 67 persen lebih rendah terhindar Alzheimer. Namun, penelitian lain menemukan bahwa orang yang memiliki gejala awal Alzheimer dan memakai suplemen vitamin E tetap berkembang terus penyakitnya pada tingkat yang sama seperti mereka yang mengalami plasebo.

    Membantu pembentukan sel darah merah. Vitamin E juga penting dalam pembentukan sel darah merah dan membantu tubuh dalam memanfaatkan vitamin K.

Apa saja sumber vitamin E?

Vitamin E ditemukan dalam makanan seperti berikut: biji (seperti biji bunga matahari), kacang-kacangan (seperti kacang almon), sawi, lobak, bayam, collard hijau, buah zaitun, buah kiwi, asparagus, blueberri,  dan minyak nabati seperti minyak jagung, minyak kacang kedelai, minyak biji bunga matahari, dan minyak biji kapas.

Sebagian besar suplemen vitmain E mengandung bentuk tunggal dari vitamin, alfa-tokoferol. Beberapa praktisi seperti dilaporkan oleh Lifemojo, menyarankan suplemen vitamin E yang mengandung bentuk-bentuk lain dari vitamin E juga. Suplemen yang berisi berbagai bentuk vitamin E biasanya disebut sebagai “tokoferol campuran” atau “campuran tokotrienol” suplemen.

Apa gejala dari defisiensi vitamin E?

Kekurangan vitamin E biasanya langka dan hampir tidak pernah disebabkan oleh pola makan yang buruk. Mayoritas penelitian difokuskan pada masalah mal-absorpsi. Beberapa gejala defisiensi meliputi:

  • Risiko anemia hemolitik yang dikaitkan dengan kekurangan vitamin ini karena kerusakan oksidatif pada sel-sel darah merah.
  • Penurunan gairah seks dicatat pada banyak individu karena kekurangan vitamin E.
  • Reproduksi termasuk masalah infertilitas termasuk hasil dari rendahnya kadar vitamin ini.
  • Berkembangnya bintik-bintik usia mungkin terjadi karena vitamin E menghasilkan efek bercahaya pada kulit.
  • Kerapuhan dari sel-sel darah merah ditemukan terkait dengan tingkat vitamin E yang rendah.
  • Kemungkinan kerusakan neurologis tidak bisa diabaikan.

Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada tubuh kita. Maka kita perlu mengasup makanan kaya vitamin E setiap hari. Vitamin C mendukung penyerapan vitamin E, jadi kita pun harus menambahkan asupan vitamin C dalam makanan kita.

Suplemen vitamin E dianggap penting bagi wanita dalam tahun-tahun menopause mereka atau ketika mereka hamil atau menggunakan kontrasepsi. Namun, perlu petunjuk dokter sebelum mengonsumsinya karena vitamin ini berefek mengencerkan darah. Cara terbaik untuk mengatasi gejala kekurangan adalah dengan mengasup makanan yang mengandung vitamin E.

Tokotrienol bisa Anda jumpai di suplemen Bellapure.

***************
Cantik itu Bellapure
Bellapure, Nutrisi Anti-Aging Sempurna
10 in 1 Ingredients
Order : 0813.8610.8089
***************

Tokotrienol, Solusi Masalah Kerontokan Rambut

Rambut rontok adalah masalah utama pria dan wanita. Rambut rontok biasanya disebabkan faktor genetika, ketidakseimbangan hormonal, kekurangan vitamin, penyakit kronis, atau karena pemakaian obat-obatan.

Ketika tubuh kekurangan beberapa mineral penting dan vitamin, maka kondisi tersebutdapat mengarah ke masalah kebotakan. Vitamin E dengan subkomponenpentingdidalamnya, dapat membantu mencegah dan mengobati rambut rontok.

Rambut rontok memiliki penyebab multifaktor, antara lain faktor fisiologis rontok akibat perubahan musim, ataupun karena faktor patologis seperti infeksi jamur. Siklus rambut yang normal dapat mempertahankan ketebalan dan volume rambut secara alami (jumlah rambut rontok sama dengan pertumbuhan rambut).

