Tampilkan postingan dengan label Sakit pinggang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sakit pinggang. Tampilkan semua postingan

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Sakit Pinggang


Menempelkan koyo atau minum obat tak selalu manjur enyahkan sakit pinggang. Sakit pinggang banyak penyebabnya, mulai dari yang ringan sampai pada penyebab yang berat atau serius. Jadi kenali dulu sakit pinggang Anda.

Sakit pinggang mungkin menjadi penyakit umum dalam kehidupan sehari-hari. Banyak masyarakat Indonesia yang percaya bahwa sakit pinggang diakibatkan oleh batu ginjal. Pemahaman yang salah tentang sakit pinggang ini sudah terlanjur diwariskan secara turun temurun sampai sekarang. Bahkan masih banyak orang ketika merasakan sakit pinggang, langsung membeli dan mengkonsumsi obat penghancur batu ginjal. Lantas benarkah sakit ginjal menjadi penyebab terjadinya sakit pinggang?

Ragam Penyebab Sakit Pinggang
Menurut Dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD., sakit pinggang kerap disebut encok oleh orang awam sementara dalam bahasa medisnya diistilahkan dengan backpain. Sakit pinggang merujuk pada kondisi nyeri di bagian belakang pinggang baik yang hilang timbul maupun yang terus menerus.

Pada mereka yang aktif bekerja baik pekerjaan di kantor maupun pekerjaan domestik, jika kelewat letih bekerja melebihi biasanya, sering muncul sakit pinggang karena beban pekerjaan. Apabila seseorang yang biasanya tak pernah mengeluh sakit pinggang mendadak sakit pinggang, kemungkinan pada hari sebelumnya ada yang keliru dalam cara melakukan pekerjaan, mengangkat barang misalnya. Cara sehat mengangkat barang berat tidak boleh dilakukan dengan cara menunduk, melainkan harus berjongkok terlebih dahulu dan baru barang diangkat perlahan-lahan. Pekerjaan mengangkat barang berat ini tidak boleh dilakukan oleh mereka yang memiliki riwayat sakit pinggang lama, yang didiagnosis penyakit urat terjepit (Hernia nucleous purposes, HNP). Sakit pinggang HNP jenis tersebut tergolong serius dan perlu mendapatkan penanganan yang tepat.”Disarankan untuk ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang memadain,” sarannya.

Selain kemungkinan penyakit HNP seperti di atas, sakit pinggang bisa pula disebabkan ada ruas tulang belakang yang keropos, dan retak atau melesak, lalu menekan saraf di sekitarnya. Ruas tulang belakang bisa keropos oleh osteoporosis, selain bisa juga jika terjadi penyebaran sel kanker yang sudah berlangsung lama sebelumnya.

Sakit Pinggang Ginjal
Bisa jadi, sakit pinggang sebagai manifestasi dari organ dalam perut yang terganggu. Organ dalam perut bisa berasal dari ginjal atau organ kewanitaan. Bisa pula akibat infeksi seperti tuberculosis.

Berbeda dengan sakit pinggang biasa yang biasanya akan hilang dengan istirahat dan diberi penghangat seperti koyo, sakit pinggang akibat penyakit ginjal umumnya tak akan mereda meski telah meminum obat.

Perbedaan lain, sakit pinggang yang bukan disebabkan oleh ginjal nyerinya akan bertambah, atau berkurang sesuai dengan perubahan posisi tubuh. Tidak demikian jika permasalahannya berada di ginjal. Dengan ada atau tidaknya perubahan posisi tubuh, nyeri pinggang akan tetap terasa.

Selain itu, sakit pinggang akibat ginjal, biasanya disertai dengan nyeri perut, demam, nyeri atau panas saat buang air kecil, perasaan ingin buang air kecil terus – terusan atau disebut anyang-anyangan. “Harus lebih waspada bila urin terdapat darah, lendir atau nanah,” imbuhnya.

