Tampilkan postingan dengan label Muntah Darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muntah Darah. Tampilkan semua postingan

Yang Perlu Diketahui Tentang Muntah Darah



Pak Pram, 72 tahun, yang sebelumnya tampak sehat-sehat saja, suatu sore mendadak muntah darah. Tak ada satu petunjuk kalau ia akan sakit keras. Beberapa kali darah masih membuncah dari mulut selama perjalanan ke rumah sakit. Ia langsung masuk ICU. Ada apa dengan Pak Pram? Yang sama terjadi pada Tuan Iwan, baru 45 tahun. Sama keadaannya dengan Pak Mur, muntah darahnya tidak berhenti sampai tiba di rumah sakit. Ada apa pula dengan Tuan Iwan?

Dua kasus di atas sama gejalanya, namun belum tentu sama penyebabnya. Dan memang, setelah diperiksa untuk mencari penyebab di belakang muntah darahnya, ternyata berasal dari akar penyebab yang tidak sama. Dua-duanya benar mengidap kerusakan hati berat dengan satu akibat yang sama, yakni muntah darah.

“Cirrhosis” hati
Yang dialami kedua kasus di atas merupakan sebuah saja komplikasi akibat kerusakan organ hati atau liver. Dokter menemukan kerusakan hati pada kedua kasus ini. Organ hati sebagian besar sudah tidak berfungsi normal lagi. Jaringan hati sudah berubah sifat. Bukan lagi jaringan hati yang normal, melainkan sudah berubah menjadi jaringan ikat. Kita menyebutnya hati yang sudah cirrhosis.

Yang menjadi pertanyaan, apakah penyebab cirrhosis pada kedua kasus di atas memang sama. Untuk itu dokter perlu melacaknya. Selain pemeriksaan laboratorium, perlu dilakukan pemeriksaan patologi-anatomi (PA) untuk melihat jenis jaringan hati seperti apa persisnya. Maka, perlu mengambil serpihan jaringan dengan jarum khusus untuk diperiksa (biopsi hati).

Cirrhosis merupakan kondisi terakhir kerusakan hati oleh penyebab yang beragam. Mulai dari sebab kelainan hati bawaan sejak lahir, penyakit infeksi hati (hepatitis), keracunan obat-obatan, keracunan oleh bahan aflatoxin (kacang-kacangan, umbi-umbian busuk), dan mereka yang alkoholisme (peminum alkohol berat).

Dari riwayat seseorang yang mengidap cirrhosis akan terungkap apa penyebab cirrhosis-nya. Peminum jamu rumahan dulu terkena kerusakan hati oleh aflatoxin karena bahan pembuat jamunya sudah tidak lagi segar. Kacang tanah kita misalnya pernah ditolak Jepang lantaran sudah berjamur. Cara simpan bahan kacang-kacangan, umbi-umbian, padi-padian yang tidak benar, akan menumbuhkan jamur khusus yang memproduksi aflatoxin. Maka, kalau makan kacang terasa busuk, jangan teruskan menelannya. Jamu dari bahan yang sudah tercemar jamur umumnya berubah rasanya. Bertahun-tahun tubuh tercemar aflatoxin yang akan merusak hati.

Pak Pram mengaku rajin minum jamu rumahan sejak muda. Ia juga cenderung memilih jamu dari Korea dan China. Sangat bisa jadi itu penyebab kenapa hatinya menjadi rusak, dan kini didiagnosis cirrhosis. Sedang Tuan Iwan tidak jelas kenapa hatinya sampai rusak begitu. Hasil pemeriksaan biopsi hatinya tidak memperlihatkan adanya kelainan bawaan. Kemungkinan penyebab yang masih tersisa tinggal sebab alkohol.

Diendus dari pemeriksaan laboratorium
Ya, organ hati paling tangguh beradaptasi dengan kerusakan yang dialami. Itu maka sebelum sebagian besar organ mengalami kerusakan, keluhan belum terasa, dan gejalanya pun tidak jelas. Seperti itu yang diungkap kedua pasien di atas. Sama-sama tidak merasakan adanya keluhan yang berarti sehubungan dengan organ hatinya yang seolah-olah mendadak rusak.