Ketidakseimbangan yang signifikan terjadi ketika rambut rontok berlebihan ataupun terjadi penurunan pertumbuhan rambut. Kombinasi kedua situasi tersebut dapat menyebabkan kebotakan atau alopecia. Tokotrienol Sebenarnya jika rambut mendapatkan semua nutrisi penting dan faktor pertumbuhan untuk memperbaiki dan mengganti sel-sel mati,alopeciatidak akan pernah terjadi.

Namun, jika rambut lemah, setiap perubahan lingkungan yang potensial atau penyakit tertentu dapat mengubah fisiologi normal. Penyebab signifikan seperti faktor fisiologis (rontok karena perubahan musim) pada umumnya tidak dianggap patologis, karena sistem kekebalan tubuh normal, dapat melawan perubahan kelembaban dan suhu pada lingkungan.

Tokotrienol adalah salah satu anggota dalam keluarga vitamin E. Vitamin yang larut dalam lemak ini memiliki delapan bentuk berbeda, yaitu empat tokoferol (alfa, beta, gamma, dan delta) dan empat tokotrienol (alfa, beta, gamma, dan delta). Dibandingkan dengan tokoferol, tokotrienol secara luas ditemukan sebagai nutrisi yang lebih kaya manfaat atau powerful nutient. Ketika membeli makanan kemasan atau suplemen sumber vitamin E, sangatlah penting untuk membaca label makanan tersebut, karena tokotrienol dapat ditemukan dalam bentuk alami maupun sintetis. Bentuk alami tokotrienol†berlabel”dtokotrienol”.

Sedangkanbentuk sintetisberlabel “dl-tokotrienol”. Namun sebenarnya, bisa†dengan mudah mendapatkan tokotrienol alami pada beberapa makanan. Minyak kelapa sawit, beras katul, gandum, minyak kelapa, kedelai, minyak zaitun, sereal, kacang-kacangan, dan bijibijian adalah sumber utama dari tokotrienol alami. Vitamin Esensial Cara ideal untuk menyembuhkan rambut rontok adalah dengan mengonsumsi vitamin esensial. Penelitian oleh Wong dan Lodge (2012) telah membuktikan, tokotrienol dapat meningkatkan pertumbuhan rambut pada 42% pria yang mengalami androgenetic alopecia(pola kebotakan pada pria).

Sebanyak 28 subyek berusia 18-59 tahun diteliti dalam jangka waktu 8 bulan. Semua subyek penelitian tersebut memiliki sejarah kebotakan mulai dari 2 sampai 5 tahun, dan dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi 100 mg tokotrienol kompleks dan kelompok lainnya adalah kelompok plasebo (tanpa pemberian suplemen). Hasilnya, jumlah rambut meningkat 41,8% dalam kelompok studi (dengan 8 orang mengalami peningkatan lebih 50%).

Sebaliknya, tidak ada perbedaan signifikan pada kelompok plasebo, dan hanya satu orang dari kelompok plasebo yang menunjukkan peningkatan lebih dari 20%. Kekurangan gizi merupakan faktor utama penyebab rambut rontok. Hal ini karena sel-sel rambut merupakan sel yang labil seperti sel kulit. Sel rambut mengalami pertumbuhan konstan dan jika kandungan gizi dalam konsumsi sehari-hari kurang, maka dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Antioksidan Kuat Sama seperti pada semua sel dalam tubuh yang membutuhkan nutrisi, sel-sel rambut juga membutuhkan nutrisi. Dalam hal ini, tokotrienol berfungsi sebagai antioksidan dan membantu mencegah/- memperbaiki kerusakan sel rambut. Berdasarkan beberapa penelitian oleh American Oil Chemists’ Society (AOCS) maupun American Pregnancy Association, tokotrienol adalah antioksidan kuat yang dapat melindungi tubuh kita dari radikal bebas. Lim Ai Beoy, peneliti dari School of Pharmaceutical Sciences, menyatakan tokotrienol dapat memberikan perlindungan terhadap folikel rambut dan mendorong pertumbuhan rambut.

