Tampilkan postingan dengan label Payudara Besar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Payudara Besar. Tampilkan semua postingan

Ukuran Payudara Besar Timbulkan Kekhawatiran

Ukuran payudara perempuan dari tahun ke tahun diketahui semakin membesar. Tapi meningkatnya ukuran payudara ini membuat sejumlah ahli khawatir dengan dampak yang ditimbulkan.

Penulis Amerika Florence Williams dalam buku barunya 'Breasts: A Natural and Unnatural History' menunjukkan kekhawatirannya atas peningkatan ukuran payudara perempuan dari masa ke masa.

Payudara yang terlalu besar bisa menyebabkan masalah bagi siapa pun di segala usia, kondisi ini dapat mempengaruhi fisik dan juga emosional dari pasien yang berdampak pada kualitas hidupnya.


Williams mengungkapkan peningkatan ukuran payudara ini mempengaruhi sejumlah faktor termasuk obesitas dan pubertas lebih dini. Kedua hal ini diduga bisa menjadi prekursor untuk kanker payudara.

"Payudara yang lebih besar juga menyebabkan akumulasi lebih tinggi terhadap polutan yang kemudian nantinya ditransfer ke bayi melalui proses menyusui," ujar Williams, seperti dikutip dari MedIndia, Selasa (12/6/2012).

Lebih lanjut Williams menjelaskan bahwa menyusui adalah cara yang sangat efisien untuk mentransfer polutan industri masyarakat ke generasi berikutnya. Payudara ini menyerap polusi dan meningkatkan beban kesalahan.

Kondisi-kondisi ini yang membuat beberapa ahli merasa khawatir dengan adanya peningkatan ukuran payudara dari waktu ke waktu. Selain itu ada pula masalah lain yang muncul jika memiliki payudara besar yaitu:

1. Timbul rasa nyeri dan sakit, umumnya nyeri terasa di punggung, leher, bahu dan kadang hingga ke kepala.
2. Masalah saraf termasuk kesemutan dan mati rasa di lengan, biasanya karena ukuran yang tidak proporsional dan menyebabkan sikap tubuh buruk sehingga mengarah ke masalah saraf kronis.
3. Membatasi kemampuan untuk bergerak dan beraktivitas yang kadang membuat seseorang tidak menikmati hidup serta menghambat gaya hidup sehat.
4. Masalah kulit yang bisa muncul termasuk peregangan kulit di payudara adanya goresan atau lekukan di bahu akibat tekanan di tali bra serta areola yang membesar.
5. Payudara besar mempengaruhi perempuan dalam memilih pakaian, kenyamanan dan situasi sosial yang memicu rendah diri. (detikhealth)

Ukuran Payudara Terbesar Ada di Rusia dan Skandinavia?

ilustrasi
Sebuah peta interaktif menempatkan Rusia dan Skandinavia sebagai wilayah dengan ukuran payudara rata-rata paling besar di dunia. Ada yang langsung meragukannya, ada pula yang mengaitkannya dengan tingkat kegemukan di wilayah tersebut.

Dalam peta tersebut, Rusia dan Skandinavia merupakan wilayah dengan ukuran cup payudara rata-rata di atas D. Ukuran cup di Amerika Serikat dan sebagian wilayah Eropa rata-rata hanya D, sementara di Australia dan Amerika Latin ukuran rata-ratanya malah cuma C.

Timur Tengah dan sebagian wilayah di Benua Afrika berada di peringkat berikutnya dengan hanya memiliki ukuran cup payudara rata-rata B. Ukuran payudara paling kecil menurut peta ini ada di hampir seluruh wilayah Asia termasuk Indonesia, serta sebagian kecil wilayah Afrika Tengah.

Peta interaktif ini pertama kali diberitakan oleh sebuah koran ternama di Jerman, Bild. Koran yang sama pada tahun 2011 juga pernah bikin heboh dengan mempublikasikan peta interaktif serupa yang memuat peringkat negara-negara dengan ukuran penis terpanjang di dunia.

Namun seperti dikutip dari ABC News, Senin (30/4/2012), koran Bild sendiri mengakui bahwa data yang dipakai dalam menyusun peta interaktif ini mungkin tidak valid. Misalnya saja Jerman yang dalam peta tersebut dikategorikan dalam wilayah dengan payudara berukuran rata-rata D, kenyataannya menurut Statistical Yearbook of 2008 ukuran rata-ratanya hanya 80C.

Berbeda dengan peta interaktif tentang ukuran penis yang memang didasarkan pada data resmi dari masing-masing negara, peta ukuran payudara ini memang jauh lebih meragukan. Kabarnya, peta ini hanya dibuat seorang pengguna situs TargetMap bernama Yarkko dengan riset singkat selama setahun.

Demikian juga ketika dikaitkan dengan tingkat kegemukan, ada beberapa hal dalam peta ini yang dianggap tidak masuk akal. Karena jaringan payudara paling banyak tersusuk dari lemak, maka seharusnya bisa dibandingkan dengan tingkat kegemukan di masing-masing negara.

Misalnya dalam data Organization for Economic Cooperation and Development tahun 2009, 3 negara dengan tingkat kegemukan paling tinggi adalah Amerika Serikat, Meksiko dan Selandia Baru. Dalam peta interaktif yang dipublikasikan Bild, tidak ada satupun dari 3 negara tersebut yang termasuk dalam wilayah dengan payudara paling besar di dunia.(detikhealth)

Survei: Payudara Besar Lebih Bikin PD daripada IQ Tinggi

Selalu ada masa ketika penampilan adalah segala-galanya, sedangkan kecerdasan dianggap tidak berguna. Sebuah survei mengungkap, sebagian besar perempuan merasa lebih PD (percaya diri) jika memiliki payudara besar daripada IQ tinggi.

Survei yang dilakukan MyVoucherCodes.co.uk terhadap 1.000 pengunjung yang diyakini seluruhnya berjenis kelamin perempuan menunjukkan bahwa penampilan dianggap lebih mengangkat PD daripada kecerdasan. Responden dalam penelitian ini memiliki kisaran usia 18-25 tahun.

Menurut hasil survei tersebut, 30 persen responden rela jika harus menukar skor IQ (Intelegence Quotient) atau tingkat kecerdasannya dengan ukuran payudara yang lebih besar. Jumlah yang lebih besar yakni 50 persen merasa punya payudara besar lebih membanggakan daripada IQ tinggi.