Pak Pram mengaku hanya suka mual-mual saja. Tuan Iwan mengaku seperti sakit maag belaka. Kadang-kadang saja tidak enak di perut kanan atas. Selagi mengemudi mobil sendiri, misalnya, terasa ada yang mengganjal di perut kanan atas. Lebih dari itu tidak ada petunjuk nyata kalau sebetulnya sudah bertahun-tahun, mungkin lebih sepuluh tahun berselang, hatinya sudah tidak normal.

Semua teman dekat menyalahkan kenapa hati sudah sampai rusak begitu tidak sampai disadari. Bahkan sudah sampai muntah darah, baru sadar kalau ada yang tidak beres di hatinya. Dan, memang seperti itu kondisi kebanyakan orang dengan hati yang mengalami kerusakan.

Selagi masih ringan dan baru tahap permulaan sama sekali tidak ada keluhan apalagi gejala yang nyata. Mungkin hanya seperti pasien penyakit mag belaka. Keluhan mag biasanya diabaikan, karena dianggap penyakit enteng dan bisa menyembuh sendiri.

Itu maka harus dipandang penting pemeriksaan laboratorium fungsi hati secara berkala. Di luar kemungkinan gangguan lambung, keluhan samar-samar penyakit dan kerusakan hati hanya bisa diendus oleh pemeriksaan darah laboratorium. Dengan membaca fungsi hati dari darah akan terungkap sudah seperti apa kondisi hati. SGPT dan SGOT yang meninggi menggambarkan kondisi fungsi hati yang bermasalah.

Baru kalau dokter mencurigai ada apa-apa dengan hati perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium hati yang lebih menjurus. Misal memeriksa Gamma-GT dan Alpha-Feto Protein. Bila hasil kedua-duanya positif lebih memastikan kemungkinan sudah ada kerusakan hati cirrhosis, walau kemungkinan kanker hati belum bisa disingkirkan.

Kepastian apa persis yang terjadi pada hati, tentu hanya bisa terungkap dari hasil pemeriksaan biopsi dan kemudian melihat patologi-anatomi jaringan yang diambil dari hati. Dari situ baru dapat dipastikan apa jenis penyakit dan kerusakan hatinya.

Kedua pasien di atas jelas tak pernah memeriksakan laboratorium fungsi hati. Padahal, proses penyakit hatinya sudah berlangsung bertahun-tahun sebelum komplikasinya muncul sebagai muntah darah. Kenapa muntah darah?

Bendungan pembuluh darah hati
Gejala muntah darah hanya salah satu saja komplikasi bila kerusakan hati sudah sedemikian meluas. Oleh karena jaringan hati berubah, maka darah yang mengalir memasuki hati mengalami hambatan.

Kita tahu darah yang menuju ke hati berasal dari usus selain dari limpa. Bila di dalam organ hati darah tidak bisa mengalir dengan lancar karena pembuluh darahnya sudah mengalami perubahan sehubungan dengan kerusakan hati, maka darah terbendung pada seluruh saluran yang menuju dan keluar dari hati.

Bendungan darah menimbulkan pelebaran pipa pembuluh darah yang terkait dengan saluran darah yang menuju maupun yang keluar dari hati (sistem portal). Pipa pembuluh darah akan terus melebar sampai pada titik pelebaran tertentu, lalu akan tiba saatnya pecah. Salah satunya pembuluh darah yang berada pada dinding kerongkongan leher (oesophagus).

Pecahnya pembuluh darah oesophagus yang sudah berusaha melebar maksimal itulah yang menimbulkan gejala muntah darah. Ini kondisi gawat darurat, karena perlu segera ditanggulangi agar darah tidak terus terbuang.

Perlu tindakan penekanan di daerah pecahnya pembuluh darah (tamponade), selain memberikan infus obat yang mengendurkan tekanan pembuluh darah hati yang meninggi akibat adanya bendungan darah di dalam hati (portal hypertensiori).

Tindakan selanjutnya, organ limpa sebagai organ pemasok darah menuju hati, perlu dikorbankan untuk dibuang, agar sumber curahan darah yang memasuki hati berkurang, dan tekanan pembuluh darah hati lebih mengendur, sehingga risiko pecahnya pembuluh darah lain bisa diredam.

Transplantasi hati
Apakah dengan sudah teratasinya kondisi muntah darahnya, persoalannya sudah selesai? Belum. Karena selama kondisi hatinya masih tidak mampu mengalirkan darah yang melaluinya agar bisa lancar, kemungkinan terjadi muntah darah berisiko berulang, atau pecahnya pembuluh darah lainnya di dalam pencernaan, tidak terelakkan.

