Tampilkan postingan dengan label hasil penelitian astaxanthin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hasil penelitian astaxanthin. Tampilkan semua postingan

Astaxanthin untuk Kesehatan Mata

Dibandingkan dengan anti-oksidan dan karotenoid lainnya, astaxanthin alami  memiliki banyak keuntungan untuk kesehatan mata. Tidak hanya sebagai superantioksidan, astaxanthin juga dapat melintasi penghalang darah-retina untuk memberikan manfaat langsung dan perlindungan kepada organ mata. Tidak semua karotenoid mampu melintasi penghalang darah-retina (blood -retinal barrier) ini.

Retina dan makula dapat menjadi rusak karena kerusakan radikal bebas dari paparan sinar, terutama ketika mata tidak dilindungi oleh tingkat yang cukup dari antioksidan termasuk astaxanthin.

Sementara bagian tubuh lain dapat diperbaiki dengan mudah, retina tidaklah terlalu mudah sembuh dari kerusakan. Penyebab utama kebutaan untuk individu dengan usia lebih dari lima puluh tahun adalah degenerasi makula yang tidak ada obatnya. Astaxanthin dapat membantu melindungi makula dengan menyerap radikal bebas dan menjaga ketebalan dan kesehatan makula. Dengan demikian, melestarikan karunia penglihatan anda.
.
Astaxanthin juga mencegah oksidasi lensa yang merupakan penyebab katarak dan juga mencegah kondisi peradangan lainnya di mata.

Astaxanthin mengurangi ketegangan mata, kelelahan, mata kabur, dan penglihatan ganda; masalah umum yang banyak dialami oleh banyak orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya menatap komputer/layar monitor.

Studi lain menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi  astaxanthin alami
meningkatkan ketajaman penglihatan, daya akomdasi mata selain pemulihan lebih cepat dari kelelahan.

Astaxanthin memang nutrisi mata yang luar biasa yang ditunjukkan dengan banyaknya literatur atau uji klinis terkait kesehatan mata.