Jadi, tokotrienol menjadi solusi yang baik dalam perawatan rambut bagi pria maupun wanita dengan masalah rambut menipis dan rontok. Selain itu, tokotrienol dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah dan kapiler, yang sangat berdampak positif bagi pertumbuhan dan kesehatan rambut.

Jika pembuluh darah dan kapiler dapat berfungsi secara efektif dan optimal, maka pembuluh darah tersebut dapat mengangkut banyak nutrisi dan oksigen ke kulit kepala,

Tokotrienol bisa Anda jumpai di suplemen Bellapure.

***************
Cantik itu Bellapure
Bellapure, Nutrisi Anti-Aging Sempurna
10 in 1 Ingredients
Order : 0813.8610.8089
***************

Antioksidan Tokotrienol Untuk Kesehatan Optimal

Tokotrienol merupakan anggota keluarga vitamin E. Zat gizi ensensial bagi tubuh, vitamin E dibentuk dari empat tokoferol (alfa, beta, gamma, delta) dan empat tokotrienol (alfa, beta, gamma, delta). Secara kimia,  vitamin E merupakan suatu antioksidan. Satu model untuk fungsi vitamin E di dalam tubuh ialah bahwa vitamin E melindungi membrane sel, bagian aktif dari enzim, dan DNA dari bahaya radikal bebas.

Tokotrienol merupakan senyawa alami yang ditemukan dalam minyak-minyak nabati pilihan, benih gandum, jawawud, dan jenis-jenis kacang dan padi-padian tertentu. Varian vitamin E ini hanya terjadi pada taraf sangat rendah di alam.

Sementara mayoritas penelitian tentang vitamin E berfokus pada alfa-tokoferol, kajian mengenai tokotrienol diperkirakan kurang dari 1% dari semua penelitian tentang vitamin E.

Gejala-gejala yang diakibatkan oleh defisiensi alfa-tokoferol dapat dikurangi oleh tokotrienol. Dengan demikian, tokotrienol dapat ditinjau sebagai anggota dari keluarga vitamin E tidak hanya secara structural tetapi juga secara fungsional. Sedikit perbedaan antara tokotrienol dan tokoferol yang terletak pada rantai samping tak jenuh yang memiliki tiga ikatan rangkap pada ekor isoprenoid farnesilnya. Semua isomernya mempunyai beberapa tingkat aktivitas antioksidan karena menyumbangkan atom hydrogen dari gugus hidroksilnya pada cincin kromanol yang mengurangi radikal-radikal bebas di dalam tubuh.

Tokotrienol dinamakan melalui analogi terhadap tokoferol  (dari kata-kata Yunani yang berarti menjadi hamil (lihat tokoferol); tetapi dengan kata ini berobah termasuk perbedaan zat kimia bahwa tokotrienol adalah triena, berarti bahwa mereka berperan dengan struktur identik dengan tokoferol kecuali untuk penambahan tiga ikatan rangkap pada rantai samping mereka.

Tokotrienol diekstrak dari sumber-sumber alami merupakan d-tokotrienol. Tokotrienol hanya mempunyai satu pusat kiral tunggal yang terdapat pada karbon cincin kromanol 2′, pada titik di mana ekor isoprenoidnya bergabung dengan cincinnya; dua pusat yang berhubungan lainnya pada ekor fitil dari tokoferol yang berhubungan, tidak terdapat karena ketakjenuhan tokotrienol pada bagian tersebut. Dalam teori, stereoisomer tokotrienol mungkin bahkan terdapat dalam bentuk d-tokotrienol alami, atau sebagai isomeric non-alami ‘l-tokotrienol’ yang mempunyai konfigurasi 2S (yang lebih baik dari 2R) pada pusat kiral tunggal  molekul. Bagaimanapun, secara praktek, tokotrienol diekstrak dari sumber-sumber alami, dan bentuk-bentuk sintetik l dan d,l tidak dipasarkan sebagai suplemen.