Organ hati yang sebagian besar sudah rusak harus diganti, karena tidak mungkin mengharapkan bisa pulih kembali seperti sediakala. Untuk itu diperlukan transplantasi hati. Organ hatinya diganti dari donor.

Tergantung seberapa besar kerusakan, penggantian organ hati bisa hanya sebagian (dari donor hidup) dengan meminta sebagian hatinya, atau harus menggantinya seluruhnya (dari donor mati).

Selama organ hatinya belum diganti, bukan saja ancaman pecahnya pembuluh darah yang menuju dan keluar dari hati yang akan bermasalah, melainkan fungsi hati yang terus menurun juga berdampak pada kondisi tubuh lainnya.

Pasien bisa sampai koma, selain melemah akibat sudah sangat menurunnya fungsi hati. Tungkai dan perut membengkak oleh terbendungnya cairan (oedema), karena protein penahan cairan yang diproduksi hati sudah menurun.

Bendungan empedu menimbulkan gejala kuning tak ubahnya penyakit kuning. Bisa juga menjalar pada ginjal, pencernaan, dan akhirnya menimbulkan koma karena tubuh sudah keracunan akibat fungsi hati yang sudah sangat buruk (coma hepaticum).

Daun Dewa, obat payudara bengkak & pendarahan pada wanita


Daun Dewa(Gynura segetum (Lour.) Merr.)

Sinonim := Gynura procumbens, (Lour.), Merr. = G. pseudo-china DC. = G. divaricata DC. = G. ovalis DC. = Senecio divarigata L.

Familia :Compositae

Uraian :

Terna tahunan, tegak, tinggi ± 50 cm, pada umumnya ditanam dipekarangan sebagai tanam obat. Batang muda berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Ujung melancip.

Daun tua membagi sangat dalam. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling. Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih. Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah berwarna hijau muda. Panjang daun 8-20 cm. lebar 5 - 10 cm. Bunga terletak di ujung batang, warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai umbi berwarna ke abu-abuan, panjang 3-6 cm., dengan penampang ± 3 cm.

Nama Lokal :Beluntas cina, daun dewa (Sumatra), Samsit; San qi cao (China).;

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Netral, rasa khas. Anti coagulant, mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan. Menghilangkan panas dan membersihkan racun. KANDUNGAN KIMIA : Saponin, minyak atsiri, flavonoid.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Luka terpukul, Pendarahan, Batuk darah, muntah darah, mimisan; Infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa; Pembekuan darah, Tulang patah, pendarahan setelah melahirkan;

BAGIAN YANG DIPAKAI : Seluruh tanaman.

KEGUNAAN :

DAUN : Luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (Batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa.

UMBI : Menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah (Fraktur), perdarahan sehabis melahirkan.

PEMAKAIAN :
15-30 gram daun segar, direbus atau ditumbuk kemudian diperas, minum.

PEMAKAIAN LUAR :
Secukupnya tumbuhan ini dilumatkan sampai seperti bubur, ditempelkan ke tempat yang sakit.

KEGUNAAN :

1. Digigit ular / digigit binatang lain:
Umbi dilumatkan kemudian ditempelkan di tempat kelainan.
2. Kutil : 5 lembar daun dewa dihaluskan, dan dilumurkan pada tempat berkutil, kemudian dibalut. Dilepas keesokan harinya.

CARA PEMAKAIAN:

1. Luka terpukul, tidak datang haid: 15-30 gram herba direbus atau ditumbuk, diambil airnya, campur dengan arak yang sudah dipanaskan, minum.

2. Perdarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk dan muntah darah :
1 (satu) batang lengkap (15 gram) direbus, minum.

3. Kejang pada anak: 1 batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, minumkan.

4. Luka terpukul, masuk angin:
6-9 gram umbi segar ditambah arak kuning (wong ciu) secukupnya, kemudian dipanaskan, minum.

Urang-Aring (Eclipta alba (L.) Hassk.) untuk luka hingga rambut


Sinonim : Eclipta prostrata, (Linn.) = E. alba et marginata, Boiss. = E. erecta et prostratan, Linn. = E. erecta, Linn. = E. parcifloran Wall. = E. philippinensis Gandog. = E. thermalis Bunge - Verbesina alba, Linn.