Sebanyak 25 persen merasa lebih bahagia saat memiliki lingkar dada yang lebih besar, sedangkan 60 persen merasa ukuran payudara lebih mampu memikat lawan jenis daripada kecerdasan. Hanya sekitar 43 persen yang merasa bahwa lawan jenis akan lebih tertarik jika dirinya punya IQ tinggi.

Selain ukuran payudara, bentuk tubuh dan berat badan juga dianggap penting oleh sebagian besar responden dalam penelitian ini. Sebanyak 40 persen pilih langsing daripada pandai dan rela menukar sebagian dari skor IQ asalkan bisa mendapat bentuk tubuh yang dianggap ideal di mata orang.

"Kultur selebritas saat ini lebih mudah diakses dibanding zaman dulu. Kita dibombardir dengan imaji tentang bentuk tubuh ideal bagi seorang perempuan," kata Mamta Saha, seorang psikolog yang terlibat dalam penelitian ini seperti dikutip dari AOL, Jumat (2/3/2012).

Hasil maupun metode penelitian ini tentu bisa diperdebatkan, namun setidaknya bisa dihubungkan dengan kecenderungan perempuan moderen yang semakin banyak melakukan permak payudara. Data dari American Society of Plastic Surgeons menunjukkan, permintaan operasi memperbesar payudara pada 2010 naik 39 persen dibanding 10 tahun sebelumnya.(detikhealth)

Payudara Bisa Besar dengan Makan Tahu Tempe

Memiliki payudara sehat dan besar menjadi impian banyak kaum hawa. Selain operasi, ada beberapa cara alami yang bisa memperbesar payudara, salah satunya dengan makan produk kedelai seperti pada tahu dan tempe. Namun makanlah dengan porsi normal karena kalau berlebihan dapat memicu kanker payudara.

Beberapa makanan dapat meningkatkan kadar hormon, seperti estrogen dan prolaktin, yang secara langsung dapat memperbesar ukuran dan bentuk jaringan payudara. Salah satu makanan yang dapat meningkatkan hormon tersebut adalah yang berasal dari produk kedelai, seperti tahu, tempe dan susu kedelai.

Tahu dan tempe memiliki senyawa seperti genistein dan daidzein yang secara alamiah terdapat dalam kedelai dan kacang-kacangan lain. Senyawa ini adalah bagian dari kelas molekul yang disebut isoflavon, yakni senyawa mirip estrogen yang dapat mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuh manusia.

National Institutes of Health (NIH) mengakui penggunaan teoritis kedelai sebagai makanan pembesar payudara, tetapi menggunakan ini didasarkan sepenuhnya dalam teori dan tradisi, karena belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal tersebut, seperti dilansir Livestrong, Jumat (9/12/2011).

Penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa isoflavon mempunyai efek baik yang membantu kesehatan wanita. Namun bila dikonsumsi secara berlebihan juga dapat menimbulkan bahaya.

Berikut adalah plus minus manfaat produk kedelai pada kesehatan wanita, seperti dilansir hubpages:

Manfaat produk kedelai
  •     Membantu menjaga kepadatan tulang sehingga mengurangi risiko osteoporosis
  •     Meringankan gejala menopause seperti hot flashes (rasa gerah atau sering kepanasan)
  •     Membantu menghambat beberapa jenis kanker serviks, kanker payudara dan jenis kanker lain, yang juga terdapat pada pria (bila dikonsumsi secara normal dan tidak berlebihan).
Bahaya terlalu banyak konsumsi produk kedelai
  •  Studi yang didanai oleh National Cancer Institute pada 1990-an menunjukkan bahwa dalam dosis besar, kedelai dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara. Menurut ilmuwan, hal ini disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan saluran susu, yang biasanya memicu kanker payudara berkembang.
  • Dapat mengurangi efektivitas letrozole dan tamoxifen, dua perawatan populer untuk kanker payudara.
  •  Dalam jumlah besar, kedelai juga dapat menimbulkan risiko pada perkembangan dan fungsi otak bayi laki-laki.
(detikhealth)

Plus Minus Punya Payudara Besar

Banyak wanita yang mendambakan payudara berukuran besar. Namun payudara besar tak selamanya menguntungkan, karena tetap ada untung dan ruginya. Apa saja?

Struktur payudara wanita sangat kompleks. Selain terdiri dari jaringan lemak dan ikat, payudara juga mengandung saluran susu, pembuluh darah, kelenjar getah bening dan struktur yang dikenal sebagai lobus dan lobulus.

Setiap payudara memiliki 12 sampai 20 bagian lobulus (kelenjar penghasil susu pada ujung lobus) dan duct (saluran susu). Menjelang puting, setiap duct melebar untuk membentuk suatu kantung (ampula).

Berikut beberapa untung rugi bagi wanita berdada besar seperti dilansir Menshealth, Kamis (14/12/2011) yaitu:

Keuntungan

1. Wanita berdada besar umumnya memiliki penampilan yang lebih menarik
Bila ukuran payudara sesuai dengan ukuran tubuh, maka penampilan wanita bisa tampak lebih menarik. Tak hanya bagi wanita, kebanyakan pria pun menganggap wanita berdada besar lebih menarik.

2. Meningkatkan rasa percaya diri
Dengan penampilan yang menarik, otomatis dapat meningkatkan rasa percaya diri wanita. Rasa percaya yang tinggi memudahkan wanita untuk bergaul dan bersosialisasi sehingga menjauhkannya dari depresi.

Kerugian

1. Payudara besar kurang sensitif
Dalam sebuah studi yang dilakukan di University of Vienna di Austria peneliti menemukan bahwa payudara besar 24 persen kurang sensitif dibandingkan dengan payudara yang berukuran kecil.

"Ini karena pada payudara kecil saraf yang mentransmisikan sensasi dari puting lebih meregang," jelas Alan Matarasso, MD, ahli bedah plastik di New York City.

Selain itu, payudara yang besar memiliki lebih banyak jaringan lemak ketimbang jaringan kelenjar (bagian paling sensitif dari payudara), sehingga menyebabkan payudara besar lebih kurang sensitif.