Banyak penelitian mengakui manfaat kesehatan tokotrienol untuk manusia telah dibuat. Tingkat keracunan untuk manusia sekarang tidak diketahui.  Tingkat efek-merugikan-yang diamati tidak ada untuk tikus yang diperkirakan 120–130 mg/kg berat badan/hari. Selama  2004, Dewan Pangan dan Nutrisi Institut Ilmu Kedokteran Akademi Sains Nasional Amerika Serikat tidak mendefinisikan keuntungan kesehatan apa pun atau risiko kesehatan apa pun, yaitu perkiraan keperluan rata-rata, tunjangan makanan yang direkomendasikan, asupan yang memadai dan tingkat asupan tertinggi yang ditoleransi (UL) didefinisikan untuk alfa-tokoferol (kecuali tingkat tertinggi (UL) untuk bayi) tetapi tidak untuk tokotrienol.

Tokotrienol dan Cedera Akibat Stroke

Dalam jurnal  peer-reviewed Stroke (Oktober 2005), suplementasi oral dari kompleks tokotrienol sawit spectrum penuh pada tikus hipersensitif secara mendadak menimbulkan tingkat tokotrienol yang meningkat pada otak. Tikus, yang disuplementasi dengan tokotrienol menunjukkan lebih terlindungi terhadap cedera akibat-strok dibandingkan dengan kontrol (kelompok yang tidak disuplementasi). Kajian ini menunjukkan bahwa suplementasi oral dari kompleks toktrienol sawit berfungsi pada checkpoint molekul kunci (c-Src dan 12-Lipoksigenase) untuk melindungi terhadap strok secara in vivo. Efek perlindungan dari tokotrienol adalah bebas dari aktivitas antioksidannya karena tokoferol hanya efektif pada konsentrat yang lebih tinggi.

Pada tahun  2005, sebuah studi bersama yang dilakukan pada universitas Wayne State dan Pusat Medis Universitas Ohio State menunjukkan bahwa tokotrienol dapat disampaikan ke organ-organ dengan efisien dan oleh karena itu dapat menawarkan manfaat bagi kesehatan yang ditunjukkan oleh studi secara in vitro dan in vivo. “Hasil kami menunjukkan bahwa tokotrienol dikirim dengan efisien ke aliran darah terlepas dari kenyataan bahwa protein transfer mempunyai afinitas yang lebih rendah untuk tokotrienol dibandingkan untuk tokoferol,” kata  Chandan Sen dari  Ohio State University dan penulis senior dari kajian itu.

Peneliti merekrut wanita dengan tingkat kolesterol normal (rata-rata usia 23,5 tahun) dan memberikan mereka stroberi lembut kaya-lemak yang mengandung 400 mg vitamin E dengan g 77 mg alfa-tokotrienol, 96 mg delta-tokotrienol, dan 3 mg gamma-tokotrienol, ditambah  tokoferol. Karena vitamin E adalah vitamin larut-lemak, maka peneliti itu memilih mengirim mikronutrien ini dalam makanan yang berisi-lemak untuk memperbaiki penyerapan. Pengukuran darah periode post-prandial menunjukkan bahwa tingkat alfa-tokotrienol maksimal yang dirata-ratakan hamper 3 mikromol dalam plasma darah, 1,7 mikromol dalam kolesterol-LDL (kolesterol jahat), dan 0,5 mikromol dalam kolesterol-HDL (kolesterol-baik). “Kerja ini menampilkan fakta pertama yang menunjukkan post-absorptive fate dari isomer-isomer tokotrienol dan kaitannya dengan sub-fraksi lipoprotein pada manusia,” tulis penulis Pramod Khosla dari  Wayne State University.