Penanganan Khusus
Akhirnya kita tahu, sakit pinggang bisa bermacam sebab. Sakit pinggang seseorang dengan orang lain belum tentu sama penyebabnya. Sebab itu pengobatan nyeri pinggang mesti didasarkan pada penyebabnya. Saat menemukan kasus sakit pinggang, biasanya dokter akan memberikan pereda nyeri mulai yang paling ringan sampai yang kuat (tergantung berat ringannya nyeri).

Apabila setelah minum obat masih belum juga reda, perlu dilakukan foto rontgen ruas tulang belakang untuk melihat adakah kelainan pada ruas tulang belakang.

Jika sudah diketahui asal nyerinya dokter akan memberikan terapi spesifik atas sakit pinggang yang diderita. Terapi bisa berupa obat-obatan, selain itu juga dapat dilakukan fisioterapi atau dilakukan pembedahan. Pembedahan akan dilakukan jika ditemukan batu di ginjal atau nyeri pinggang berat yang terjadi disebabkan saraf terjepit, kelemahan anggota gerak, atau gangguan buang air besar dan kecil. Pembedahan perlu dipertimbangkan pula pada kasus infeksi tuberculosis.

Tidak semua sakit pinggang serius, jika masih ringan, sakit pinggang akan menghilang usai istirahat atau diberi penghangat/koyo. Tetapi jika sudah ada tanda seperti nyeri berat dan menjalar sampai kaki, kaki terasa sulit digerakkan, kehilangan rasa di area kaki dan sekitar dubur, maka mesti segera dikonsultasikan ke dokter.

Waspadai pula sakit pinggang yang disertai dengan gejala demam, mual, muntah, nyeri perut, lemas, tidak bisa mengontrol BAB dan BAK. Bila merasakan sakit pinggang lama (2-3 minggu) atau pernah mengalami trauma atau benturan sebelumnya, Anda juga disarankan untuk ke dokter. Termasuk dengan riwayat kanker, HIV, Diabetes, osteoporosis, infeksi berat sebelumnya, atau kondisi berat badan yang turun signifikan.

Tips
Agar terhindar dari sakit pinggang atau nyeri pinggang:

Konsumsi makanan atau minuman yang banyak mengandung kalsium.
Berjemur di pagi hari (sinar matahari bisa membantu penyerapan kalsium dan aktivasi vitamin D).
Konsumsi minum air putih yang cukup.
Biasakan olah raga teratur.
Mengangkat benda berat dengan benar: yaitu dengan posisi jongkok. Akan lebih baik mendorong benda berat dan bukan menariknya.
Jika duduk dalam waktu lama, sebaiknya diselingi stretching.
Duduk dan berdiri pada posisi ergonomis.
Jaga berat badan ideal.
Saat tidur gunakan bantal yang bisa menyangga dengan baik, posisi miring bisa untuk mengistirahatkan tulang belakang, atau menaruh bantal di pinggang dan belakang lutut saat terlentang.
Jangan membiasakan membunyikan tulang pinggang dengan memutarnya.

Blustru untuk Haid Tidak Teratur hingga Sesak Nafas

Blustru : (Luffa cylindrica [L.] Roem.))

Sinonim : L.aegyptica Mill., L. pentandra Roxb., L. cattupincinna Ser., L. faetida Sieb. et Zucc., L. petola Ser., Momordica cylirzdrica L.

Familia :cucurbitaceae.