Familia :Compositae (Asteraceac)

Uraian :

Jenis tanaman liar bertangkai banyak, tumbuh di tempat terbuka seperti di pinggir jalan, tanah lapang, pinggir selokan, dari tepi pantai sampai ketinggian 1.500 m. di atas permukaan laut. Tinggi tanaman mencapai 80 cm., posisi tumbuh tegak kadang-kadang berbaring. Batang bulat berwarna hijau kecoklat-coklatan, berambut agak kasar warna putih. Daun warna hijau bentuk
bulat telur memanjang, ujung daun meruncing, pinggir bergerigi halus atau hampir rata, kedua permukaan daun berambut, terasa agak kasar. Bunga majemuk berbentuk bongkol warna putih kecil-kecil. Buahnya memanjang, pipih, keras dan berbulu.
.
Nama Lokal :

Goman, urang aring (jawa), te-lenteyan (Madura),; Daun sipat, keremak janten
(Sumatera), Daun tinta (Banda); Mo han lian (China).

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Manis, asam, sejuk. Menghentikan perdarahan. (Hemostatic), menurunkan panas (antipyretic), anti racun (antitoxic). Herba ini masuk meridian hati dan ginjal.
.
KANDUNGAN KIMIA:
Ecliptine, AlfaTerthienylmethanol, 2-(Buta-1,3-diynyl)-5-(but-3-en-1-ynyl) thiophene, 2-(Buta-1,3-diynyl)-5-(4-chloro-3-hydroxybut-1-ynyl) thiophene, 5-(3-Buten-1-ynyl)-2,2'-bithienyl-5'-methyl acetate, wedelolactone.
.
Penyakit Yang Dapat Diobati :

Muntah darah, mimisan, kencing darah, berak darah, Hepatitis; Diare,
Perdarahan rahim, Kurang gizi, Keputihan, Ubanan;

BAGIAN YANG DIPAKAI: Seluruh tanaman, segar atau kering.

KEGUNAAN:

1. Menghentikan perdarahan pada muntah darah (hematemesis), batuk darah (hemoptoe), mimisan (epistaxis), kencing darah (hematuria), berak darah (melena), perdarahan rahim (uterine bleeding).

2. Chronic hepatitis, diare,

3. Kurang gizi pada anak (infantile malnutrition).

4. Keputihan (leucorrhoe),

5. Rambut memutih (ubanan) pada usia muda.

6. Neurasthenia.

PEMAKAIAN: 30-120 gram segar. Atau dikeringkan dijadikan bubuk.

PEMAKAIAN LUAR:

Herba segar dilumatkan dibubuhkan ke tempat yang sakit, atau herba segar direbus, untuk cuci pada : Eczema, tinea pedis (jamur), koreng (termasuk koreng di kepala), luka berdarah, gusi bengkak, penyubur rambut.

1. Gusi bengkak: Yang segar dipanggang sampai kering, dijadikan bubuk (dengan pengolahan). Oleskan bubuk tersebut ke tempat yang sakit.

2. Penyubur rambut: 1 genggam daun eclipta alba dilumatkan, ditambah air 2 gelas, saring. Air saringan tersebut diembunkan satu malam. Cara pemakaian: kulit kepala dibasahi sambil dipijat-pijat, sehari sekali.

3. Koreng di kepala: Eclipta alba secukupnya direbus, airnya untuk cuci kepala, ampasnya digosokkan ke koreng. Atau herba segar dilumatkan, air perasannya dioleskan ke koreng.

CARA PEMAKAIAN:

1. Keputihan: 30 gram eclipta alba segar ditambah sari (kaldu) ayam ditim, minum.

2. Mimisan: 1 genggam eclipta alba segar dicuci, kemudian dilumatkan, peras. Air perasannya ditambah 5 sloki air putih, ditim supaya panas. Minum sehari 2 kali, sesudah makan.

3. Diare: 30 gram eclipta alba segar direbus, minum.

4. Batuk darah: 60 gram eclipta alba segar dilumatkan, diperas. Air perasannya diseduh air hangat, minum.

5. Muntah darah: 120 gram herba segar dilumatkan, air perasannya ditambah air kencing anak kecil secukupnya, minum.

Sosor bebek

Selama ini tanaman sosor bebek lebih sering digunakan sebagai penghias halaman rumah. Namun, tanaman yang berasal dari Madagaskar ini ternyata juga berkhasiat obat. Ia bisa digunakan sebagai obat luar maupun dalam.