Berikut referensi klinis terkait fungsi astaxanthin bagi kesehatan mata
  1. Iwasaki & Tawara, (2006). Effects of Astaxanthin on Eyestrain Induced by Accommodative Dysfunction. Journal of Eye (Atarashii Ganka) (6):829-834.
  2.  Suzuki et al., (2006). Suppressive effects of astaxanthin against rat endotoxin-induced uveitis by inhibiting the NF-kB signaling pathway. Exp. Eye Res., 82:275-281.
  3. Nagaki et al., (2006). The supplementation effect of astaxanthin on accommodation and asthenopia. J. Clin. Therap. Med., 22(1):41-54.
  4.  Miyawaki et al., (2005). Effects of astaxanthin on human blood rheology. J. Clin. Therap. Med., 21(4):421-429.
  5. Nitta et al. (2005). Effects of astaxanthin on accommodation and asthenopia � Dose finding study in healthy volunteers. J. Clin. Therap. Med., 21(6):637-650.
  6. Shiratori et al. (2005). Effect of astaxanthin on accommodation and asthenopia � Efficacy identification study in healthy volunteers. J. Clin. Therap. Med., 21(5):543-556.
  7. Takahashi & Kajita (2005). Effects of astaxanthin on accommodative recovery. J. Clin. Therap. Med., 21(4):431-436.
  8.  Nagaki et al. (2005). The effects of astaxanthin on retinal capillary blood flow in normal volunteers. J. Clin. Therap. Med., 21(5):537-542.
  9.  Nakamura et al. (2004). Changes in Visual Function Following Peroral Astaxanthin. Japan J. Clin. Opthal., 58(6):1051-1054.
  10.  Ohgami et al., (2003). Effects of astaxanthin on lipopolysaccharide-induced inflammation in vitro and in vivo. Invest. Ophthal. Vis. Sci., 44(6):2694-2701.
  11.  Nagaki Y., et al., (2002). Effects of astaxanthin on accommodation, critical flicker fusions, and pattern evoked potential in visual display terminal workers. J. Trad. Med., 19(5):170-173.
  12. Sawaki, K. et al. (2002) Sports performance benefits from taking natural astaxanthin characterized by visual activity and muscle fatigue improvements in humans. J. Clin. Ther. Med., 18(9):73-88.
  13. Izumi-Nagai K, Nagai N, Ohgami K, Satofuka S, Ozawa Y, Tsubota K, Ohno S, Oike Y, Ishida S., Inhibition of choroidal neovascularization with an anti-inflammatory carotenoid astaxanthin., Invest Ophthalmol Vis Sci. 2008 Apr;49(4):1679-85.
  14. 14.    Toomey MB, McGraw KJ., Modified saponification and HPLC methods for analyzing carotenoids from the retina of quail: implications for its use as a nonprimate model species., Invest Ophthalmol Vis Sci. 2007 Sep;48(9):3976-82.
  15. 1Parisi V, Tedeschi M, Gallinaro G, Varano M, Saviano S, Piermarocchi S; CARMIS Study Group., Carotenoids and antioxidants in age-related maculopathy italian study: multifocal electroretinogram modifications after 1 year., Ophthalmology. 2008 Feb;115(2):324-333.e2.
  16.  Bhosale P, Serban B, Zhao da Y, Bernstein PS., Identification and metabolic transformations of carotenoids in ocular tissues of the Japanese quail Coturnix japonica., Biochemistry. 2007 Aug 7;46(31):9050-7.
  17. Santocono M, Zurria M, Berrettini M, Fedeli D, Falcioni G., Lutein, zeaxanthin and astaxanthin protect against DNA damage in SK-N-SH human neuroblastoma cells induced by reactive nitrogen species., J Photochem Photobiol B. 2007 Jul 27;88(1):1-10.
  18. 1Suzuki Y, Ohgami K, Shiratori K, Jin XH, Ilieva I, Koyama Y, Yazawa K, Yoshida K, Kase S, Ohno S., Suppressive effects of astaxanthin against rat endotoxin-induced uveitis by inhibiting the NF-kappaB signaling pathway., Exp Eye Res. 2006 Feb;82(2):275-81.
  19. 19.    Bhosale P, Bernstein PS., Microbial xanthophylls., Appl Microbiol Biotechnol. 2005 Sep;68(4):445-55.
  20. hitchumroonchokchai C, Bomser JA, Glamm JE, Failla ML., Xanthophylls and alpha-tocopherol decrease UVB-induced lipid peroxidation and stress signaling in human lens epithelial cells., J Nutr. 2004 Dec;134(12):3225-32.
  21. Waagb� R, Hamre K, Bjerk�s E, Berge R, Wathne E, Lie O, Torstensen B., Cataract formation in Atlantic salmon, Salmo salar L., smolt relative to dietary pro- and antioxidants and lipid level., J Fish Dis. 2003 Apr;26(4):213-29.
  22. Ohgami K, Shiratori K, Kotake S, Nishida T, Mizuki N, Yazawa K, Ohno S., Effects of astaxanthin on lipopolysaccharide-induced inflammation in vitro and in vivo., Invest Ophthalmol Vis Sci. 2003 Jun;44(6):2694-701.
  23. PMID: 12766075 [PubMed - indexed for MEDLINE]11: Related Articles, LinksBell JG, McEvoy J, Tocher DR, Sargent JR.
  24. Depletion of alpha-tocopherol and astaxanthin in Atlantic salmon (Salmo salar) affects autoxidative defense and fatty acid metabolism. J Nutr. 2000 Jul;130(7):1800-8.
  25. Goodwin TW., Metabolism, nutrition, and function of carotenoids., Annu Rev Nutr. 1986;6:273-97.
  26. Lipetz LE., Pigment types, densities and concentrations in cone oil droplets of Emydoidea blandingii., Vision Res. 1984;24(6):605-12.
  27. Goldsmith TH, Collins JS, Licht S., The cone oil droplets of avian retinas., Vision Res. 1984;24(11):1661-71.
  28. Somiya H., 'Yellow lens' eyes of a stomiatoid deep-sea fish, Malacosteus niger., Proc R Soc Lond B Biol Sci. 1982 Jul 22;215(1201):481-9.
  29. Grangaud R, Massonet R, Conquy T, Ridolfo J., [Transformation of astaxanthine into vitamin A in albino rats: neoformation in vivo and in vitro.]. C R Hebd Seances Acad Sci. 1961 Mar 20;252:1854-6. [French]
  30. Massonet R, Conquy T, Grandgaud R., [Transformation in vitro of astaxanthine into vitamin A by the ocular tissue of the rat.] C R Seances Soc Biol Fil. 1961;155:747-50. [French]

Astaxanthin Mengurangi Kelelahan pada Mata

Penelitian oleh Nagaki et al.  (2002) yang mengujikan pada 13 orang penderita VDT yang diberi 5 mg astaxanthin sehari selama 1 bulan terjadi penurunan kelelahan mata sebanyak 54%.