2. Lebih sulit mendeteksi benjolan kanker payudara
"Dalam Sadari (pemeriksaan payudara sendiri, untuk deteksi kanker payudara), lebih mudah untuk mendeteksi benjolan di bagian belakang payudara bila ukurannya kecil, karena lapisan yang dilalui lebih sedikit," jelas Dr Marisa Weiss, dokter onkologi dan pendiri breastcancer.org.

3. Lebih sering sakit punggung dan leher
Wanita berpayudara besar biasanya memiliki postur tubuh yang kurang baik karena tekanan pada bagian depan tubuh terlalu besar.

"Payudara yang lebih besar tentu lebih berat dan menempatkan tekanan pada tubuh. Ini mengubah postur seorang wanita sehingga lehernya tegang dan cenderung lebih mudah mengalami sakit kepala dan punggung," kata Dr Weiss. (detikhealth)

Masalah yang Muncul Gara-gara Payudara Besar

Sebagian besar perempuan mendambakan payudara yang besar, tapi sebaiknya dipikir-pikir lagi karena ada beberapa masalah kesehatan yang mengancam jika memiliki payudara besar.

Payudara yang terlalu besar bisa menyebabkan masalah bagi siapa pun di segala usia, bahkan pada laki-laki meskipun kasusnya lebih jarang terjadi.

Payudara yang membesar bisa mempengaruhi fisik dan juga emosional dari pasien yang berdampak pada kualitas hidupnya, seperti dikutip dari MayoClinic.com, Jumat (16/3/2012). Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang bisa mengancam jika punya payudara besar:

1. Timbul rasa nyeri dan sakit

Orang dengan payudara besar sering mengalami sakit kronis atau jangka panjang yang mempengaruhi kualitas hidupnya. Payudara yang berat dan besar dapat menyebabkan nyeri di punggung, leher dan bahu, beberapa bahkan ada yang mengalami sakit kepala.


2. Masalah saraf

Ukuran yang tidak proporsional dan payudara yang berat dan besar bisa menyebabkan sikap tubuh yang buruk serta mengarah ke masalah saraf kronis. Masalah saraf yang muncul ini termasuk kesemutan dan mati rasa di tangan serta lengan baik pada siang maupun malam hari.

3. Masalah saraf

Ukuran yang tidak proporsional dan payudara yang berat dan besar bisa menyebabkan sikap tubuh yang buruk serta mengarah ke masalah saraf kronis. Masalah saraf yang muncul ini termasuk kesemutan dan mati rasa di tangan serta lengan baik pada siang maupun malam hari.

4. Masalah kulit

Orang dengan payudara besar sering memiliki infeksi ragi, ruam kulit dan iritasi di bawah payudara karena umumnya area ini lembab dan sulit menjaganya tetap kering. Masalah kulit lain yang bisa muncul termasuk peregangan kulit di payudara, adanya goresan atau lekukan di bahu akibat tekanan tali bra dan areola (area cokelat di sekitar puting) membesar.

5. Gangguan emosional

Memiliki payudara dengan ukuran besar sering mempengaruhi wanita dalam memilih pakaian, kenyamanan dan situasi sosial yang terganggu, rasa tidak nyaman ketika tidur, serta bagi remaja bisa memicu rendah diri karena tubuhnya berbeda dari yang lain. (detikhealth)


Olahraga Tidak Dapat Memperbesar Payudara, Tapi Membuatnya Lebih Menarik

Banyak wanita berpikir bahwa dengan meningkatkan olahraga maka akan dapat memperbesar ukuran payudaranya. Tetapi ternyata sekeras apapun olahraga yang Anda tempuh, tidak akan membuat volume payudara Anda semakin besar.

Olahraga memang tidak dapat membesarkan ukuran payudara Anda, karena tidak ada sedikit pun jaringan otot di payudara manusia. Payudara terdiri dari lemak, saluran susu, lobulus, jaringan ikat, kelenjar getah bening, dan pembuluh darah yang tidak akan menunjukkan perubahan apapun meski Anda telah berlatih dengan keras, seperti dilansir dari womens

Seperti dilansir dari womenshealth, Kamis (31/5/2012), satu-satunya cara untuk membuat ukuran payudara Anda lebih besar secara alami adalah kehamilan. Kebanyakan wanita mengalami kenaikan ukuran cup bra ketika hamil dan ukuran payudara akan lebih besar lagi ketika menyusui meskipun sifatnya sementara.

Solusi untuk mendapatkan ukuran payudara yang besar secara permanen adalah dengan menempuh operasi implan payudara. Tetapi cara tersebut memiliki risiko dan efek samping bagi kesehatan.

Meskipun Anda tidak bisa meningkatkan ukuran payudara Anda sendiri, tetapi Anda dapat membuat bentuk payudara lebih menarik. Sebagai permulaan, Anda dapat mengembangkan otot-otot pectoralis Anda.

Otot pectoralis ada dua yaitu major dan minor. Otot pectoralis major adalah otot tebal, berbentuk seperti kipas, dan terletak di anterior pada dinding dada. Otot inilah yang membentuk dada pada pria dan terletak di bawah payudara pada wanita.

Sedangkan otot pectoralis minor adalah otot tipis berbentuk segitiga (triangular) berada di posterior dari pectoralis major. Pilihlah jenis olahraga yang dapat mengencangkan kedua otot tersebut.

Tambahkan latihan mengencangkan otot pectoralis ini ke dalam jadwal olahraga Anda. Lakukan latihan hingga 2 sampai 3 kali seminggu untuk mendapatkan bentuk payudara yang indah dan kencang. (detikhealth)

Bisakah Payudara yang Tersentuh Tak Sengaja Tumbuh Besar?

Ada beberapa kabar yang banyak beredar di masyarakat mengenai perkembangan payudara, salah satu yang dipercaya adalah jika payudara tersentuh secara tidak sengaja oleh orang lain bisa membuatnya tambah besar.

Para ahli menuturkan bahwa kabar tersebut tidak benar, karena payudara yang tersentuh oleh orang lain tidak akan membuatnya tumbuh menjadi lebih besar. Hal ini menunjukkan banyaknya informasi yang salah mengenai perkembangan payudara.