Daun yang cukup tebal ini selain banyak mengandung air juga menyimpan berbagai bahan kimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Sebuah situs kesehatan, National Center for Biotechnology Information, menyebutkan bahwa bufadienolides yang terdapat pada sosor bebek bersifat antitumor.

Penelitian yang dilakukan oleh Supratman beserta rekan-rekan dari Divisi Biokimia Terapan, Osaka Prefecture University di Sakai, Jepang menunjukkan bahwa isolasi terhadap lima bufadienolides dari daun sosor bebek mempunyai efek menghambat aktivitas antigen awal virus Epstein-Barr (EBV-EA) pada sel Raji yang disebabkan oleh tumor.

Selain bufadienolides, sosor bebek yang mempunyai rasa sedikit asam, lunak, dan dingin ini juga mengandung zat asam lemon, zat asam apel, vitamin C, alkaloid, flavonoid, quercetin 3-diarabinoside, kaempferol-3-glucoside. Kandungan kimia tersebut membuat sosor bebek bisa digunakan untuk berbagai pengobatan.

Sosor bebek selain antitumor juga mempunyai sifat anti-radang, menghentikan perdarahan, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan luka. Masyarakat Cina kerap menggunakan sosor bebek sebagai ramuan untuk mengatasi masalah pencernaan, muntah darah, serta gangguan pada telinga ataupun tenggorokan.

Kemudian, sosor bebek juga digunakan untuk mengatasi trauma luka akibat kecelakaan, memar, ataupun perdarahan. Hal ini terutama dikarenakan sifat daun sosor bebek yang dingin.

Untuk Asma
Masyarakat di Kepulauan Bahama kerap menggunakan daun sejuk, sebutan sosor bebek, untuk mengatasi gangguan asma atau pernapasan. Lalu, teh sosor bebek diminum untuk mengatasi rasa seperti terbakar di bagian dada. Teh tersebut juga sebagai antibakteri bagi luka memar atau luka pada tangan.

Sebenarnya bagian yang sering digunakan sebagai ramuan obat adalah daunnya. Namun, tak sedikit pula ramuan yag menggunakan seluruh tanaman sosor bebek. Hingga saat ini belum diberikan akibat dari efek samoing penggunaan sosor bebek.

Meski begitu, beberapa literatur menyarankan untuk tidak menggunakan ramuan tersebut pada orang yang mempunyai gangguan fungsi pencernaan. Pada beberapa orang dengan kulit sensitif, penggunaan ramuan langsung pada kulit dapat berakibat gatal atau menimbulkan lepuhan.

Untuk itu, jika Anda ingin menggunakan sosor bebek sebagai ramuan obat, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan ahli tanaman obat.

Aneka ramuan praktis
Beberapa ramuan praktis sosor bebek dari Ir. Winarto, seorang ahli tanaman obat dan pemilik kebun obat Karya Sari Jakarta, berikut ini bisa dijadikan pilihan untuk mengatasi beberapa jenis penyakit.

Penggunaan luar:
Luka
Daun sosor bebek secukupnya diparut atau ditumbuk. Tambahkan sedikit air dan balurkan pada bagian tubuh yang mengalami luka. Ganti setiap tiga jam sekali.

Perut mulas
Beberapa helai daun dadap serep ditumbuk dengan beberapa lembar daun sosor bebek. Beri sedikit air. Kemudian borehkan ramuan tersebut pada perut.

Demam
Lumatkan daun sosor bebek, lalu balurkan pada dahi. Gunakan dua kali sehari.

Bisul atau memar
Hancurkan 30-60 gram daun sosor bebek kemudian peras. Tambahkan madu dan diminum. Sisa daun ditempelkan pada bagian yang sakit.

Radang telinga luar
Lumatkan 5-10 daun sosor bebek, peras. airnya digunakan sebagai obat tetes telinga.

Radang amandel
Lumatkan 5-10 daun sosor bebek. Ambil airnya dan gunakan sebagai obat kumur.

Untuk penggunaan dalam:
.
Diare
Tumbuk lima lembar daun sosor bebek lalu peras. Tambahkan sedikit garam, lalu diminum.