Uraian :
Umumnya, blustru ditanam di ladang, dirambatkan pada pagar halaman sebagai tanaman sayur, atau tumbuh liar di semak, tepi sungai, dan pantai. Terna semusim, panjang batangnya dapat mencapai 2-10 m, memanjat dengan sulur-sulur (alat pembelit) yang keluar dari ketiak daun. Daun tunggal, panjang tangkai daun 4-9 cm, letak berseling. Helaian daun bulat telur melebar, berlekuk menjari 5-7 buah, pangkal daun berbentuk jantung, tulang daun menonjol di bawah, warna permukaan atas daun hijau tua, warna permukaan bawah daun hijau muda, panjang 6-25 cm, lebar 7,5-27 cm. Bunga berkelamin tunggal, terdapat dalam satu pohon. Mahkota bunga berwarna kuning. Buah tergantung atau tergeletak di atas tanah, bentuknya silindris atau bulat memanjang, panjang 10-50 cm, dengan garis tengah 5-10 cm, jika sudah tua berwarna cokelat. Bagian dalam buah yang sudah masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Bijinya gepeng dengan tepi berbentuk sayap, licin, berwarna hitam. Buah muda dapat disayur, sedang daun muda dapat digulai atau dibotok. Sabutnya dapat digunakan untuk mencuci perabotan rumah tangga.Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Sumatera: blustru (Melayu),- hurung jawa, ketola, timput (Palembang). Jawa: lopang, oyong (Sunda), bestru, blestru, blustru (Jawa). Maluku: dodahala (Halmahera), petola panjang, p. cina. NAMA ASING: Si gua luo (C), patola, taboboc (Tag.), sponskomkommer, zeefkomkommer (B), sponge gourd, gourd towel, loofah (I). Nama simplisia Retinervus Luffae Fructus (sabut buah blustru), Luffae Folium, (daun blustru).

Komposisi :
Buah mengandung saponin triterpen, luffein (zat pahit), citrulline, dan cucurbitacin. Getah mengandung saponin, lendir, lemak, protein, xylan, dan vitamin (B dan C). Biji mengandung minyak lemak, squalene, a-spinasterol, cucurbitacin B, dan protein. Bunga mengandung glutamin, asam aspartat, arginin, lisin, dan alanin. Sabut mengandung xylan, xylose, mannosan, galactan, saponin, selulosa, galaktosa, manitosa, dan vitamin (A, B, dan C). Daun dan batang mengandung saponin dan tanin. Luffein berkhasiat sebagai pencahar ringan dan saponin triterpen mempunyai aktivitas spermatisidal (membunuh sperma) sehingga dapat dikembangkan sebagai obat kontrasepsi (program keluarga berencana).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sifat dan Khasiat Buah blustru rasanya manis, sifatnya sejuk, masuk meridian hati, lambung, dan ginjal. Buah blustru berkhasiat sebagai peluruh dahak, penghenti perdarahan (hemostatis), pencahar ringan (laksatif), serta membersihkan panas (panas yang teraba maupun perasaan panas di dalam) dan racun. Biji blustru rasanya pahit, sifatnya dingin, dan beracun. Biji blustru berkhasiat untuk menghilangkan panas, peluruh kencing (diuretik), perangsang muntah (emetik), pencahar, pemberantas cacing perut (antelmintik), peluruh haid, dan merangsang pengeluaran ASI (laktagoga). Daun berkhasiat untuk membersihkan darah dan peluruh haid. Bunga blustru rasanya manis, sedikit pahit, dan sifatnya dingin. Sabut rasanya manis, sifatnya netral, masuk meridian paru, lambung, dan hati. Sabut berkhasiat sebagai peluruh dahak, penghilang rasa nyeri (analgesik), antirematik, serta melancarkan sirkulasi darah dan saraf. Akar rasanya manis, sifatnya netral, berkhasiat melancarkan sirkulasi darah dan menghilangkan bengkak. Batang rasanya pahit, sifatnya dingin, beracun, masuk meridian jantung, limpa, dan ginjal. Batang berkhasiat melancarkan sirkulasi darah dan antelmintik. Ekstrak daun blustru 10% dapat meningkatkan kontraksi rahim marmot yang terpisah dibandingkan dengan efek .sekole kornutum. Peningkatan tersebut bukan disebabkan oleh adanya ion Ca, Na, dan K yang terdapat dalam ekstrak daun blustru (Astuti, FF WIDMAN, 1989). Perasan, infus, dan ekstrak etanol buah blustru dapat merighambat motilitas clan viabilitas spermatozoa manusia normal in vitro (Hesti Sila Rahayu, Jurusan Biologi Farmasi, FF UNAIR, 1992). Pemberian isolat biji blustru berpengaruh dalam proses terhambatnya pembentukan sperma (spermatogenesis) mencit (Hari Dwi Mulyani, Jurusan Biologi Farmasi, FF UNAIR, 1992).