Selain kabar tersebut, banyak pula mitos-mitos lain di luar sana yang masih banyak dipercaya oleh masyarakat, seperti menggunakan krim atau pil untuk memperbesar payudara, seperti dikutip dari Kidshealth, Sabtu (2/6/2012).

Pada kenyataannya, ada 2 hal yang menentukan pertumbuhan dari payudara yaitu gen serta hormon. Beberapa perempuan kadang ada yang pertumbuhan payudaranya lebih cepat dibanding yang lain, dan pertumbuhan ini terjadi hingga akhir remaja.

Biasanya ukuran payudara yang sudah dimiliki ini sulit untuk bisa bertambah atau memperbesar secara alami tanpa menggunakan bantuan seperti implan atau pun operasi plastik lainnya.

Umumnya cara memperbesar payudara alami yang dilakukan masyarakat adalah dengan olahraga tertentu yang bisa memperkuat otot dada sehingga payudara akan terlihat agak penuh dan bertambah besar.

Meski begitu kebanyakan perempuan memiliki ukuran payudara yang berfluktuasi sepanjang hidupnya. Hal ini karena terjadinya perubahan ketika ia mengalami pubertas, kehamilan serta menyusui.

Selain melakukan olahraga yang bisa meningkatkan kekuatan otot dada, sebaiknya juga diiringi dengan pola makan yang baik, berolahraga serta tidur yang cukup agar bisa membantu tubuh berkembang sehat.(detikhealth)

Mau Memperbesar Payudara? Ini Caranya..

Payudara besar nan indah masih menjadi impian banyak wanita, hingga operasi berjuta-juta pun rela dilakukan. Tapi selain operasi, ada beberapa cara alami dan sehat yang bisa memperbesar payudara. Apa saja?

Beberapa makanan dapat meningkatkan kadar hormon, seperti estrogen dan prolaktin, yang secara langsung dapat memperbesar ukuran dan bentuk jaringan payudara. Olahraga juga dapat memperkuat otot yang mencegah payudara kendur.

Berikut beberapa cara sehat dan alami yang dapat membantu memperbesar payudara wanita, seperti dilansir Livestrong, Kamis (26/1/2012):

 1. Tahu dan tempe

Tahu dan tempe memiliki senyawa seperti genistein dan daidzein yang secara alamiah terdapat dalam kedelai dan kacang-kacangan lain. Senyawa ini adalah bagian dari kelas molekul yang disebut isoflavon, yakni senyawa mirip estrogen yang dapat mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuh manusia.

National Institutes of Health (NIH) mengakui penggunaan teoritis kedelai sebagai penmbesar payudara, tetapi menggunakan ini didasarkan sepenuhnya dalam tradisi dan teori, karena belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal tersebut.

2. Susu

Semua produk susu mengandung hormon reproduksi yang identik dengan yang ditemukan dalam tubuh manusia. Susu sapi mengandung estrogen alami, progesteron dan prolaktin, yang penting untuk produksi susu pada mamalia.

Jumlah jejak hormon yang ditemukan dalam susu tidak mungkin menghasilkan perubahan radikal dalam tubuh manusia, tetapi setidaknya dapat berkontribusi untuk pertumbuhan jaringan payudara.

3. Licorice (akar manis)

NIH melaporkan bahwa akar licorice dapat meningkatkan kadar prolaktin dan estrogen, dua hormon yang terkait dengan menyusui dan pertumbuhan payudara.

4. Adas

Adas digunakan sebagai sayuran dan rempah-rempah yang banyak tumbuh di wilayah timur Mediterania. Menurut Journal of Ethnopharmacology, adas mengandung senyawa obat dianethole dan photoanethole, yang dapat mengubah kadar estrogen dalam tubuh manusia.

Benih-benih tanaman ini memiliki ciri khas rasa manis dengan aromanya yang sedikit tajam. Selain digunakan sebagai bumbu masak, ada juga digunakan secara tradisional untuk merangsang aliran ASI pada ibu menyusui.

5. Latihan otot-otot dada

Latihan yang bekerja pada otot dada dapat meningkatkan ukuran payudara dengan meningkatkan ukuran otot pendukungnya, sehingga tampak lebih besar.

Contoh latihan otot dada antara lain latihan tekanan, yaitu dengan berdiri tegak menghadap dinding, bersandar dengan tangan dan tekan dinding sekuat mungkin. Selain itu juga bisa dengan gerakan push up.

6. Latihan perut, punggung dan otot bahu

Latihan yang memperkecil perut, punggung dan otot bahu dapat membuat payudara tampak lebih busung dan naik. Latihan ini tidak akan mendapat manfaat langsung ke payudara, namun bisa membantu payudara terlihat lebih besar dengan memberikan dukungan dan melangsingkan daerah sekitar payudara.

Contoh latihan ini adalah sit up, berjalan cepat, jogging, berenang, tenis, bersepeda dan juga hiking.

7. Pijat payudara

Melakukan pijat secara teratur bisa meningkatkan ukuran payudara. Hal ini karena pijat memiliki kemampuan untuk merangsang aliran darah ke daerah tersebut. (detikhealth)

Pria yang Suka Payudara Besar Cenderung Rendah Komitmennya

Payudara besar seringkali dianggap sempurna dan diidam-idamkan banyak wanita. Para pria juga konon sangat memujanya. Payudara besar belum tentu sehat, begitu pula mental si pemujanya. Pria yang menyukai payudara besar cenderung enggan berkomitmen dalam suatu hubungan.

Sebuah penelitian mendedah pandangan mengenai payudara besar. Sebanyak 128 orang pria heteroseksual di Polandia diikutsertakan dalam penelitian ini. Peserta diminta menilai 15 gambar payudara dari berbagai ukuran dan 3 sudut pandang yang berbeda, yaitu dari depan, serong dan samping.

Hasilnya menemukan bahwa pria-pria yang tergiur dengan payudara besar cenderung brengsek. Penelitian ini sebenarnya mencari hubungan antara ukuran payudara wanita dengan orientasi sosioseksual pria, apakah ia lebih suka membina komitmen atau hanya mencari hubungan jangka pendek.

Dalam penelitian ini, digunakan pengukuran SOI-R (Revised Sociosexual Orientation Inventory) untuk mengetahui kecenderungan pria dalam membina hubungan. Skor SOI-R yang tinggi artinya menunjukkan kecenderungan untuk membina hubungan jangka pendek dan kurang berkomitmen.