Muntah darah
Lumatkan tujuh lembar daun sosor bebek. Kemudian campur dengan sedikit arak dan gula enau. Tim selama beberapa menit. Minum selagi hangat.

Rematik

* Rebus seluruh tanaman sosor bebek seberat 30 gram. Lalu minum airnya.
* Rebus empat lembat daun sosor bebek dengan satu sendok teh adas, satu jari pulosari, dua jari gula, enau dan tiga gelas air. Tunggu hingga tiga perempatnya. Saring setelah dingin. Minum tiga kali sehari, masing-masingtiga perempat gelas.

Wasir
Cuci bersih daun sosor bebek. Kemudian angin-anginkan sampai kering dan dibuat bubuk. Satu sendok makan bubuk diseduh dengan tiga perempat cangkir air panas. Tambahkan satu sendok makan madu. Minum selagi hangat tiga kali sehari.

Catatan:
Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Taman Sriganis Bogor tidak menyarankan penggunaan ramuan sosor bebek bagi orang yang pencernaannya lemah serta mengalami kegagalan fungsi.

Sumber: Senior

Waru (Hibiscus tiliaceus L.)

Tumbuhan tropis berbatang sedang, terutama tumbuh di pantai yang tidak berawa atau didekat pesisir. Waru tumbuh liar di hutan dan di ladang, kadang-kadang ditanam di pekarangan atau di tepi jalan sebagai pohon pelindung. Pada tanah yang subur batangnya lurus, tetapi pada tanah yang tidak subur batangnya tumbuh membengkok, peracabangan dan daun-daunnya lebih lebar.

Pohon, tinggi 5-15 m. Batang berkayu, bulat bercabang, warna cokelat. Daun bertangkai, tunggal berbentuk jantung atau bundar telur, diameter sekitar 19 cm. Pertulangan menjari, warnanya hijau, bagian bawah berambut abu-abu rapat.

Bunga berdiri sendiri atau 2-5 dalam tandan, bertaju 8-11 buah, berwarna kuning dengan noda ungu pada pangkal bagian dalam, berubah menjadi kuning merah dan akhirnya menjadi kemerah-merahan. Buah bulat telur, berambut lebat, beruang lima, panjang sekitar 3 cm, berwarna cokelat. Biji kecil, berwarna cokelat muda.

Daun mudanya biasanya dimakan sebagai sayuran. Kulit kayu berserat, biasanya digunakan untuk membuat tali. Waru dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat dan Khasiat

Daun berkhasiat antiradang, antitoksik,peluruh dahak dan peluruh kencing. Akar berkhasiat sebagai penurun panas dan peluruh haid.

Kandungan Kimia

Daun mengandung saponin, flavonoida dan polifenol, sedangkan akarnya mengandung saponin, flavonoida dan tanin

Bagian yang digunakan

Bagian yang digunakan adalah daun, akar dan bunga.

Indikasi

Daun waru digunakan untuk pengobatan :
- TB Paru-paru, batuk,sesak napas,
- Radang amandel (tonsilitis),
- Demam,
- Berak darah dan lendir pada anak, muntah darah,
- Radang usus,
- Bisul,abses,
- Keracunan singkong,
- Penyubur rambut, rambut rontok,
- Akar digunakan untuk mengatasi :
- Terlambat haid,
- Demam,

Bunga digunakan untuk pengobatan :
- Radang mata

Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, gunakan daun segar sebanyak 50-100g atau 15-30g bunga. Rebus dan air rebusannya diminum..

Untuk pemakaian luar, giling daun waru segar secukupnya sampai halus. Turapkan ramuan ini pada kelainan kulit, seperti bisul atau gosokkan pada kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut dan sebagai penyubur rambut.

Contoh pemakaian

-TB Paru

1. Potong-potong 1 genggam daun waru segar, lalu cuci seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa sekitar 3/4-nya. Setelah dingin, saring dan tambahkan air gula ke dalam air saringannya, lalu diminum, sehari 3 kali masing-masing 3/4 gelas minum.
2. Sediakan daun waru, pegagan (Centella asiatica L.) dan daun legundi (Vitex trifolia L.) masing-maisng 1/2 genggam, 1/2 bidara upas (Merremia mammosa Lour.), 1 jari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) dan 3 jari gula enau. Cuci semua bahan-bahan tersebut, lalu potong-potong seperlunya. Masukkan kedalam periuk tanah atau panci email. Masukkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4-nya. Setelah dingin, saring dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali masing-masing 3/4 gelas.