Konsentrasi-konsentrasi tersebut, kata peneliti itu, cukup untuk mendukung fungsi-fungsi neuroprotektif dari tokotrienol yang dilaporkan. “Kami telah menentukan bahwa bila diberikan secara oral, tokotrienol dapat menaikkan konsentrasi yang dibutuhkan untuk bekerja tersebut… fungsi-fungsi perlindungan,” kata Sen. “Ini merupakan ramuan makanan umum di Asia, sehingga ini dapat merupakan bagian yang aman dari diet harian dalam makanan yang disediakan atau sebagai suplemen di Amerika Serikat.” Dapatkah ia digunakan secara terapi untuk mencegah strok?  “Hasil-hasil dari studi pada hewan ada harapan yang optimis, tetapi ini masih terlalu dini untuk mengatakan untuk manusia,” dia menambahkan.

Tokotrienol dan Kanker Pankreas

Kanker pancreas merupakan  kanker yang mematikan keempat terbesar di Amerika Serikat, dengan laju kelangsungan hidup paling buruk 5 tahun dengan kurang dari 5%. Deteksi dan skrining awal untuk kanker pancreas baru-baru ini menetapkan terbatas pada pasien-pasien berisiko-tinggi, meskipun hereditas (factor keluarga) diperkirakan hanya 10% dari pasien-pasien dengan kanker pancreas.

Tokotrienol merupakan antioksidan yang lebih efektif dibandingkan tokoferol karena rantai-sampingnya yang tidak jenuh memudahkan menetrasi yang lebih baik ke dalam lapisan lapisan lemak jenuh dari otak dan hati. Tokotrienol dapat menurunkan pembentukan tumor, Kerusakan DNA dan kerusakan sel. Pada sebuah studi tahun 1993 di mana tikus yang diinduksi dengan zat yang berpotensi kanker hati, ilmuwan menemukan tidak ada kerusakan sel hati pada kelompok yang diberi makan dengan tokotrienol sawit.

Pada 2009, ilmuwan pada Departemen Nutrisi dan Ilmu Pengetahuan Makanan, Universitas Wanita Texas mengevaluasi dampak dari d-delta-tokotrienol, suatu isomer vitamin E yang potensial, pada sel-sel karsinoma pancreas  MIA PaCa-2 dan sel-sel adenokarsinoma duktal pancreas  BxPC-3 pada manusia. Mereka menyimpulkan penekanan aktivitas jalur mevalonat, apakah itu melalui modulator HMG KoA reduktase (statin, tokotrienol, dan farnesol), farnesil transferase (inhibitor farnesil transferase), dan/atau aktivitas mevalonat pirofosfat dekarboksilase (fenilasetat), mempunyai potensi dalam kemoterapi kanker pancreas. Juga, sebuah studi mengeskalasi-dosis fase-I mengevaluasi pengaruh tokotrienol murni isomer delta yang diekstrak dari minyak kelapa sawit terhadap individu  dengan kanker pancreas baru-baru ini masih berlangsung pada Pusat Kanker Moffitt, dan pertama kali tokotrienol dievaluasi secara klinis terhadap kanker pada manusia.

Tokotrienol dan Kanker Payudara

Pada tahun 1990-an, beberapa studi memperlihatkan tokotrienol merupakan vitamin E yang dapat menanggapi untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara pada manusia secara in vitro, dianggap  mekanisme estrogen bebas. Tokotrienol bekerja secara sintetik dengan tamoxifen, suatu obat kanker payudara yang digunakan secara umum, dalam membunuh sel-sel kanker.

Tokotrienol juga dapat mempengaruhi homeostasis sel, kemungkinan secara bebas dari aktivitas antioksidan mereka. Efek anti-kanker dari α- dan γ-tokotrienol telah dilaporkan, meskipun δ-tokotrienol diverifikasi merupakan tokotrienol paling efektif dalam menginduksi apoptosis (kematian sel) dalam sel-sel-sel kanker payudara manusia yang merespon-estrogen dan yang non-respon estrogen. Berdasarkan pada hasil tersebut pada sel-sel dalam kultur, penyelidik telah menduga bahwa campuran dari α- dan γ-tokotrienol dapat mengurangi risiko kanker payudara.