"Payudara besar dianggap lebih menarik oleh para pria yang mendapat skor SOI-R tinggi. Artinya, pria yang cenderung terlibat dalam hubungan jangka pendek dan memiliki komitmen yang rendah dalam hubungan lebih tertarik pada payudara besar ketimbang pria yang cenderung terlibat dalam hubungan jangka panjang dan lebih berkomitmen," kata Agnieszka M. Zelazniewicz seperti dilansir Gizmodo, Senin (24/9/2012).

Temuan ini serupa dengan penelitian sebelumnya mengenai perbandingan pinggang dengan pinggul dan indeks massa tubuh. Pria yang mau berkomitmen menganggap wanita dengan indeks massa tubuh rendah dan perbandingan pinggang dengan pinggul kecil lebih menarik.

Namun penelitian tersebut kurang memberikan perbedaan yang terlalu mencolok. Pria yang mau berkomitmen dan enggan berkomitmen sama-sama menganggap ukuran payudara C dan D adalah yang paling menarik, sedangkan payudara yang lebih kecil kurang begitu menarik. Namun ukuran yang lebih besar lagi dianggap lebih memuaskan oleh pria yang enggan berkomitmen.

Tak hanya melihat pilihan para pria, penelitian yang dimuat jurnal Archives of Sexual Behaviour ini juga membongkar tipu muslihat penampilan payudara. Payudara yang ditampilkan dari sisi serong umumnya dianggap lebih besar dibanding yang ditampilkan dari sisi samping.(detikhealth)

Rata-rata Ukuran Payudara Meningkat, Berkah atau Musibah?

Berbagai survei menunjukkan, dari masa ke masa terjadi peningkatan ukuran rata-rata payudara di banyak negara. Di satu sisi bisa menunjang penampilan, tapi di sisi lain bisa mengganggu kesehatan. Cocoknya dianggap berkah atau musibah?

Survei terbaru di Debenhams menunjukkan ukuran bra yang paling laris di wilayah Inggris Raya dalam 2 tahun terakhir mengalami perubahan. Di beberapa wilayah termasuk Irlandia, ukuran yang paling laris di tahun 2010 adalah 34B sedangkan pada 2012 meningkat 3 ukuran jadi jadi 34DD.

Wilayah yang memiliki tingkat penjualan bra rata-rata paling besar adalah Wales. Di wilayah ini, ukuran bra rata-rata paling besar pada 2012 yakni 34E meski kalau dilihat peningkatannya tidak terlalu banyak yakni dari 32 C di tahun 2010 atau hanya naik 2 ukuran.

"Penjualan (bra) menunjukkan bahwa payudara makin besar dibanding sebelum-sebelumnya," kata kepala bagian desain dan pembelian pakaian dalam perempuan di Dabenhams, Sharon Webb seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (11/10/2012).

Peningkatan ukuran payudara rata-rata tidak hanya terjadi di Inggris. Beberapa waktu lalu, Amerika Serikat (AS) juga mencatat kecenderungan yang sama, bukan berdasarkan ukruan bra yang paling laris tetapi dari jumlah kunjungan ke dokter bedah untuk memperkecil payudara.

Banyaknya remaja putri di AS, bahkan yang masih di bawah umur untuk memperkecil payudara menunjukkan bahwa ukuran rata-rata saat ini sudah semakin mengkhawatirkan. Bagi sebagian permepuan, payudara besar bisa berarti beban berlebih yang bisa memicu nyeri punggung.

Bukan hanya mempengaruhi kesehatan fisik, ukuran payudara yang terlalu besar kadang juga menyebabkan stres. Pasalnya dengan lingkar dada yang terlalu besar, para remaja putri mengalami kesulitan saat mencari potongan baju yang cocok maupun untuk mengikuti aktivitas tertentu.

"Saya ingin ikut cheerleader tetapi tidak bisa. Nyeri di punggung saya sangat mengerikan dan yang penting lagi, sulit bagi saya memilih baju yang cocok dengan payudara sebesar ini," keluh Monika Montalvo, seorang remaja putri berusia 16 tahun yang ingin memperkecil payudaranya seperti diberitakan detikHelath sebelumnya.(detikhealth)

Cara-cara Ini Bisa Bikin Payudara Lebih Gede

Ilmu kedokteran yang semakin berkembang membuat banyak pilihan bagi wanita yang ingin mempercantik diri, termasuk memperbesar organ seksi payudara. Anda mau pakai cara apa? Ini dia pilihannya.

dr Budiman, SpBP, dari Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) menjelaskan ada beberapa metode operasi pembesaran payudara yang biasa dilakukan oleh ahli bedah plastik di Indonesia, yaitu:

1. Implan payudara

Cara ini paling sering dilakukan karena paling efektif, efisien, dengan hasil lebih instan, serta lebih aman dengan efek samping yang sangat minimal.

2. Mengisinya dengan otot, pada kasus rekonstruksi. Ada dua pilihan, yakni:

a. Dengan otot latisimus dorsi
Biasanya pada tindakan rekonstruksi satu sisi payudara pasca pengangkatan suatu tumor, di mana kulitnya masih utuh namun pasien kehilangan massa atau gundukan payudarnya.

Operasinya berlangsung lebih lama, besar gundukan payudara yang baru terbatas tergantung ketebalan ototnya dan meninggalkan defek bekas sayatan di punggung yang relatif panjang.

b. Dengan otot rectus abdominis (TRAMFLAP)
Yaitu pada kasus pasca pengangkatan tumor payudara di mana massa payudara berikut kulitnya ikut dibuang, sehingga diperlukan suatu massa dan kulit pengganti.

Dalam teknik ini dipakai kulit di perut bagian bawah yang berlebih, dengan otot rectus abdominis sebagai sumber perdarahan dan massa penggantinya.

Tindakan ini meninggalkan defek bekas sayatan melintang seperti garis bekas operasi Section Saesaria (caesar) di perut.

3. Dengan teknik stem cell (sel induk)

Teknik ini merupakan yaitu suatu metoda baru dalam dunia tissue engineering, dengan cara mengekstraksi lemak dari tubuh pasien yang kemudian diolah dan dicampur dengan suatu bahan tertentu, sehingga dapat diperoleh suatu sel induknya untuk ditanamkan ke dalam kelenjar payudara.