Contoh pemakiaan lain :

1. Batuk
Cuci 10 lembar daun waru segar, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum, sehari 3kali, masing-masing 1/3 bagian. Sebelum diminum, tambahkan madu secukupnya.

2. Batuk berdahak
Cuci 10 lembar daun waru yang masih muda sampai bersih, lalu tambahkan gula batu seukuran telur burung merpati. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian.Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali minum, masing-masing 1/3 bagian.

3. Radang amandel
Cuci 1 genggam daun waru segar, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya digunakan untuk berkumur (gargle) terus diminum sehari 3-4 kali, setiap kali cukup seteguk.

4. Radang usus
Makan daun waru muda yang masih kuncup sebagai lalap.

5. Berak darah dan lendir pada anak
Cuci 7 lembar daun waru muda (yangmasih kuncup) sampai bersih. Tambahkan 1/2 cangkir air sambil diremas-remas sampai airnya mengental seperti selai. Tambahkan gula aren sebesarkacang tanah sambil diaduk sampai larut. Peras dan saring menggunakan sepotong kain halus. Minum air saringannya sekaligus.

6. Muntah darah
Cuci 10 lembar daun waru segar sampai bersih,lalu giling halus. Tambahkan 1 cangkir air minum sambil diremas-remas. Selanjutnya saring dan tambahkan air gula secukupnya kedalam air saringannya lalu diminum sekaligus.

7. Rambut rontok
Cuci 30 lembar daun waru segar dan 20 daun randu segar (Ceiba pentandra Gaertn.), lalu giling sampai halus. Tambahkan 2 sendok makan minyak jarak dan air perasan 1 buah jeruk nipis, sambil diaduk sampai rata. Saring ramuan tersebut menggunakan sepotong kain sambil diperas. Gunakan air perasannya untuk menggosok kulit kepala sambil dipijat ringan. Lakukan sore hari setelah mandi, lalu bungkus rambut dengan handuk atau sepotong kain. Selanjutnya cuci rambut keesokkan harinya. Lakukan 3 kali seminggu.

8. Penyubur rambut
Cuci 15 lembar daun waru muda, lalu remas-remas dalam 1 gelas air bersih sampai airnya seperti selai. Selanjutnya,peras dan saring menggunakan sepotong kain. Embunkan cairan yang terkumpul selama semalam. Keesokan paginya, gunakan cairan tersebut untuk membasahi rambut dan kulit kepala. Alhasil, kepala menjadi sejuk dan rambut akan tumbuh lebih subur..

9. Bisul
Cuci 5 lembar daun waru segar, lalu giling sampai halus. Tambahkan air garam secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Turapkan adonan pada bisul dan sekelilingnya, lalu balut dengan kain perban. Ganti ramuan 2-3 kali sehari.

10. Nyeri sewaktu kencing pada anak-anak
Cuci 5 lembar daun waru segar, tambahkan adas dan pulosari secukupnya,lalu giling sampai halus. Gunakan adonan ini sebagai tapal yang diletakkan pada perut bagian bawah.

11. Demam
- Cuci 1/2 jari akar waru dan akar 2 tanaman lapak liman, lalu rebus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah dingin,saring dan air saringannya diminum,sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.
- Rebus 15g daun waru segar dalam 2 gelas air bersih selama 20 menit. Setelah dingin, saring dan air saringannya dibagi menjadi 2 bagian sama banyak. Minum 2 kali sehari, pagi dan sore hari.
- Sediakan 15 lembar daun waru segar dan 2 batang tanaman tapak liman (Elephantopus scaber L.) beserta akarnya. Selanjutnya, remas-remas dalam 1 ember air mandi. Gunakan airnya untuk memandikan penderita demam (menggunakan handuk kecil)

Catatan
Hibiscus similis B1.adalah jenis waru yanga hampir sama dengan H. Tiliaceus. Tampaknya,jenis ini lebih banyak ditanam, yang dikenal dengan waru gunung (Sunda), waru gombong, waru kopek (Jawa) dan waru klence (Madura).

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty
Sumber: PdPersi