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan adalah seluruh bagian tumbuhan, seperti buah, kulit buah, tangkai buah, biji, sabut, daun, bunga, batang, dan akar. 

INDIKASI
Buah digunakan untuk mengatasi:  
demam, rasa haus, batuk sesak,  keputihan,haid tidak teratur, air susu ibu (ASI) tidak lancar, sukar buang air besar,perdarahan, seperti air seni berdarah, mimisan, dan bisul.

Biji digunakan untuk mengatasi : 
muka,tangan, dan kaki bengkak (edema),  batu saluran kencing, cacingan, sakit pinggang, dan  wasir.

Daun digunakan untuk mengatasi:  
sesak napas, tidak datang haid (amenore),  radang testis (orkitis), luka bakar, bisul, kurap, dan  digigit ular.

Kulit buah digunakan untuk mengatasi: 
bisul, abses daerah rektum (ujung usus besar), dan  luka.

Bunga digunakan untuk mengatasi:
batuk disertai sesak, sakit tenggorokan, sinusitis, wasir, dan  bisul.

Sabut digunakan untuk mengatasi: 
sakit dada, sakit perut, sakit pinggang,  rematik sendi, pegal linu, batuk berdahak,  tidak datang haid,  payudara bengkak,  air susu ibu (ASI) sedikit,  wasir, radang buah zakar (orkitis), dan  bisul.

Arang dari sabut digunakan untuk :
menghentikan perdarahan, seperti perdarahan diluar haid, air seni berdarah, dan berak darah.

Akar digunakan untuk mengatasi:  
migrain,sakit pinggang, sakit tenggorokan,  bisul yang tidak mau pecah, dan  payudara bengkak (mastitis).

Batang digunakan untuk mengatasi:  
rasa baal, haid tidak teratur, hidung berlendir, dan  bengkak (edema).

Tangkai buah digunakan untuk pengobatan:  
cacar air pada anak-anak.

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, ramuan dapat dibuat dengan cara berikut.
Rebus atau bakar 100-150 g buah segar atau 10-15 g buah kering (buah yang dibakar sampai menjadi serbuk).
Rebus atau gongseng 5-10 g biji, lalu giling sampai menjadi serbuk.
Rebus atau giling 50-150 g daun segar. Daun yang digiling, kemudian diperas dan air perasannya diminum. Cara lain, keringkan daun, lalu giling sampai menjadi serbuk.
Rebus 10-15 g bunga.
Rebus atau panggang 10-15 g sabut. Sabut yang dipanggang, lalu giling sampai menjadi serbuk.
Rebus 50-150 g akar segar atau 5-15 g akar kering. Selain direbus, akar kering dapat digiling sampai menjadi serbuk. 
Rebus 50-100 mg batang atau untuk dikeringkan dijadikan serbuk.

Untuk pemakaian luar, oleskan air perasan buah segar ke tempat yang sakit. Selain itu, pengobatan dapat juga dilakukan dengan cara membubuhkan serbuk buah kering, biji, daun kering, sabut, atau batang di tempat yang sakit. Air rebusan daun atau akar dapat digunakan untuk mencuci luka. Kulit buah yang dipanggang sampai kering, lalu digiling halus dan ditambahkan arak secukupnya, dapat dioleskan ketempat yang sakit. Bunga segar yang digiling halus dapat ditempelkan ke tempat yang sakit.