Stem cell adalah suatu cell plury potent, artinya sel muda yang bisa tumbuh berkembang menjadi sel apa saja tergantung kepada lingkungan tempat dia berada.

Sel ini bila ditempatkan di sekitar payudara sebagai lingkungan barunya maka bisa berubah dan berkembang menjadi kelenjar payudara yang baru.

Namun teknik ini kurang popular dan tidak instan, karena pasien harus menunggu proses tumbuhnya stem cell menjadi payudara baru tersebut, dan relatif sulit diprediksi sebesar apa payudara baru akan terbentuk, serta masih dalam perdebatan tentang proses kapan dia akan berhenti tumbuh sehingga payudara baru tidak semakin bertambah besar karena long term follow up. Kasusnya pun belum banyak.

"Metode yang paling banyak diminati adalah penggunaan implan payudara, karena paling efektif, efisien, dengan hasil lebih instan, serta lebih aman dengan efek samping yang sangat minimal," jelas dr Budiman, SpBP kepada detikHealth, Rabu (7/11/2012).

Apa itu implan payudara? Adalah suatu kantong berbentuk bulat atau conus, seperti kelenjar payudara yang di dalamnya, diisi suatu cairan tertentu seperti garam fisiologis atau suatu silikon gel, di mana kedua bahan tersebut dijamin akan tetap berada di dalam kantongnya (tidak menyebar kemana mana), sehingga besar dan bentuk kantong tersebut tetap.

Kantong implan tersebut kemudian akan diselipkan di balik payudara sehingga payudara tersebut bentuk dan ukurannya menjadi sesuai dengan yang diinginkan melalui suatu sayatan kecil sepanjang 3,5-4 cm di tempat yang tersembunyi.

Lama operasi sekitar 1,5-2 jam. Proses operasi lebih nyaman dan aman dengan pembiusan umum di rumah sakit yang memiliki standar keamanan dan sterilitas terjamin.

Salah satu keuntungan pemakaian implan adalah sifatnya yang refersible sehingga bila diinginkan pasien bisa meminta dokter untuk mengeluarkan implan tersebut secara utuh atau menggantinya dengan yang lebih besar atau lebih kecil.

"Hal ini berbeda dengan kasus korban penyuntikan silikon cair, di mana silikon cair tersebut tidak bisa dikeluarkan karena sudah bercampur dengan jaringan sekitarnya dan bentuknya pun tidak tetap," tutup dr Budiman.(detikhealth)

Risiko Payudara Besar: Puting Melepuh & Sakit Punggung Saat Olahraga

Sebagai penunjang penampilan, payudara besar umumnya tampak seksi dan memesona. Namun saat olahraga, pesona tersebut kadang bisa menjadi malapetaka. Puting bisa melepuh, dan punggung bisa kesakitan akibat beban berlebih di bagian dada.

"Terutama untuk lari jarak jauh, kadang bisa memicu lepuh di puting karena tergesek-gesek saat bouncing (berguncang)," kara Dr Michael Triangto, SpKO, ahli kesehatan olahraga dari RS Mitra Kemayoran saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (7/11/2012).

Selain lepuh di puting, payudara besar kadang memicu rasa sakit di dada maupun punggung. Sakit di dada merupakan dampak langsung yang dirasakan saat payudara besar mengalami bouncing, sedangkan nyeri punggung terjadi biasanya saat berusaha untuk mengimbanginya.

"Nyeri punggung itu karena efek berat, lalu ditarik ke belakang. Remaja biasanya tidak nyaman kalau payudara besarnya kelihatan, sehingga posturnya cenderung membungkuk. Kalau dewasa tidak, malah cenderung tegak untuk menarik beban ke belakang sehingga sakit punggung," lanjut Dr Triangto.

Untungnya ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh pemilik payudara besar untuk menghindari risiko tersebut. Untuk mengatasi bouncing misalnya, bisa dengan memilih penopang yang sesuai dalam hal ini berupa sport-bra atau bra khusus untuk olahraga.

Perbedaan paling mendasar antara sport-bra dengan bra biasa terletak pada tali atau strap yang digunakan. Sport-bra menggunakan strap lebar sehingga mengurangi tekanan di bahu, serta memiliki desain strap menyilang untuk menarik beban ke tengah agar lebih terpusat.

Jenis olahraga juga bisa disesuaikan untuk mengurangi risiko bouncing. Joging atau lari sebisa mungkin dihindari dan bisa diganti dengan latihan kardio lainnya yang lebih nyaman misalnya ergocycle. Kalaupun terpaksa harus lari, usahakan jarak pendek saja dan tidak usah maraton.

Sedangkan untuk menghindari puting melepuh, Dr Triangto menyarankan untuk memakai pelindung khusus berbentuk plester yang bisa dibeli di toko olahraga. Plester itu dipasang di puting untuk menghindari gesekan langsung dengan lapisan bra saat terjadi bouncing atau guncangan.(detikhealth)

Sebelum Memperbesar Payudara, Perhatikan Hal-hal Ini

Tidak setiap wanita diperbolehkan untuk melakukan operasi memperbesar payudara. Bila Anda ingin melakukannya, ingat-ingat dulu persyaratannya.

"Sebelum prosedur dilakukan ada serangkaian tes kesehatan yang dibutuhkan, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan payudara," jelas dr Elida Sari Siburian, SpBP, dokter bedah plastik dari RS Pondok Indah, saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (7/11/2012).

Hal senada juga disampaikan oleh dr Budiman, SpBP, dari Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI). Menurutnya, sebelum melakukan operasi pembesaran payudara, ada beberapa syarat yang ketentuan yang perlu diperhatikan.

Berikut beberapa syarat yang perlu diperhatikan sebelum operasi pembesaran payudara:

1. Berusia di atas 18 tahun setelah ukuran payudara tidak tumbuh lagi.

2. Siapkan dana yang cukup karena operasi ini tidak dijamin oleh asuransi (termasuk operasi kosmetika bukan rekonstruksi).

3. Selanjutnya cari informasi tentang dokter spesialis yang memiliki kompetensi dalam kurikulum pendidikannya.

4. Lakukan konsultasi dengan cermat, tanyakan bebagai hal tentang harapan dan yang ingin Anda ketahui sampai puas, dan jujurlah kepada dokter bila Anda memiliki penyakit atau kelainan demi keselamatan.