Kajian lebih lanjut mengenai tokotrienol dan kanker payudara menunjukkan bahwa gamma-toktrienol sasarannya sel-sel kanker dengan menghambat Id1, suatu protein kunci yang memunculkan-kanker. Gamma-tokotrienol menunjukkan untuk mencetuskan apoptosis sel dan sebagai anti-perkembangan sel-sel kanker yang baik. Mekanisme ini juga diamati dalam kajian memisahkan kanker prostat dan jalur sel melanoma.

Pada 2009, sebuah studi oleh para saintis pada Kolese Farmasi, Universitas Louisiana di Monroe memperlihatkan statin dan tokotrienol memberikan manfaat kesehatan yang signifikan pada pengobatan kanker payudara pada wanita, sambil menghindari miotoksisitas terkait dengan monoterapi statin dosis tinggi.

Tokotrienol dan Kanker Prostat

Penyelidikan efek anti-proliferatif tokotrienol pada sel-sel kanker prostat PC3 dan LNCaP menunjukkan bahwa transformasi vitamin E untuk CEHC merupakan mekanisme detoksifikasi paling banyak, berguna untuk memelihara sifat-sifat malignan dari sel-sel kanker prostat. Bagaimanapun, penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa γ-tokotrienol adalah paling potensial dalam menekan proliferasi sel kanker prostat, dan efek anti-proliferatif dari γ-tokotrienol itu bertindak melalui banyak jalur-pensinyalan (NF-B, EGF-R dan protein-protein keluarga Id). Sebagai tambahan, kajian yang sama menunjukkan efek anti-invasi dan kemosensitisasi dari γ-tokotrienol terhadap sel-sel PCa.

Tokotrienol dan Kanker Kulit

Dalam satu kajian tahun 2009 pada Fakultas Ilmu Kedokteran Li Ka Shing, Universitas Hong Kong, para saintis menemukan pengurangan sel-sel kanker kulit saat diobati dengan gamma-tokotrienol dengan obat-obatan kemoterapi. Untuk pertama kali, peneliti mencatat efek anti-invasi dan kemosensitisasi gamma-tokotrienol terhadap sel-sel melanoma malignan manusia.
Tokotrienol dan Pengurangan Kolesterol

Tubuh manusia membentuk kolesterol dari hati, memproduksi sekitar 1 gr kolesterol setiap hari atau 80% dari total kolesterol tubuh yang dibutuhkan. Sisa 20% berasal dari apa yang kita makan. Kolesterol berlebih adalah sebuah risiko bagi kesehatan karena penyimpanan lemak bertahap akan menyumbat arteri. Ini akan mengakibatkan aliran darah ke otak, jantung, ginjal dan bagian-bagian lain dari tubuh menjadi kurang efisien.

Kolesterol, dianggap dibutuhkan secara metabolik, adalah tidak esensial di dalam makanan. Tokotrienol dapat mengurangi kapasitas hati untuk menghasilkan kolesterol. Ini dilakukan dengan menekan HMG KoA reductase, enzim dalam  hati yang merespon bagi sintesis kolesterol.