Kelelahan pada mata sering disebut juga dengan istilah Computer Vision Syndrome (CVS), adalah kumpulan gejala kelelahan pada mata,
  • Gejala mata terasa kering
  • Astophenia ( mata tegang, gejala kelelahan mata)
  • Penglihatan kabur, nyeri kepala, sakit pada leher, bahu dan punggung.
CVS diderita oleh pengguna VDT (Visual Display Terminal), yakni orang yang kerjanya terus menerus memandang monitor  computer/ televisi. Penderita CVS biasanya pekerja kantoran, ibu-ibu rumah tangga juga anak-anak yang kecanduan game/tv.


Astaxanthin Meningkatkan Aliran Darah ke Mata

Penelitian oleh Nagaki et al.  (2005) menunjukkan terjadinya peningkatan aliran darah ke retina pada kelompok yang diberi astaxanthin 6 mg selama 4 minggu.

Diduga aliran darah yang meningkat menuju mata menyebabkan nutrisi ke mata termasuk otot ciliary mata pun meningkat.

Mata merupakan organ yang tersusun dari berbagai jaringan yang dimana setiap jaringan memiliki fungsi yang berbeda namun saling berkoordinasi dalam mencapai tujuan yang sama. Mata terdiri atas jaringan yang rumit dari berbagai kumpulan yang memiliki peranan-peranan yang bekerja serempak untuk mencapai penglihatan.

Agar mata sehat, maka aliran darah yang memasok nutrisi ke mata haruslah berjalan dengan optimal.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa astaxanthin sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan penglihatan dan diperlukan untuk tata laksana dalam pengobatan ragam gangguan mata. 

Astaxanthin Memperbaiki Daya Akomodasi Mata

Nitta et al. (2005) yang mengujikan dosis 6 mg astaxanthin pada 10 orang selama 1 bulan dan hasilnya secara umum kesehatan mata makin membaik.

Lensa mata merupakan lensa yang kenyal dan fleksibel yang dapat menyesuaikan dengan objek yang dilihat. Karena bayangan benda harus selalu difokuskan tepat di retina, lensa mata selalu berubah-ubah untuk menyesuaikan objek yang dilihat. Kemampuan mata untuk menyesuaikan diri terhadap objek yang dilihat dinamakan daya akomodasi mata.

Saat mata melihat objek yang dekat, lensa mata akan berakomodasi menjadi lebih cembung agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat di retina. Sebaliknya, saat melihat objek yang jauh, lensa mata akan menjadi lebih pipih untuk memfokuskan bayangan tepat di retina.

Titik terdekat yang mampu dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik dekat mata (punctum proximum/PP). Pada saat melihat benda yang berada di titik dekatnya, mata dikatakan berakomodasi maksimum. Titik dekat mata disebut juga dengan jarak baca normal karena jarak yang lebih dekat dari jarak ini tidak nyaman digunakan untuk membaca dan mata akan terasa lelah. Jarak baca normal atau titik dekat mata adalah sekitar 25 cm.

Adapun, titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik jauh mata (punctum remotum/PR). Pada saat melihat benda yang berada di titik jauhnya, mata berada dalam kondisi tidak berakomodasi. Jarak titik jauh mata normal adalah di titik tak hingga (~).

Astaxanthin membantu memperbaiki daya akomadasi mata. Bagi anda yang suka duduk di depan komputer, melakukan aktivitas banyak baca, melakukan pekerjaan di lapangan, banyak melakukan pekerjaan di malam hari atau yang membutuhkan pencahayaan tambahan, menderita gangguan atau keluhan mata akan sangat baik bila mengkonsumsi astaxanthin.