5. Pilih Klinik atau RS yang sesuai dengan standar di mana dokter tersebut praktik. Sebaiknya operasi dilakukan di RS walaupun Anda berkonsultasi di kliniknya.

6. Lakukan pemeriksaan standar laboratorium dan penunjang lainnnya sesuai arahan dokter.

7. Tentukan waktu operasi sesuai dengan kesepakatan, jangan lupa berpuasa minimal 6 jam sebelum operasi, dan ikuti nasihat pasca operasi. Jangan segan untuk berkomunikasi dengan dokter bila ada hal yang belum jelas.

8. Terakhir kontrollah secara rutin sesuai anjuran dokter.

Setelah operasi pun ada beberapa hal yang perlu dihindari, setidaknya selama 1 hingga 2 bulan pertama pasca operasi, antara lain:

1. Menggunakan bra tanpa kawat
2. Dokter akan mengajarkan untuk pijat payudara
3. Menghindari kegiatan yang memakai otot-otot di payudara, seperti lari, lompat-lompat, setidaknya selama 2 bulan pertama.

Amankah Operasi Payudara

Ada berbagai pilihan metode operasi untuk memperbesar payudara. Salah satu yang paling banyak dan paling populer adalah dengan menggunakan implan payudara. Bila dilakukan oleh ahli bedah plastik profesional dan dengan metode yang benar, sebenarnya operasi payudara aman-aman saja. Namun tetap saja ada efek samping.

"Berbicara efek samping atau dampak artinya kita berbicara tentang risiko. Setiap operasi sekecil apa pun tentu ada risikonya," jelas dr Budiman.

Menurut dr Budiman, efek samping operasi payudara mulai dari risiko yang dimiliki pasien itu sendiri, seperti risiko alergi, berpenyakit jantung, asma atau adanya gangguan pembekuan darah, dan lain-lain.

Bisa juga risiko yang berasal dari kompetensi dokternya, seperti dokter yang tidak kompeten, tidak teliti, dan lainnya. Juga ada risiko yang berhubungan dengan rumah sakit tempat tindakan operasi itu dilakukan.

"Sama seperti kalau kita akan terbang dengan pesawat, untuk menekan risiko kecelakaan kita harus memilih maskapai penerbangan yang pesawatnya sudah sesuai standar, dan awaknya dijamin memiliki kompetensi dan tersertifikasi. Memilih terbang pada cuaca yang baik, dan lain lain," papar dr Budiman.

Maka dalam persiapan operasi pun dokter akan menyarankan serangkaian pemeriksaan laboratorium, rontgen foto, dll, serta mempersiapkan pasien seaman mungkin, misalnya harus puasa bila akan dilakukan operasi dalam pembiusan umum, serta mempersiapkan suatu tim operasi yang baik dengan peralatan yang terstandardisasi.

Dokter kemudian melakukan operasi dengan teknik yang sudah jadi patokan, dengan kecermatan dan kehati-hatian yang tinggi. "Risiko terakhir biasanya berkaitan dengan parut atau bekas sayatan, tentu saja pasien harus rajin kontrol untuk melihat perkembangan parutnya agar sembuh dengan baik tidak berkembang menjadi keloid atau parut hypertropik," tambah dr Budiman.

Syarat Operasi Pembesaran Payudara

Tidak setiap wanita diperbolehkan melakukan operasi memperbesar payudara. Bila Anda ingin melakukannya, ingat-ingat dulu persyaratannya.

"Sebelum prosedur dilakukan ada serangkaian tes kesehatan yang dibutuhkan, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan payudara," jelas dr Elida.

Berikut beberapa syarat yang perlu diperhatikan sebelum operasi pembesaran payudara:

1. Berusia di atas 18 tahun setelah ukuran payudara tidak tumbuh lagi.

2. Siapkan dana yang cukup karena operasi ini tidak dijamin oleh asuransi (termasuk operasi kosmetika bukan rekonstruksi).

3. Selanjutnya cari informasi tentang dokter spesialis yang memiliki kompetensi dalam kurikulum pendidikannya.

4. Lakukan konsultasi dengan cermat, tanyakan bebagai hal tentang harapan dan yang ingin Anda ketahui sampai puas, dan jujurlah kepada dokter bila Anda memiliki penyakit atau kelainan demi keselamatan.

5. Pilih Klinik atau RS yang sesuai dengan standar di mana dokter tersebut praktik. Sebaiknya operasi dilakukan di RS walaupun Anda berkonsultasi di kliniknya.

6. Lakukan pemeriksaan standar laboratorium dan penunjang lainnnya sesuai arahan dokter.

7. Tentukan waktu operasi sesuai dengan kesepakatan, jangan lupa berpuasa minimal 6 jam sebelum operasi, dan ikuti nasihat pasca operasi. Jangan segan untuk berkomunikasi dengan dokter bila ada hal yang belum jelas.

8. Terakhir kontrollah secara rutin sesuai anjuran dokter.

Setelah operasi pun ada beberapa hal yang perlu dihindari, setidaknya selama 1 hingga 2 bulan pertama pasca operasi, antara lain:

1. Menggunakan bra tanpa kawat
2. Dokter akan mengajarkan untuk pijat payudara
3. Menghindari kegiatan yang memakai otot-otot di payudara, seperti lari, lompat-lompat, setidaknya selama 2 bulan pertama.(detikhealth)

Cara-cara Ini Bisa Bikin Payudara Lebih Gede

Ilmu kedokteran yang semakin berkembang membuat banyak pilihan bagi wanita yang ingin mempercantik diri, termasuk memperbesar organ seksi payudara. Anda mau pakai cara apa? Ini dia pilihannya.

dr Budiman, SpBP, dari Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) menjelaskan ada beberapa metode operasi pembesaran payudara yang biasa dilakukan oleh ahli bedah plastik di Indonesia, yaitu:

1. Implan payudara
Cara ini paling sering dilakukan karena paling efektif, efisien, dengan hasil lebih instan, serta lebih aman dengan efek samping yang sangat minimal.