CONTOH PEMAKAIAN
a.  Haid tidak teratur
Cuci buah blustru sebesar 4 jari sampai bersih, lalu parut. Tambahkan 1/2 cangkir air masak dan seujung sendok teh garam halus sambil diremas. Setelah tercampur rata, ramuan tadi diperas clan disaring. Air yang terkumpul diminum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.

b.  Pelancar ASI
Masak buah blustru clan daun katuk menjadi sayur bening dan dapat dikonsumsi bersama nasi.

c.  Sakit pinggang
1. Gongseng biji blustru secukupnya sampai hangus, lalu giling sampai halus dan masukkan ke dalam stoples. Jika akan digunakan, ambil sebanyak 10 g lalu masukkan ke dalam 1/2 seloki arak. Aduk merata, lalu endapkan. Airnya diminum sekaligus, sedangkan ampasnya dibubuhkan ke bagian pinggang yang sakit.
2. Cuci akar blustru secukupnya, lalu bakar dengan dialasi genting. Setelah kering, giling akar sampai menjadi serbuk dan masukkan ke dalam stoples. Setiap kali pemakaian, ambil 10 g serbuk, lalu masukkan ke dalam 1/2 seloki arak hangat dan minum sekaligus.

d.  Sesak napas
Cuci S lembar daun blustru muda yang masih segar sampai bersih. Selanjutnya, asapkan sebentar dan makan bersama nasi sebagai lalap. Lakukan sehari 2 kali.

Temulawak dari menambah nafsu makan hingga masalah haid


Temulawak (Curcuma xanthorrhiza, Roxb.)
Familia : Zingiberanceae
Uraian :

Temulawak (curcuma xanthorrhiza) banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak juga berkembang biak di tanah tegalan sekitar pemukiman, terutaama pada tanah gembur, sehingga buaah rimpangnya mudah berkembang menjadi besar. Temulawak termasuk jenis tumbuh-tumbuhan herba yang batang pohonnya berbentuk batang semu dan tingginya dapat mencapai 2 meter.

Daunnya lebar dan pada setiap helaian dihubungkan dengan pelapah dan tangkai daun
yang agak panjang. Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik (bergerombol) dan berwarna kuning tua. Rimpang temulawak sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat. Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan. Daerah tumbuhnya selain di dataran rendaah juga dapat tumbuh baik sampai pada ketinggian tanah 1500 meter di atas permukaan laut.

Nama Lokal :
Temulawak, Temu putih (Indonesia), Temulawak (Jawa); Koneng Gede (Sunda), Temulabak (Madura);

KANDUNGAN KIMIA :
Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol. Dan kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini bermanfaat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit limpa, Sakit ginjal, Sakit pinggang, Asma, Sakit kepala; Masuk angin, Maag, Sakit perut, Produksi ASI, Nafsu makan; Sembelit, Sakit cangkrang, Cacar air, Sariawan, Jerawat;

Pemanfaatan :

1. Sakit Limfa

Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/2 rimpang lengkuas, 1 genggam daun meniran.
Cara membuat: temulawak dan lengkuas diparut, kemudian semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, dan disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 cangkir.

2. Sakit Ginjal
Bahan: 2 rimpang temulawak, 1 genggam daun kumis kucing, 1 genggam daun kacabeling.
Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis, kemudian direbus bersama dengan bahan lainnya dengan 1 liter air, dan disaring.
Cara menggunakan: diminum selama 3 hari.

3. Sakit Pinggang
Bahan: 1 rimpang temulawak, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1 genggam daun kumis kucing. Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air, dan disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

4. Asma
Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, 1 potong gula aren.
Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan dikeringkan. Setelah kering direbus dengan 5 gelas air ditambah 1 potong gula aren sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring.

5. Sakit Kepala dan masuk angin.
Bahan: beberapa rimpang temulawak.
Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis, dikeringkan dan ditumbuk halus menjadi tepung. Kurang lebih 2 genggam tepung temulawak direbus dengan 4-5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring disaring.