Pada 1993, para saintis Amerika memimpin sebuah studi terkontrol dengan plasebo “double-blind” dari 50 sukarelawan pada Yayasan Jantung Kenneth Jordan dan Pusat Medis Elmhurst. Hasil-hasil mereka menunjukkan bahwa tokotrienol sawit dapat dengan mudah dibiakkan pada arteri. Tujuh pasien dengan kolesterol tinggi dengan pengosongan arteri yang dialami kembali menghalangi urat nadi dari arteri karotit setelah mengonsumsi tokotrienol sawit, sambil memperburuk kondisi. Ini dibandingkan dengan kelompok kontrol, di mana tak satu pun diperbaiki dan 10 orang semakin parah. Tokotrienol, khususnya δ- dan γ-tokotrienol, memperlihatkan merupakan  zat gizi yang efektif dalam mengobati kolesterol tinggi. Khususnya, γ-tokotrienol tampaknya bertindak pada enzim spesifik yang disebut 3-hidroksi-3-metilglutaril-koenzim  dan  menekan produksi enzim ini, menyebabkan kolesterol tidak diproduksi oleh sel-sel hati. Sementara studi tahun 1995 pada ayam menunjukkan bahwa adanya alfa-tokoferol makanan dapat berinterferensi dengan kemampuan tokotrienol untuk menurunkan kolesterol meskipun semua studi kemudian menemukan interferensi tersebut terlihat hanya alfa-tokotrienol. Pada aterosklerosis, pembentukan benda lemak seperti halnya kolesterol. Karena tokotrienol menurunkan peroksidasi lipida, yang pada gilirannya mengurangi penebalan intimal dan mengawetkan lamina elastik internal, menyimpulkan bahwa aktivitas antioksidan tokotrienol dapat mengurangi aterosklerosis eksperimen yang menyebabkan  dinding urat nadi (arteri) menebal. Aspek-aspek mekanistik lebih rumit, dalam upaya untuk memahami dengan lebih baik hubungan antara struktur dan aktivitas telah diselidiki. Tokotrienol sangat mirip tetapi juga begitu banyak perbedaan dari tokoferol. Penyelidikan mengenai FeAOX-6, yang menggabungkan fitur-fitur struktur antioksidan dari tokoferol dan karotenoid ke dalam sebuah molekul tunggal, terhadap fungsi-fungsi makrofagus termasuk dalam pembentukan sel busa yang memperlihatkan bahwa baik FeAOX-6 atau alfa-tokotrienol menginduksi reduksi kolesterol bergantung-dosis kuat dan mengurangi Penumpukan (akumulasi) kolesterol dalam makrofagus manusia. Tingkat reduksinya dijumpai dengan alfa-tokotrienol yang lebih besar dari yang diinduksi oleh FeAOX-6 dan tidak berkorelasi dengan kapasitas antioksidan mereka masing-masing.

Tokotrienol dan Diabetes

Menurut WHO, 170 juta orang terserang diabetes pada tahun 2002, dan jumlah ini mungkin bertambah hingga 366 juta pada 2030. Diabetes mellitus (DM) telah diakui sebagai faktor risiko yang dijual bebas untuk perkembangan penyakit kardiovaskuler apa pun. Komplikasi kardiovaskuler meliputi strok dan serangan jantung, penyebab meningkatnya kematian pada pasien diabetik. Dengan gelisah, literatur statistik menunjukkan bahwa aterosklerosis diperkirakan sekitar 8-10% dari seluruh kematian penderita diabetes.

Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa asupan vitamin E yang signifikan mengurangi risiko diabetes tipe 2. Risiko relatif (RR) dari diabetes tipe 2 antara asupan kuartiles ekstrim adalah 0,69 (95% CI 0,51-0,94, P untuk kecenderungan = 0,003). Asupan alpha-tokoferol, gamma-tokoferol, delta-tokoferol, dan beta-tokotrienol sebaliknya terkait dengan risiko diabetes tipe 2. Sementara korelasi tidak mengimplikasikan penyebab, data tersebut menunjukkan kemungkinan bahwa perkembangan diabetes tipe 2 dapat drobah melalui asupan antioksidan dalam makanannya.

Pada tahun 2009, pengujian pada hewan dilakukan di India dan Malaysia mengungkapkan tikotrienol memperbaiki glukosa darah, dislipidemia dan ketegangan oksidatif tikus diabetik. Tokotrienol mampu mencegah perkembangan perubahan dinding vaskuler yang terjadi pada DM.

Tokotrienol bisa Anda jumpai di suplemen Bellapure.

***************
Cantik itu Bellapure
Bellapure, Nutrisi Anti-Aging Sempurna
10 in 1 Ingredients
Order : 0813.8610.8089
***************