2. Mengisinya dengan otot, pada kasus rekonstruksi. Ada dua pilihan, yakni:
a. Dengan otot latisimus dorsi
Biasanya pada tindakan rekonstruksi satu sisi payudara pasca pengangkatan suatu tumor, di mana kulitnya masih utuh namun pasien kehilangan massa atau gundukan payudarnya.

Operasinya berlangsung lebih lama, besar gundukan payudara yang baru terbatas tergantung ketebalan ototnya dan meninggalkan defek bekas sayatan di punggung yang relatif panjang.

b. Dengan otot rectus abdominis (TRAMFLAP)
Yaitu pada kasus pasca pengangkatan tumor payudara di mana massa payudara berikut kulitnya ikut dibuang, sehingga diperlukan suatu massa dan kulit pengganti.

Dalam teknik ini dipakai kulit di perut bagian bawah yang berlebih, dengan otot rectus abdominis sebagai sumber perdarahan dan massa penggantinya.

Tindakan ini meninggalkan defek bekas sayatan melintang seperti garis bekas operasi Section Saesaria (caesar) di perut.

3. Dengan teknik stem cell (sel induk)
Teknik ini merupakan yaitu suatu metoda baru dalam dunia tissue engineering, dengan cara mengekstraksi lemak dari tubuh pasien yang kemudian diolah dan dicampur dengan suatu bahan tertentu, sehingga dapat diperoleh suatu sel induknya untuk ditanamkan ke dalam kelenjar payudara.

Stem cell adalah suatu cell plury potent, artinya sel muda yang bisa tumbuh berkembang menjadi sel apa saja tergantung kepada lingkungan tempat dia berada.

Sel ini bila ditempatkan di sekitar payudara sebagai lingkungan barunya maka bisa berubah dan berkembang menjadi kelenjar payudara yang baru.

Namun teknik ini kurang popular dan tidak instan, karena pasien harus menunggu proses tumbuhnya stem cell menjadi payudara baru tersebut, dan relatif sulit diprediksi sebesar apa payudara baru akan terbentuk, serta masih dalam perdebatan tentang proses kapan dia akan berhenti tumbuh sehingga payudara baru tidak semakin bertambah besar karena long term follow up. Kasusnya pun belum banyak.

"Metode yang paling banyak diminati adalah penggunaan implan payudara, karena paling efektif, efisien, dengan hasil lebih instan, serta lebih aman dengan efek samping yang sangat minimal," jelas dr Budiman, SpBP kepada detikHealth, Rabu (7/11/2012).

Apa itu implan payudara? Adalah suatu kantong berbentuk bulat atau conus, seperti kelenjar payudara yang di dalamnya, diisi suatu cairan tertentu seperti garam fisiologis atau suatu silikon gel, di mana kedua bahan tersebut dijamin akan tetap berada di dalam kantongnya (tidak menyebar kemana mana), sehingga besar dan bentuk kantong tersebut tetap.

Kantong implan tersebut kemudian akan diselipkan di balik payudara sehingga payudara tersebut bentuk dan ukurannya menjadi sesuai dengan yang diinginkan melalui suatu sayatan kecil sepanjang 3,5-4 cm di tempat yang tersembunyi.

Lama operasi sekitar 1,5-2 jam. Proses operasi lebih nyaman dan aman dengan pembiusan umum di rumah sakit yang memiliki standar keamanan dan sterilitas terjamin.

Salah satu keuntungan pemakaian implan adalah sifatnya yang refersible sehingga bila diinginkan pasien bisa meminta dokter untuk mengeluarkan implan tersebut secara utuh atau menggantinya dengan yang lebih besar atau lebih kecil.

"Hal ini berbeda dengan kasus korban penyuntikan silikon cair, di mana silikon cair tersebut tidak bisa dikeluarkan karena sudah bercampur dengan jaringan sekitarnya dan bentuknya pun tidak tetap," tutup dr Budiman.(detikhealth)

Risiko Payudara Besar: Puting Melepuh & Sakit Punggung Saat Olahraga

Sebagai penunjang penampilan, payudara besar umumnya tampak seksi dan memesona. Namun saat olahraga, pesona tersebut kadang bisa menjadi malapetaka. Puting bisa melepuh, dan punggung bisa kesakitan akibat beban berlebih di bagian dada.

"Terutama untuk lari jarak jauh, kadang bisa memicu lepuh di puting karena tergesek-gesek saat bouncing (berguncang)," kara Dr Michael Triangto, SpKO, ahli kesehatan olahraga dari RS Mitra Kemayoran saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (7/11/2012).

Selain lepuh di puting, payudara besar kadang memicu rasa sakit di dada maupun punggung. Sakit di dada merupakan dampak langsung yang dirasakan saat payudara besar mengalami bouncing, sedangkan nyeri punggung terjadi biasanya saat berusaha untuk mengimbanginya.

"Nyeri punggung itu karena efek berat, lalu ditarik ke belakang. Remaja biasanya tidak nyaman kalau payudara besarnya kelihatan, sehingga posturnya cenderung membungkuk. Kalau dewasa tidak, malah cenderung tegak untuk menarik beban ke belakang sehingga sakit punggung," lanjut Dr Triangto.

Untungnya ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh pemilik payudara besar untuk menghindari risiko tersebut. Untuk mengatasi bouncing misalnya, bisa dengan memilih penopang yang sesuai dalam hal ini berupa sport-bra atau bra khusus untuk olahraga.

Perbedaan paling mendasar antara sport-bra dengan bra biasa terletak pada tali atau strap yang digunakan. Sport-bra menggunakan strap lebar sehingga mengurangi tekanan di bahu, serta memiliki desain strap menyilang untuk menarik beban ke tengah agar lebih terpusat.

Jenis olahraga juga bisa disesuaikan untuk mengurangi risiko bouncing. Joging atau lari sebisa mungkin dihindari dan bisa diganti dengan latihan kardio lainnya yang lebih nyaman misalnya ergocycle. Kalaupun terpaksa harus lari, usahakan jarak pendek saja dan tidak usah maraton.

Sedangkan untuk menghindari puting melepuh, Dr Triangto menyarankan untuk memakai pelindung khusus berbentuk plester yang bisa dibeli di toko olahraga. Plester itu dipasang di puting untuk menghindari gesekan langsung dengan lapisan bra saat terjadi bouncing atau guncangan. (detikhealth)