6. Maag
Bahan:
1 rimpang temulawak.
Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan sebentar, kemudian direbus dengan 5-7 gelas air sampai mendidih, dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

7. Sakit perut, Sakit perut pada waktu haid
Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya.
Cara membuat: temulawak diparut, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan 3-4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

8. Menghilangkan bau amis sewaktu haid :
Bahan: 1 rimpang temulawak, 5 buah mata asam, 1 potong gula kelapa.
Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan, kemudian bersama bahan lainnya ditaruh dalam waskom (rantang/ panci), diberi 2 gelas air panas dan ditutup rapat selama kurang lebih 15 menit, dan disaring.
Cara menggunakan : diminum 3 kali, 1 kali sehari.

9. Memperbanyak produksi ASI
Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, dan tepung saga secukupnya.
Cara membuat: temulawak diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur dan ditambah air panas secukupnya sehingga menjadi bubur.
Cara menggunakan : dimakan biasa.

10. Memacu ASI yang macet
Bahan : 1 1/2 rimpang temulawak diparut, 1 potong gula kelapa, 2-3 sendok makan adonan sagu.
Cara membuat : temulawak diparut, kemudian bersama bahan lainnya direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring.
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1 cangkir secara teratur.

11. Kesulitan buang air besar/berak
Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula kelapa.
Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan sampai kering, kemudian bersama bahan lainnya diseduh dengan air panas secukupnya dan disaring.
Cara menggunakan: diminum biasa.

12. Sembelit
Bahan : 1 rimpang temulawak dan biji sawi secukupnya.
Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus, kemudian diseduh dengan air panas secukupnya dan disaring. Cara menggunakan : diminum biasa.

13. Menambah nafsu makan
Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/4 rimpang lengkuas, 1/2 genggam daun meniran. Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.

14. Sakit Cangkrang
Bahan: 2 rimpang temulawak, 1 tangkai buah asam yang sudah masak, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya.
Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis, kemudian bersama bahan lainnya direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

15. Sakit cacar air
Bahan : 1 1/2 rimpang temulawak, 1 tangkai buah asam yang sudah masak.
Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan dikeringkan, kemudian kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring.
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

16. Sariawan
Bahan: 1 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 3 buah mata asam, 1 potong gula aren.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan : diminum biasa.

Daun Alpukat -dari batu ginjal hingga hitamkan rambut

Tahukah Anda bahwa alpukat tidak hanya buahnya saja yang bermanfaat? Daun alpukat ternyata juga bermanfaat mengatasi berbagai keluhan seperti batu ginjal, sakit pinggang, dan hipertensi. Berikut beberapa khasiat alpukat yang diperoleh dari berbagai sumber.

1. Batu Ginjal
Ambil tujuh helai daun alpukat segar, seduh dengan setengah gelas air panas. Minum dua kali sehari pagi dan sore, hingga batu ginjal keluar.

2. Menghaluskan Kulit
Buah alpukat dilumatkan, balurkan pada wajah dan tangan yang sudah dibersihkan dengan air hangat selama sekitar 30 menit.b. Haluskan setengah buah alpukat matang, lalu campurkan dengan sebutir kuning telur dan setengah cangkir susu. Aduk rata, dan gunakan sebagai susu pembersih. Sesudahnya gunakan toner pembersih yang sesuai dengan kulit wajah Anda.

3. Kulit Wajah Kering
Sebuah alpukat dilumatkan sampai halus, balurkan merata pada wajah. Gunakan sebagai masker dengan cara mengoleskannya selama 15 menit. Setelah kering, cuci wajah dengan air hangat. Kemudian olesi wajah dengan es batu. Lakukan pada malam hari sebelum tidur.

4. Sakit Pinggang
Lima helai daun alpukat direbus dengan dua gelas air sampai airnya tinggal segelas. Setelah diangkat, embunkan air tersebut semalam. Esok pagi baru diminum, lakukan hal ini selama seminggu.

5. Bengkak
Ambil satu buah alpukat, lumatkan. Tambahkan sedikit air sampai seperti bubur, lalu oleskan pada bagian tubuh yang sakit.

6. Hipertensi
Tiga helai daun alpukat cuci bersih, seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, minum sekaligus satu kali sehari.

7. Sariawan
Aduk sebuah alpukat matang dengan dua sendok makan madu murni. Makan tiga kali sehari.

8. Penghitam Rambut
Satu buah alpukat dihaluskan dan dicampur dengan satu sendok teh air jeruk lemon. Kemudian gosokkan pada rambut, tutup dengan topi atau handuk dan diamkan selama satu jam. Selanjutnya bilas dengan air dan keramas seperti biasa.
Sumber: Senior

Pinang

Belakangan pinang diketahui berkhasiat meningkatkan gairah. Khasiat penambah gairah ini bukan sekadar omong kosong belaka karena menurutnya di dalam sebuah pinang terkandung arekolin. Senyawa arekolin ini bersifat kholinergik, yang berguna mengatasi senyawa asetil kholin yang banyak beredar di dalam tubuh. Asetil kholin ini bila terlalu banyak dapat menyebabkan seseorang cepat merasa lelah dan kurang sehat. Sebaliknya, sifat kholinergik pinang bermanfaat menjadikan tubuh sehat, bugar, dan penuh semangat.

Berikut ini beberapa manfaat tanaman pinang yang dikutip dari Prof. H. Unus Suriawiria dan Endah Lasmadiwati:

1. Meningkatkan Gairah
Ambil satu biji buah pinang yang belum mengeras. Kerat-kerat kemudian dikunyah dan dimakan. Cara lain: ambil satu biji buah pinang kemudian dihancurkan dan direbus dalam dua gelas air. Tunggu sampai menjadi satu gelas. Kedua cara itu sama khasiatnya, akan meningkatkan gairah.

2. Obat Cacingan
Siapkan seperempat potong buah pinang, setengah jari rimpang temulawak, setengah jari rimpang kunyit. Semua bahan tersebut direbus kemudian disaring. Minum saringan air tersebut untuk mengatasi cacingan.

3. Menguatkan Gigi dan Gusi
Ambil beberapa biji buah pinang. Iris menjadi beberapa bagian, kemudian kunyah irisan tersebut.

4. Sakit Pinggang
Ambil beberapa lembar daun pinang. Tumbuk daun tersebut dan hangatkan. Setelah itu tumbukan tersebut dikompreskan di tempat yang sakit.

5. Kudis Parut satu biji buah pinang.
Campur dengan seperempat sendok teh kapur sirih dan air secukupnya. Oleskan di bagian yang sakit.

6. Difteri
Siapkan dua biji buah pinang kemudian rebus dalam dua gelas air. Tunggu sampai tersisa menjadi 1 1/2 gelas. Tambahkan satu sendok makan madu dan aduk rata. Minum perlahan-lahan untuk menyembuhkan difteri.

Sumber: Senior

Temulawak

Walau tidak sepopuler jahe, reputasi temulawak sudah mulai mendunia. Selain di Indonesia, temulawak juga banyak digunakan di Malaysia dan Tiongkok. Temulawak banyak digunakan sebagai obat untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti maag, sembelit, gangguan empedu, sampai gangguan hati. Bahkan pada pemakaian tradisional temulawak biasa digunakan untuk mengobati hepatitis A, B dan C. Selain itu, temulawak juga digunakan untuk mengatasi gangguan ginjal.

Pemakaian
.
Sakit pinggang
Bahan :
1 buah empu induk temulawak
7 cm kunyit
1 batang daun kumis kucing

Cara membuat :
Temulawak dan kunyit dikupas dan diiris tipis kemudian direbus dengan air 4 gelas. Sebelum mendidih tambahkan daun kumis kucing. Rebus sampai tersisa 3 gelas. Minum 3x sehari @1/2 gelas.

Sumber: Majalah Nirmala